HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
MENGANDALKAN HAEKAL



"jaga ucapan kalian" bentak nyonya Clarissa


"pergi dari sini" teriak Donny


"kau, berani sekali kau teriak pada ku, mau aku pecat hah" bentak nyonya Clarissa


"saya tidak bekerja pada anda, silahkan pergi dan jangan menganggu tuan saya lagi" teriak Donny yang sudah emosi


"hey Don kamu harus sopa pada nyonya besar" ucap Kelvin


"jadi nyonya Clarissa, anda mau tinggal di sini?, baiklah silahkan tinggal di sini, kami permisi dulu. maaf sudah menganggu waktu tidur anda" ucap Kelvin yang menarik Donny, kemudian di ikuti oleh Tirta dan Jhonny


Kelvin menarik Donny ke mobil, dan Kelvin mengambil alih untuk mengemudi.


"Vin apa-apaan ini, jay bakal marah" ucap Donny


"masuk" jawab Kelvin yang masuk ke mobil


Donny pun masuk ke mobil begitu pula dengan Tirta dan Jhonny. di perjalanan Donny terus mengomel kesal dengan yang dilakukan oleh Kelvin.


"kalau Jay tau dia pasti akan sangat marah" ucap Donny


"kalian taukan bagaimana Jay membenci wanita ular itu" ucap Donny lagi


"Kelvin seharusnya kau tidak menarik Donny tadi, biarkan dia mengusir nyonya Clarissa dari mansion" ucap Tirta


"jika kita mengusirnya dengan cara seperti tadi dia tidak akan keluar dari mansion Jay, jadi kita harus melakukannya dengan cara yang halus" ucap Kelvin


"maksudnya?" tanya Tirta


"Jhonny memiliki anak yang nakal" ucap Kelvin sambil tersenyum


"Haekal?, apa hubungannya dengan Haekal" tanya Jhonny yang kebingungan


"kau ingin anakku menjadi tumbal siluman ular?, itu tak akan ku biarkan Vin, meskipun Haekal ceroboh, aku sudah menganggapnya sebagai anak asuh ku" ucap Jhonny


"hahaha Jhonny-Jhonny, aku tidak sejahat itu" ucap Kelvin


"minta Haekal dan teman-temannya untuk tinggal di mansion Jay, dan tak akan lama nyonya Clarissa akan pergi karena tingkah mereka terutama Haekal" ucap Kelvin lagi


mendengar ucapan Kelvin, Jhonny dan Tirta tersenyum paham, sedangkan Donny juga sudah paham namun ia hanya diam saja. Donny, Kelvin, Tirta dan Jhonny pun kembali ke rumah sakit.


keesokan harinya, Naya terbangun lebih awal, sungguh tubuhnya tak bisa bergerak karena pelukan dari Jay.


Naya terus menatap Jay yang masih tidur


("apa yang telah ibu mu lakukan sehingga kamu benar-benar membenci nya"batin Naya)


Naya mengangkat tangan Jay pelan-pelan dan turun dari brankar. Naya kembali menutupi Jay dengan selimut, tak lupa ia juga memberikan sebuah ciuman untuk suaminya itu.


Naya keluar dari ruang rawat Jay dan melihat anggota Jaytrack yang menunggu merek di luar.


kleekkkk


"hah, kenapa kalian di luar, masuklah" ucap Naya yang terkejut melihat anggota Jaytrack


"kami tidak mau menganggu kalian" ucap Jhonny


"kami tak ingin menggagalkan rencana Jay terhadap mu"ucap Kelvin sambil tersenyum


"Jay masih tidur?" tanya Tell yang masuk ke ruang rawat Jay


"iya, dia masih tidur" ucap Naya yang kembali menutup pintunya setelah semua anggota Jaytrack masuk


"oppa bagaimana semalam?" tanya Naya


"wanita ular itu tidak mau pergi" ucap Donny


"bagaimana ini? bagaimana kalau Jay tau" ucap Naya dengan khawatir


"tenang Naya, siluman ular itu juga tidak akan lama tinggal di sana, Haekal dan beberapa temannya akan menemani siluman ular dengan kekuatan super Haekal" ucap Kelvin sambil tersenyum


"tenang Naya, aku akan membuat siluman ular itu hidup dengan tenang di mansion Jay Hyung" ucap Haekal dengan banyak tingkah


"kebalikannya Haekal" ucap Reyhan


"iya aku tau" ucap Haekal yang nyolot


saat Naya sedang asik berbicara dengan anggota Jaytrack, Jay pun terbangun dan panik saat melihat Naya tidak ada di sampingnya.


"Naya kamu di mana, Naya" teriak Jay yang panik


"aku di sini" ucap Naya yang melihat Jay panik


"aku hanya duduk di sana bersama para oppa" jawab Naya yang datang ke brankar Jay


"aku kira kamu akan meninggalkan aku Nay" ucap Jay yang langsung memeluk Naya


"tidak-tidak, aku tidak akan meninggalkan kamu" ucap Naya yang menenangkan Jay


"Tenang Jay, Naya tidak akan menjauh dari mu" ucap Hendry


"oh ya Donny gimana, kau sudah mengusirnya" tanya Jay


Donny pun menceritakan semuanya pada Jay, jelas Jay sangat marah, namun Naya menenangkannya.


"kau tidak bisa menyeret satu wanita tua itu keluar" ucap Jay


"Jay tenanglah" ucap Teil


"bagaimana aku bisa tenang, aku benci padanya" teriak Jay


"sayang tenanglah, mereka sudah punya rencana untuk membuat nyonya Clarissa pergi dari mansion kamu" ucap Naya lembut


"Iya Jay, biar Haekal yang membuat siluman ular itu pergi dengan sendirinya" ucap Kelvin


"oh ya sepertinya aku harus ke kampus" ucap Hendry yang melihat jam tangannya


"Naya secepatnya kembalilah ke kampus" ucap Hendry lagi


"eh, ba..baiklah" ucap Naya


"kalian pergilah ke mansion" ucap Kelvin pada Jaytrack Dream


"baik Hyung" sahut mereka semua dan pergi


"lakukan yang terbaik son, buat daddy bangga" ucap Jhonny pada Haekal


"kami juga pergi dulu, ada hal yang harus kami urus" ucap Ten


"Baiklah sampai ketemu di kantor Ten" ucap Kelvin


"aku juga harus ke Kantor" ucap Jhonny


"Jay, Naya jaga diri kalian, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, soalnya aku harus mencari tau sesuatu"ucap Tirta yang mengelus rambut Naya


"dia istri ku"sahut Jay yang melihat Tirta mengelus rambut Naya


"dia adikku" balas Tirta dan pergi


"Jay kau tau tugas ku, jadi aku pergi sekarang, hubungi aku jika ada masalah" ucap Yudha dan pergi bersama Zeus dan Teil


"aku juga, urusan kantorku menumpuk. Naya hati-hati dengan suamimu dia harimau yang bisa menerkam mu kapan saja" ucap Kelvin yang bercanda


"aku akan datang ke kantor, istirahatlah" ucap Donny


"makanan dan pakaian kalian akan sampai sebentar lagi" sambung Donny dan pergi


saat Donny pergi, dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Jay.


"bagaimana kondisi anda?, sudah enakan?" tanya dokter yang memeriksa Jay


"sudah dok" jawab Jay


"dok tolong urus surat kepulangan saya hari ini" ucap Jay yang membuat Naya terkejut


"apa anda yakin?" tanya dokter


"ya saya yakin" ucap Jay


"baiklah saya akan mengurusnya, dan saya akan mengambilkan obat juga untuk anda" ucap dokter dan pergi


"sayang, kamu belum pulih betul" ucap Naya


"Naya, aku ingin pulang saja, dan biarkan mereka taunya nanti" ucap Jay


"tapi..." ucap Jay


"sayang ayolah aku bosan di sini, di sini tidak bebas untuk kita" ucap Jay


"baiklah, tapi biarkan Haekal dan yang lainnya menjalankan rencana mereka" ucap Naya


("wah peluang baik ini untuk mencetak baby Anderson, aku punya ide bagus sekarang "batin Jay sambil tersenyum)


Naya yang melihat Jay hanya diam kembali merengek.


"Jay Anderson... jawab dong" ucap Naya yang merengek


"iya sayang, aku bakal biarin Haekal menjalankan misinya"ucap Jay


" tapi aku ada rencana bagus sayang"ucap Jay


"rencana apa?" tanya Naya yang kebingungan


"bukankah kita harus memberikan peluang untuk Haekal supaya dia berhasil" ucap Jay


"tentu saja harus" sahut Naya


"maka dari itu aku membuat sebuah cara yang bisa membuat Haekal berhasil mengusir wanita itu" ucap Jay sambil tersenyum


"benarkah, bagaimana caranya?" tanya Naya


"jadi kita harus membiarkan Haekal dan yang lainnya tinggal di mansion itu tanpa wanita itu tahu ada kita di sana" jelas Jay


"maksudnya?" tanya Naya yang penuh rasa kebingungan


...****************...


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


...****************...


...****************...


maaf jika ada kata yang typo...


...----------------...


...----------------...


...----------------...