
Jay pergi menuju taman belakang mansion dan melihat Naya yang sedang membaca buku catatan yang di berikan oleh Reva dan Naura.
Jay menghampiri Naya dan memeluknya dari belakang.
"maafkan aku sayang" ucap Jay yang memeluk Naya
"iya aku udah baca kok pesan dari kamu, aku juga minta maaf" ucap Naya yang mengusap tangan Jay dan melihat kearah Jay.
"kamu kenapa?, habis menangis?" tanya Naya yang melihat mata Jay sedikit sembab
"tidak aku tidak menangis, mana mungkin mafia seperti aku menangis sayang" ucap Jay
"tapi mata mu..." ucap Naya dan langsung di sela oleh Jay
"sayang kamu sepertinya harus sekarang kembali ke kampus, kamu sudah lama tidak masuk" ucap Jay yang mengalihkan pembicaraan
"ah aku sepertinya akan berhenti kuliah, aku ingin belajar di rumah saja, walaupun tidak memiliki apa-apa nanti" ucap Naya
"sayang kamu harus ke kampus, kamu sudah berjuang banyak untuk bisa kuliah, masa tinggal beberapa semester lagi kamu berhenti" ucap Jay
"aku malu kembali ke kampus, pasti semua akan mengatai ku wanita tidak benar" ucap Naya sendu
"itu tidak akan terjadi sayang" ucap Jay
"foto-foto ku ada..." ucap Naya pelan
"sudah tidak ada" sahut Jay cepat dan membuat Naya langsung melihat kearah Jay
"aku sudah menghapusnya sayang" ucap Jay lagi
"beneran?" tanya Naya dan di balas anggukan oleh Jay
"aaa terimakasih" ucap Naya yang memeluk sang suami
"kamu tidak perlu takut untuk menghadapi dunia ini sayang, aku ada bersama mu" ucap Jay yang mengusap rambut Naya.
"besok kamu sudah boleh ke kampus, Mark, Jackie, Jake, Haekal, Reyhan dan Young akan ikut dengan mu besok" ucap Jay
"maksudnya?" tanya Naya
"mereka akan kuliah juga mulai besok" ucap Jay
"benarkah?" tanya Naya lagi
"iya sayang, dan masalah drama kita kemarin kamu tidak perlu menjelaskannya lagi pada mereka, soalnya Jhonny dan Tirta sudah menjelaskannya pada mereka" ucap Jay
"terimakasih" ucap Naya yang kembali memeluk Jay
"aku sungguh beruntung bisa mempunyai suami yang sangat perhatian dan penyayang seperti mu" ucap Naya yang memeluk Jay dengan erat
"aku yang beruntung mendapatkan mu Naya, tolong jangan pernah meninggalkan aku" ucap Jay
"itu tidak akan pernah" ucap Naya
"sayang ayok kita makan siang, kamu tidak makan tadi pagi" ucap Naya
"kamu panggil aku apa tadi?" ucap Jay
"ayo makan" ucap Naya
"sayang..., tadi kamu panggil apa" ucap Jay
"Sayang" sahut Naya
"terus panggil aku dengan sebutan itu sayang" ucap Jay sambil mencubit pipi Naya.
"ayok makan" ucap Naya
"ayok" ucap Jay
merekapun masuk ke dalam dan makan siang bersama.
"setelah makan aku akan membersihkan lukanya dan kamu harus minum obat" ucap Naya
"siap ketua Cutie pie hahaha" ucap Jay dan tertawa
selesai makan Naya langsung membersihkan luka Jay dan memberikan Jay obat. malamnya Jay dan Naya kembali melakukan hubungan suami Istri.
keesokan paginya Naya terbangun dalam pelukan Jay dalam keadaan tak berbusana.
"eggghhhhh" renguhan Naya yang baru bangun
"sayang bangun" ucap Naya
"sebentar lagi sayang" ucap Jay yang masih menutup matanya dan memeluk Naya
"katanya hari ini aku harus ke kampus" ucap Naya
"baiklah ayo mandi bersama" ucap Jay
"hanya mandi" ucap Naya yang sudah tau tabiat Jay
"iya sayang hanya mandi" ucap Jay sambil tersenyum smirk
"janji" ucap Naya dan hanya di anggukin oleh Jay sambil tersenyum
mereka pun mandi bersama, bukan Jay namanya kalau tidak menerkam istrinya sendiri. Jay kembali menghajar Naya di kamar mandi sehingga membuat Naya kesal.
satu jam lebih keduanya berada di kamar mandi dan akhirnya keluar.
"sayang jangan cemberut gitu dong" ucap Jay
"tau ah, mau pakai baju telat nanti" ucap Naya yang kesal.
keduanya pun turun ke bawah untuk sarapan, di meja makan sudah ada Mark, Jackie, Jake, Haekal, Reyhan dan Young yang menunggu kedua insan tersebut.
"ah Hyung, Naya akhirnya kalian turun juga" ucap Haekal
"gara-gara ini nih, janjinya mandi doang tapi mala diter eummmm" ucap Naya yang kemudian mulutnya di tutup pakai tangan Jay
"kamu tidak mungkin membeberkan hubungan intim kita sayang" bisik Jay.
"minggir" ucap Naya yang menghempaskan tangan Jay dan pergi menuju meja makan
"kamu sangat lama Naya" ucap Young
"kebelet berak besar tadi" ucap Naya yang membuat Mark, Jackie, Jake, Haekal, Reyhan dan Young saling tatap-tatapan.
"kalian jagain Naya, jangan ada yang berani menjahati Naya di kampus" ucap Jay sambil makan
"apalagi ada cowok yang mendekati istri ku" sambung Jay
"baik Hyung kami akan selalu berada di samping Naya selama di kampus" ucap Reyhan
"percayakan Naya pada kami Hyung" sambung Mark
"Hyung kami butuh jajan juga kan, jadi jangan lupa transferannya" ucap Haekal
"oh benar, kami butuh uang jajan Hyung" sambung Reyhan
"bocah-bocah ini benar-benar mata duitan" ucap Jay pelan
"nanti akan ku transfer" ucap Jay
"aku sudah selesai, ayo kita berangkat" ucap Naya
"ayo, aku sudah tak sabar sampai ke kampus" ucap Jake dan tersenyum
"aku berangkat dulu" ucap Naya pada Jay
"aku juga akan berangkat sayang" sahut Jay
"hati-hati dengan luka mu" ucap Naya iya sayang
dan seperti biasa Jay selalu mencium Naya tak kenal tempat membuat Mark, Jackie, Jake, Haekal, Reyhan dan Young yang melihatnya menjadi salah tingkah
mereka pun berangkat ke kampus dan sesampainya di kampus, Naya sudah di tunggu oleh kedua sahabatnya.
"Naya" panggil Reva dan Naura
"heyyy" ucap Naya yang memeluk ke-dua sahabatnya
"wah ratu drama kau semakin cantik sekarang" ucap Reva
"apa sebelumnya aku tidak cantik?" tanya Naya
"sekarang lebih" ucap Reva dan terus
"oh ya kalian sudah mengenal mereka kan, mereka akan kuliah di sini" ucap Naya
"pasti suami mu yang mengirimkan mereka" ucap Naura
"emang ada lain yang akan menjaga Naya seperti ratu" sahut Reva
"saat aku pikir suami mu itu mengkhianati mu aku sangat marah, tapi setelah mengetahui semuanya aku jadi merasa tenang karena sahabat ku selalu di lindungi bagaikan ratu" ucap Reva
"berkat mu aku menemukan suami yang yang baik" ucap Naya
"jadi kau harus membayarnya" ucap Reva bercanda.
"apa bisa kita masuk sekarang, aku capek berdiri terus" ucap Jackie
"wahhh adik dingin, kau masih saja dingin seperti hari itu" ucap Reva
"akan akan mengadukan mu pada Tirta Hyung" ucap Jackie
"maksudnya" tanya Naya dan Naura barengan
"ti..tidak apa-apa, ayo kita masuk, kasian kakinya" ucap Reva yang menarik Naya dan Naura
"kami akan ke ruang pak Hendry dulu" ucap Mark
"aku menunggu kalian di ruang kelas" teriak Naya yang sudah di tarik Oleh Reva.
Naya, Reva dan Naura pun masuk ke dalam ruang kelas. Alena, Flora, Jenny dan Gebby yang melihat kedatangan Naya langsung bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Naya.
"lihat siapa yang datang" teriak Alena
"arti dewasa yang terkenal di kalangan pria hidung belang" ucap Jenny
"yorobun, FYI perempuan yang berdiri di depan aku sekarang ini sudah menikah dengan pria hidung belang, pria yang pernah membelinya" ucap Alena yang berbohong
"hahahaha paling sudah lepas di dalam, makanya di nikahi" ucap Gebby
"dan lebih parahnya lagi pria hidung belang itu sudah memiliki istri" ucap Flora
"bacotnya di jaga ya" ucap Naura
"kenapa Naura, kami kan ngomong kenyataan sesuai fakta" ucap Alena
"sudah-sudah Alena, Jenny, Gebby, Flora kalian tidak boleh menghina Naya seperti itu" ucap salah satu mahasiswa di ruangan itu
"Naya, berapa tarif kamu sekali main" bisik mahasiswa tersebut yang bernama Alex
"aku bisa bayar kamu dua kali lipat kalau kamu bisa puas aku" ucap Alex yang ingin mencium Naya namun Naya menghindar
"minggir" ucap Naya dengan suara bergetar
"aku akan membayar mu lima kali lipat asal kau mau mendesah di kasur ku hahahaha" ucap Alex dan tertawa
"jangan brengsek ya" ucap Naura
"aku bisa laporin kamu atas perilaku pelecehan" ucap Reva
"kalian berempat tolong pegang mereka biar aku bisa menelanjangi dia di sini, pasti mereka semua juga penasaran dengan isi di dalam pakaiannya" ucap Alex sambil tersenyum nakal.
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
maaf jika ada kata yang Typo...
......................
......................