HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
MEMBUAT KELOMPOK MAFIA



Di mobil Naya dan Jay duduk di belakang sedangkan Donny yang menyetir.Jay terus menggenggam tangan Naya tanpa melepasnya sedikitpun.


Donny yang melihatnya melalui kaca mobil depan mulai menyindir Jay.


"eheumm...sepertinya kita di mobil tidak perlu menyebrang" ucap Donny yang membuat Jay dan Naya kebingungan


"terus siapa bilang kita menyebrang?" tanya Jay datar


"tangan mu yang bilang Jay" ucap Donny yang tak kalah datar


"kau.." ucap Jay namun di sela oleh Naya


"wah pak Donny memanggil pak Jay dengan sebutan nama saja" ucap Naya


"CHA..GIYA" ucap Jay yang menekan perkataannya dan melihat kearah Naya.


"Naya kalau kamu memanggil ku dengan sebutan pak Jay lagi, maka aku akan memulangkan kau ke rumah tante mu itu" ancaman Jay yang membuat Donny tersenyum


"benar kata Johnny dan Kelvin, kau sangat posesif" sahut Donny dan mendapatkan tatapan tajam dari Jay.


bughhhh "jelaskan pada ku, kau kan bekerja padanya kenapa kau memanggil nya dengan sebutan nama" ucap naya yang kesel dan memukul Donny


"kami sudah berteman dari kecil, di kantor aku akan memanggil nya Pak Anderson, di rumah akan akan memanggil nya tuan Anderson, namun jika berdua atau hanya bersama teman-teman kami, aku memanggil nya Jay" jelas Donny sambil menyetir, sedangkan Jay duduk santai


"wah... ini sangat aneh, oh ya jelaskan pada ku tentang mafia?, dan kenapa Jackie oppa di kejar oleh mafia?, dan siapa kalian semua?, apakah kalian mafia juga?" tanya Naya cepat dan membuat Donny dan Jay saling tatap-tatapan


"hey kenapa kalian diam, jelaskan padaku" ucap Naya lagi


"eheum....Donny jangan siapkan berkas meeting besok"ucap Jay yang mengalihkan pertanyaan Naya


"iya..baik Jay " ucap Donny


bughhhhh "aku bertanya pada kalian" ucap Naya sambil memukul lengan Jay dan membuat Donny melotot


"kenapa kau mau tau" tanya Jay pada Naya


"ya karena aku penasaran" sahut Naya


"bagaimana seandainya kalau kami bilang, bahwa kami merupakan mafia, apa kau takut?" tanya Jay dan menatap mata Naya


"ma.ma..mafia..?, kalian mafia" sahut Naya


"eh... tidak kami bukan mafia, Jay cuma bilang seandainya bukan berarti kami mafia hehe" ucap Donny berbohong sambil tersenyum kaku


Naya masih bengong dengan pernyataan dari Jay tadi.


"tadi kalian bilang seandainya kan?" tanya Naya dan di anggukin oleh Jay dan Donny barengan


"dan kalian....." ucap Naya dan di sela oleh Jay


"na..Naya, ayok kit..." sela Jay namun dia sela kembali oleh Naya


"ayokkk buat kelompok mafia, kalian kan banyak teman pasti bakal keren" ucap Naya dengan senang dan berbicara dengan cepat sambil memajukan tubuhnya ke depan dan membuat Jay dan Donny kaget


"ayok cepat, Chagiya....minta semuanya untuk datang ke mansion mu nanti malam" ucap Naya dengan cepat lalu bermanjaan pada Jay sambil membuat puppy eyes nya.


Jay yang melihat Naya yang seperti itu sungguh merasa gemas


"baiklah aku akan meminta mereka nanti malam ke rumah" ucap Jay yang mencoba untuk tetap bersikap biasa saja, padahal hatinya sangat deg degan


Donny yang mendengar jawaban Jay terkejut, karena semudah itu Naya merayu Jay


"tapi chagi kau tau, tugas mafia itu membunuh orang dan melakukan kejahatan" ucap Jay sambil mengusap rambut Naya.


"eummm.... tidak apa, kita bisa menjadi mafia yang baik hati, benarkan Donny OPPA" ucap Naya


"I..iya benar" ucap Donny sambil pura-pura tersenyum


("aduh anak ini, ku pikir dia akan takut mendengar mafia, ini malah dia meminta supaya membuat kelompok mafia yang baik"batin Donny)


mereka pun sampai ke mansion, Naya masuk ke mansion sambil berlari dan dan loncat-loncat menuju ke kamarnya.


Jay yang melihat itu tersenyum dan Donny masih kebingungan


"kau beneran akan menyuruh mereka nanti malam ke sini?" tanya Donny


"hubungi di grup suruh mereka ke sini, dan jelaskan semua pada mereka tentang permintaan Naya, suruh mereka untuk mengeluarkan ekspresi yang semestinya" jelas Jay


"sepertinya kau menjadi lemah karena Naya" sindir Donny


"mungkin benar kata Johnny dan Kelvin, Naya telah mencuri hatiku dan dia harus di tangkap" ucap Jay tersenyum


"bagaimana dengan mama mu dan juga Giska, mereka tak akan tinggal diam kalau mereka tau kau menyukai perempuan lain" ucap Donny


"aku akan mengikat Naya supaya terus dekat dengan ku, dan kau yang akan membantunya Donny" ucap Jay


"aku akan terus mendukung apapun keputusan mu Jay, itu janji ku pada diriku sendiri, di kantor kita memang bos dan sekretaris, di rumah tuan dan sekretaris, tapi aku telah menganggap kau sebagai adikku, adik yang selalu membantu ku" ucap Donny yang menepuk pundak Jay


"terimakasih Donny, kau selalu berada di samping ku" sahut Jay


"urus semuanya dan istirahatlah, nanti malam kita akan melihat tingkah konyol dari Naya" ucap Jay


malam pun tiba Naya turun dari tangga dengan senang dan di ikuti oleh Jay dari belakang, Naya sangat senang saat melihat semuanya sudah berkumpul di ruang tamu.


"Naya jangan berlari-lari kau akan jatuh"ucap naya


"aku sangat senang, jika kita bisa membangun kelompok mafia baik, aku gak akan takut lagi pada siapapun termasuk pada om dan sepupuku "ucap Naya dengan senang.


"oh,, Jackie oppa, kau ada di sini?, kau sudah sembuh?" tanya Naya yang kebingungan saat melihat Jackie duduk di sofa dengan kepalanya yang di perban


"aku bosan di sana" ucap Jackie


"wah,, aku sangat kasian pada mu, tapi tenang malam ini kita akan membuat kelompok mafia juga dan kita akan membalas mereka semua dengan tangan ini" teriak Naya sambil menunjukkan tangannya yang sudah di kepal


semua orang kaget melihat aksi Naya


"yeeeeeeee ayok kita buat" teriak Haekal


"wah Haekal oppa aku sangat terharu dengan respon mu" ucap Naya yang memeluk Haekal dan membuat Jay kesal


"bahkan kau belum memeluk kekasih mu ini tapi kau sudah memeluk bocah itu" ucap Jay yang menarik Naya seperti kucing


"waaaahhhh, kapan kalian jadian" tanya Ten


"aku juga gak tau, dia yang memaksa ku" ucap Naya dengan polos dan menunjuk Jay


Jay yang mendengar perkataan Naya pun hanya memasang wajah datar seolah-olah tak ada yang terjadi, sedangkan semua orang menahan tawanya melihat Jay


"baiklah ayok kita buat kelompok mafiaaaa" teriak Naya yang heboh


"ayokkkkk" sahut JaytrackDream kecuali Jackie


"kamu serius ingin membuat kelompok mafia?" tanya Yudha


"duarius, lagian kita harus membalaskan dendam kita pada mafia jahat itu karena telah memukul Jackie oppa sambil terluka" ucap Naya tegas


"bagaimana kalau kami sudah menangkap orang-orang itu, apa yang akan kau lakukan padanya" tanya Hendry sambil tersenyum


"eh pak Hendry" sahut Naya tersenyum sambil menundukkan kepalanya


"tidak Naya di dalam kelompok mafia orang-orang tidak melakukan itu, mungkin di kampus kita dosen dan mahasiswa tapi di sini kita teman" ucap Hendry


"oh.. be..benarkah?" tanya Naya ragu dan di anggukan oleh Hendry


"kenapa kalian tau, haaahh atau jangan-jangan kalian emang sudah jadi mafia dari dulu" ucap Naya yang membuat semuanya panik


"buka, bukan saya membacanya di situs internet jadi saya tahu" elak Hendry yang tersenyum kikuk dan kemudian di anggukan oleh Naya.


"oke... baiklah, malam ini kelompok mafia kita resmi di buka... yeee...ayok kita tangkap orang itu, dan aku akan menghajar mereka" ucap Naya dengan penuh semangat dan mendapatkan tepuk tangan dari JaytrackDream dan yang lain hanya tersenyum melihat semangat Naya


"apa nama kelompok kita?" tanya Reyhan tiba-tiba dan sambil tersenyum


"eum......


...****************...


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


maafi jika ada kata-kata yang typo


...----------------...


...----------------...


...----------------...