
"sayang...kau ingin mandi di depan ku"ucap Jay lagi sambil merangkul Naya
"bughhhhh dasar mesum" ucap Naya sambil memukul perut Jay lagi
"Naya aku kesini mau menyiksamu, bukan kau yang menyiksa ku" ucap Jay
kemudian Naya tanpa menjawab ucapan Jay langsung membuka dasi Jay.
"Naya apa yang kau lakukan"tanya Jay saat Naya menyiram air ke Jay
"pertama kau membuka dasi ku, sekarang kau menyiram ku, ada apa dengan mu"ucap Jay yang kebingungan dengan tingkah istrinya.
byurrr..... tanpa menjawab ucapan dari Jay lagi, Naya langsung menceburkan kepalanya ke dalam bathtub yang sudah penuh terisi air. Jay yang terkejut melihat perbuat Naya langsung menarik Naya supaya kepalanya keluar dari bathtub.
"sayang apa yang kamu lakukan" ucap Jay sambil menarik Naya dengan cepat.
"hey kamu mau membuat ku menjadi duda sebelum honeymoon?" tanya Jay yang panik
"anggota ku akan menghakimi ku jika kau melakukan ini"ucap Jay yang panik dan memegang kedua bahu Naya
"tadi anda bilang, anda harus menyiksa saya supaya penyusup itu percaya anda membenci saya" sahut Naya yang setengah badannya sudah basah kuyup karena ulahnya sendiri.
"ya emang, tapi apa ini, kau ingin bunuh diri" ucap Jay
"aku hanya membantu menjalankan rencana anda, lihat sekarang anda seperti menyiksa saya sekarang" ucap Naya sambil tersenyum
"anda seperti menenggelamkan saya di dalam bathtub sehingga membuat saya sulit bernafas" sambung Naya lagi yang membuat Jay menepuk jidatnya
"ya ampun Naya, dimana kau mendapatkan ide konyol ini" ucap Jay yang frustasi
"Naya aku mencintai mu, aku tidak mau sampai kau di lukai oleh orang lain, tapi kau malah melukai dirimu sendiri" cerocos Jay bertubi-tubi.
Naya yang melihat kepanikan Jay dan mendengar pernyataan Jay tersenyum malu, namun iya berusaha menutupinya dari Jay
"hehehe saya kan pintar akting, lagian saya kan tidak terluka" ucap Naya sambil nyengir dan mengeluarkan pose dua jarinya.
"oh Tuhan, Tirta walaupun dia bukan adik kandung mu tapi kalian sangat mirip, sepertinya aku yang akan mati dalam rencana tolol mu ini" ucap Jay pelan
"sekarang aku paham Naya memang sama dengan Tirta, yah itu tidak terbantahkan lagi" sambung Jay lagi.
"besok-besok jangan lakukan itu lagi, aku sangat khawatir tadi, bagaimana kalau kamu mati dan aku menjadi seorang duda" ucap Jay pada Naya.
"anda tidak mau menjadi duda?" tanya Naya dan mendapatkan gelengang kepala dari Jay
"kalau begitu jika aku mati aku akan mengajak anda juga untuk mati" ucap Naya
"Naya.... terserah kau saja" ucap Jay yang sudah sangat frustasi
"sudah-sudah sana keluar, aku akan berakting lagi" ucap Naya
"anda juga harus akting dengan baik baby besar" ucap Naya yang membuat Jay tersenyum
"baiklah baby kecil, mulai sekarang panggil aku baby, aku menyukai" sahut Jay sambil mencium Naya dan pergi.
Jay pun keluar dari kamar Naya dengan keadaan yang berantakan dan sedikit basah. saat Jay keluar Margin dan beberapa maid melihat Jay keluar dari kamar Naya dengan tatapan yang sangat marah.
Margin langsung masuk ke kamar Naya dan melihat tidak ada Naya di kamarnya, namun saat Margin ngecek di kamar mandi di sana Naya sudah tergeletak di lantai dengan setengah sadar.
"nona Naya" teriak Margin yang panik dan beberapa maid lain
"nona anda kenapa bisa begini" ucap margin lagi
"cepat bantu aku mengangkat nona ke kasurnya" ucap margin pada beberapa maid.
dan pada saat itu pula ada dua maid yang mengambil foto Naya dalam keadaan lemas secara diam-diam.
setelah Naya di angkat ke kasur, margin ingin menghubungi dokter namun di tahan oleh Naya.
("tuan bukankah ini hanya rencana kita saja kenapa anda benar-benar menyiksa nona begini"batin Margin)
"kalian boleh pergi, biar saya yang membantu nona Naya di sini" ucap margin pada maid lainnya
"aku akan menghubungi dokter" ucap margin yang mengeluarkan ponselnya
"Margin tidak usah" jawab Naya dengan nada suara lemas
"tapi nona anda sekarang sedang tidak baik-baik saja" ucap margin panik
"margin bolehkah kau telpon Tirta oppa, aku ingin bersamanya saja" ucap Naya dengan air mata sudah mengalir di pipinya
"tapi nona, tuan Jay akan marah kalau anda ikut dengan tuan Tirta" ucap margin
"tapi aku tak mau tinggal di sini" ucap Naya yang sudah menangis
margin yang melihat Naya menangis langsung memeluk Naya.
("bisa gawat kalau margin memanggil dokter. aduh margin maafkan aku, aku hanya di suruh berakting sampai penyusup tertangkap "batin Naya saat dipeluk oleh margin)
"baiklah saya akan menghubungi tuan Tirta"ucap margin sambil mengelus rambut Naya dengan tulus
"terimakasih margin kamu begitu baik, saat aku berada di samping mu aku seperti sedang berada di samping ibu ku" ucap Naya yang benar-benar mengeluarkan air matanya.
("margin benar-benar baik padaku, setiap perlakuannya padaku persis seperti perlakuan seorang ibu pada anaknya "batin Naya yang benar-benar sedih)
"nona Naya bisa menganggap saya sebagai ibu anda sendiri jika akan nona Naya mau" ucap margin yang membuat Naya senang dan langsung memeluk margin
"aku akan sangat senang memanggil mu ibu"ucap Naya sambil memeluk margin
"kalau begitu ibu akan membantu anak ibu mengantikan pakaiannya yang basah ini" ucap margin
"tidak apa-apa Ibu, aku akan ganti pakaian ku sendiri" ucap Naya sambil tersenyum.
"baiklah sekarang ganti pakai mu nona" ucap margin
"seorang ibu tidak akan memanggil anaknya dengan sebutan nona, panggil namaku saja, Naya" ucap Naya sambil tersenyum
Margin yang melihat Naya tersenyum sangat senang, jujur dari pertama kali Jay membawa Naya ke mansion, margin sudah sangat menyukai Naya karena anaknya yang ramah.
"Naya tetaplah bertahan, kamu harus kuat menghadapi tuan Jay, apapun yang ia lakukan saat ini, itu demi kebaikan mu" ucap margin
"tapi saya tak berharap bahwa tuan Jay akan melakukan hal kejam ini padamu" ucap margin.
Naya mulai mengerutkan dahinya.
"ibu kamu mengetahui sesuatu?" tanya Naya yang mengangkat satu alisnya.
"ti..tidak nak, ibu tidak tau apa-apa" ucap Margin yang ingin mengelak
"ibu pasti berbohong" ucap Naya
dengan berat hati dan takut akan rencana Jay gagal margin memberitahukan semuanya pada Naya.
Naya yang mendengarnya langsung terkejut.
"jadi ibu tau juga masalah ini" tanya Naya dengan nada kecil
"maksudnya" tanya margin yang kebingungan
"tunggu sebentar" ucap Naya yang berlari kearah pintu untuk mengunci pintu kamar dan menekankan tombol kedap suara.
"ibu aku juga masuk dalam rencana yang di buat oleh Tirta oppa" ucap Naya sambil tersenyum
"jadi, jadi kamu tadi hanya akting?tanya margin dan Naya pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"Tuhan... aku sangat bersyukur, ibu sangat senang mendengarnya" ucap margin
"kau tau, selama puluhan tahun ibu bekerja pada tuan Jay, ia tak pernah mencintai wanita manapun, dan baru kali ini ibu melihat tuan Jay begitu mencintai mu nak, sehingga ia mau melakukan apapun demi mu" ucap margin yang membuat Naya tersenyum malu.
"sekarang kamu ganti pakaian mu, jangan sampai kau sakit beneran, ibu akan keluar dan membawakan kamu makanan" ucap margin dan di anggukin oleh Naya.
margin keluar dari kamar Naya, di sana ada maid suruhan Jung yang berusaha melihat keadaan Naya.
"jangan ganggu nona, biarkan dia istirahat, ayok kita siapkan makanan untuk nona" ucap margin pada maid suruhan Jung.
malam pun tiba, semua anggota Jaytrack sudah berkumpul di mansion Jay, mereka sudah mengetahui bahwa Tirta, Jackie dan Jake keluar dari Jaytrack karena Jay yang mengkhianati Naya demi melindungi Giska.
namun Tirta, Jackie dan jake datang karena mengetahui Naya yang sakit.
semua pandangan beralih pada Jay dan Giska.
"Jay ada apa ini?, kenapa ini terjadi?, kenapa kau melakukan hal bodoh?" tanya Teil bertubi-tubi
"kalian kalau kesini cuma menghakimi Jay, mending pergi aja" ucap Giska dengan lancang.
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
Maaf jika ada kata yang typo...
...----------------...
...----------------...
...----------------...