
Si penculik itu membawa Naya menuju ke dalam hutan, yang di mana di dalam hutan tersebut ada sebuah rumah tua besar. Mobil berhenti di depan rumah tua tersebut, kemudian dia langsung mengangkat tubuh Naya dan masuk ke dalam rumah tua itu.
"Kau berhasil menculiknya?" tanya seseorang yang ada duduk di kursi
"Tentu saja aku dapat membawanya dengan mudah" ucap si penculik
"Ikat dia di sana Scott" ucap orang tersebut pada si penculik yang ternyata adalah Scott
"Baiklah Dad" Sahut Scott pada sang ayah yaitu Seno
Yang menculik Naya adalah Scott dan juga ayahnya. Mereka ingin menghancurkan Jay dengan menggunakan Naya.
"Kita akan membuat Jay berlutut pada kita" ucap Seno
"Iya Dad, aku akan membalaskan dendam ku pada Jay. Dia sudah mengambil ibuku, dia mengambil kekasih ku dan hari ini aku akan mengambil istri tercintanya yang selalu ia lindungi" ucap Scott.
Disaat mereka sibuk berbicara, tanpa mereka sadari Naya sadar dari pingsannya, Naya yang masih belum di ikat oleh Scott terkejut melihat ia berada di rumah tua.
Naya pun mulai berjalan pelan-pelan dengan kepalanya yang masih pusing. Scott dan ayahnya masih belum sadar bahwa Naya ingin melarikan diri, namun mereka langsung terkejut saat mendengar suara barang jatuh yang di sebabkan oleh Naya.
Naya yang menyadari bahwa ia sudah ketahuan langsung ingin berlari, namun gagal karena di hadang oleh seseorang yang sangat ia kenal.
"Mau kemana kamu?" tanya orang tersebut sambil tersenyum
"Om Eric" ucap Naya
"Om... om lepaskan aku...lepaskan" teriak Naya saat tangannya di pegang oleh Eric.
"Hahahaha, nyonya muda Anderson, istri dari tuan Anderson, mau kemana" ucap Scott yang mendekati Naya sambil smirk
"Lepaskan" teriak Naya
"Tidak akan" teriak Scott
"Scott urusin dia, Daddy akan menjemput mommy mu" ucap Seno dan pergi.
"Baiklah Dad" ucap Scott
"Aku tidak menyadari bahwa Jay menikah dengan gadis kecil dan ternyata kau cukup cantik" ucap Scott
"Kau, bukankah kau sangat ingin menikmati tubuh dia, maka kau bisa menikmatinya sekarang" ucap Scott
"Hehehe terimakasih tuan" ucap Eric
"Gak lepaskan aku" teriak Naya yang menangis.
"Lakukan sekarang karena aku ingin menikmati tontonan live nya" ucap Scott yang duduk di sebuah kursi.
"Hahaha sini kau" ucap Eric sambil tertawa
"Gak lepaskan aku, om Eric" teriak Naya yang menangis
"Buka baju mu buka" teriak Eric
"Enggak, brukkkkhhh" teriak Naya yang kemudian meraih sebuah batu yang ada di dekatnya dan memukul kepala Eric.
Naya berlari keluar.
"Sialan, bodoh kejar dia, jangan sampai dia lolos" teriak Scott
Naya berusaha lari dengan cepat di dalam hutan yang sangat lebat di tambah lagi keadaan yang sudah sangat gelap.
Di sisi lain Jay sudah menangkap penyusup yang masuk ke rumahnya yaitu dua maid perempuan yang menjadi teman baru Naya yang tak lain adalah Yuna dan Mina.
Yudha menembak Yuna di kakinya untuk membuat dia mengakui semuanya, karena takut di bunuh Mina dan Yuna akhirnya mengakui semuanya.
"Tuan ampuni kami" ucap Yuna yang menangis.
"Apa tujuan kalian ke sini" teriak Jay yang sudah sangat marah
"Kami, kami di minta untuk menyelinap dan membebaskan tuan Alden, Devan, dan Jarvis yang kalian sekap" ucap Mina
"I...iya kami ta..tau, ka...kami yang memberikan informasi bahwa nyonya Naya makan di siang di restoran tersebut" ucap Yuna terbata-bata
"Plakkkkkk... plakkk...kurang ajar kalian, kalian sudah di anggap teman oleh Naya, kalian di berikan apapun yang Naya punya, tapi berani sekali kau menyebabkan Naya dan bahaya" teriak margin yang menampar keduanya
"Kau tau kemana istri ku akan di bawa?" tanya Jay namun tak ada jawaban dari keduanya
"Katakan pada ku kalian tau" teriak Jay lagi
"Jika dia tak mau menjawabnya, biar aku yang memaksanya menjawab" ucap Yudha yang kembali menarik pelatuk pistolnya.
"Di hutan,, mereka akan membawa nyonya Naya ke hutan" teriak Yuna yang ketakutan
"Tuan Scott dan tuan Seno bilang, jika kami sudah membebaskan tuan Alden, Devan, dan Jarvis, kami segera di suruh untuk menuju ke hutan di sebuah rumah tua" ucap Mina.
"Kita langsung ke sana, bawa mereka. Jika mereka berbohong maka habisi mereka" ucap Jay
"Kabari yang lain untuk menuju ke hutan" ucap Tirta
"Aku, Kelvin dan Yudha akan membawa tiga berandalan itu" ucap Jhonny
Mereka pun mulai menuju ke hutan yang di bilang oleh Yuna dan Mina. Wajah Jay sangat merah, rasa khawatir dan juga emosi telah menyelimuti tubuhnya sekarang.
Naya berusaha lari pada gelapnya malam di hutan. Seluruh tubuhnya menggigil karena ketakutan dan trauma yang ia alami.
"Naya" teriak Eric
"Kau tak akan lolos, kau tak akan bisa lari dari hutan gelap ini" teriak Eric
"Cari dia sampai ketemu, aku yakin dia pasti masih di sini" teriak Scott.
Naya dengan gemetaran bersembunyi di dalam semak lebat yang ada di sana. Ia menutup mulutnya supaya tak mengeluarkan suara dari tangisannya.
"Kau pikir bisa lari dari sini" ucap Eric
"Di mana kau Naya keluar lah, om janji om akan melakukannya dengan perlahan" ucap Eric
"Om akan membuatmu kau merasakan hal yang luar biasa lebih dari apapun yang dilakukan oleh suami mu" ucap Eric sambil Smirk.
("Jay kamu di mana, aku takut"batin Naya.
"Eomma, appa tolong Naya dan calon anak Naya, Naya takut.
Naya mau pulang, Oppa kalian semua di mana, apa kalian tidak mencari ku" batin Naya yang masih sangat ketakutan)
Naya mulai berpindah tempat, saat ia keluar dari semak-semak itu, Scot melihatnya.
"Itu dia" teriak Scott
"Kejar dia, tangkap dia" teriak Scott pada Eric
"Tolong.....tolong...." teriak Naya yang sudah menangis
brughhh...
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
maaf jika ada Kata-kata yang typo guys....
...----------------...
...----------------...