HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
TINGKAH HAEKAL



"jadi kita harus membiarkan Haekal dan yang lainnya tinggal di mansion itu tanpa wanita itu tahu ada kita di sana" jelas Jay


"maksudnya?" tanya Naya yang penuh rasa kebingungan


"Kita gak jadi pulang?" tanya Naya lagi


"bukan gitu sayang, kita tetap akan pulang, tapi kita bersembunyi dulu dari wanita itu" ucap Jay yang memegang kepala Naya.


"jadi gini sayang, kita pulang, kita minta bantuan orang-orang di mansion buat bantuin kita masuk ke mansion tanpa diketahui oleh wanita itu, nanti kita bakal di kamar aja dulu sampai Haekal dan yang lainnya berhasil mengusir wanita itu" jelas Jay lebih detail lagi


"di kamar terus?, itu bakalan membosankan, bagaimana kalau kita lapar?" tanya Naya bertubi-tubi


"aku mohon sayang, aku benar-benar tidak bisa melihat wanita itu di mansion ku" ucap Jay yang memasangkan wajah sedih


"lagian untuk makan, margin akan membantu kita"ucap Jay lagi


"baiklah, kita akan bersembunyi dulu untuk sementara" ucap Naya yang memegang pipinya Jay.


("aduh sayang kamu polos banget sih, jadi makin cinta"batin yang merasa menang)


Jay pun mengambil ponselnya dan menelpon Mark yang ada di mansion


"aku akan pulang, bantu aku masuk ke mansion tanpa di ketahui oleh wanita itu" ucap Jay pada ponselnya


"alah nanti aku jelaskan lebih detail, pokoknya sebentar lagi aku pulang" ucap Jay dan mematikan panggilannya.


Jay dan Naya pun menunggu dokternya yang sedang mengambilkan obat untuk Jay.


sedangkan Di mansion Jay di saat awal Haekal pulang.


Haekal dari perjalanan menuju ke mansion Jay, dia sangatlah berisik. sesampainya di mansion Jay, Haekal langsung menganggu nyonya Clarissa.


Haekal langsung masuk ke mansion dan melihat nyonya Clarissa yang sedang melakukan sarapan pagi.


"annyeong halmeoni...." teriak Haekal yang ikut duduk di kursi meja makan


"siapa yang kau sebut halmeoni?"ucap nyonya Clarissa yang kesal


"oh tentu saja anda" jawab Haekal sambil tersenyum gemas dan membuat anggota Mark, Reyhan, Jake, Andy dan Clayton tersenyum, tapi tidak dengan Jackie.


"enak saja kamu memanggilku dengan sebutan nenek" kesal nyonya Clarissa


"ngapain kalian di sini?" tanya nyonya Clarissa lagi


"Jay Hyung pergi liburan, jadi kami di suruh tinggal di sini untuk menjaga mansion ini" ucap Mark


"liburan?, liburan kemana?, apa bersama Giska?" tanya nyonya Clarissa bertubi-tubi


"oh halmeoni.. kau mengenal tante Giska?" tanya Haekal


"berhenti memanggilku halmeoni?" bentak nyonya Clarissa


"aaaaaaa Hyung.... halmeoni ini membentak ku, hatiku sangat sakit" ucap Haekal kemudian memeluk Jackie yang duduk di sampingnya dan membuat nyonya Clarissa memasang ekspresi wajah yang jijik melihat Haekal.


"kalian pergi saja dari sini, aku yang akan menjaga mansion anakku Jay" ucap nyonya Clarissa yang melanjutkan makan.


"oh tidak bisa, kami akan menjaga mansion ini, lagian mansion ini bisa lari-lari jika tidak di jaga dengan benar" ucap Haekal


"apa kau bodoh?" tanya nyonya Clarissa pada Haekal


"siapa bilang dia bodoh?, anda saja yang ta bisa memahami isi otak dia, yang artinya andalah yang bodoh bukan dia" ucap Reyhan yang membela Haekal dan membuat nyonya Clarissa marah


"Reyhan~aaaa saranghae" ucap Haekal yang melakukan aegyo dan membuat Reyhan melakukan rolling eyes nya.


"kami akan tinggal di sini, jika anda tidak suka silakan hubungi Jay Hyung" ucap Jackie dengan ekspresi datar


pranggg... "lihat saja nanti, akan saya lempar kalian dari sini" ucap nyonya Clarissa yang membanting sendok makannya dan pergi.


"halmeoni mau kemana, anda belum menghabisi makanannya" teriak Haekal


"hah, lihat saja ini baru awal, aku ku buat kau tau posisi mu halmeoni. ini semua karena kau telah menyakiti panutan ku" ucap Haekal yang smirk


"Haekal, aku mengakui kehebatan mu" ucap Clayton yang mengacungkan dua jempolnya


di saat mereka sedang asik makan sambil mengobrol, ponsel Mark berbunyi.


"Jay Hyung" ucap Mark yang melihat ponselnya


"halo Hyung" sapa Mark pada ponselnya


"hah, maksudnya gimana?, bagaimana Hyung bisa pulang?, apakan Hyung sudah sembuh?" tanya Mark bertubi-tubi pada ponselnya


"baiklah Hyung, aku akan meminta bantuan orang-orang di sini untuk membuat masuk ke sini" ucap Mark


"ada apa?, jay Hyung sudah bisa pulang?" tanya Jake


"bukankah Jay Hyung masih sakit?" tanya Andy lagi


"nanti dia akan menceritakannya lebih detail, kita harus membuat nyonya Clarissa terkurung di kamarnya sebentar" ucap Mark


"aku benar-benar tak bisa menebak isi pikiran Jay hyung" ucap Clayton


"kau benar, apa yang sedang ia rencanakan sekarang" ucap Reyhan


"otak anak kecil seperti kalian tidak akan mengerti apa yang dipikirkan oleh Jay Hyung" sahut Jackie yang membuat semua pandangan mengarah ke padanya.


"sudahlah aku akan ke dapur dan menemui margin" ucap Mark


"aku ikut Hyung" ucap Andy


"biar aku yang mengurus nenek itu" ucap Haekal


"aku akan membantu mu Haekal" jawab Reyhan


"aku akan membawa Jay Hyung masuk ke sini" sahut Jake


"aku juga akan membantu mu Jake" sahut Clayton


"aku akan menontonnya" ucap Jackie santai dan kembali mendapatkan tatapan dari mereka semua.


"Jackie ikutlah untuk membantu Jay Hyung dan Naya" ucap Jake


"aku tidak tertarik membantu Jay Hyung untuk membuat kecebong nya" sahut Jackie dan pergi


"anak itu benar-benar" ucap Jake


setelah sekian lama menunggu, jamu sudah menuju siang hari Jay dan Naya pun sudah sampai di halaman mansion. Jay mengirim pesan pada Mark


Jay Hyung : aku sudah di luar, apa wanita itu ada di dalam?


Mark : tunggu Hyung, Haekal sedang melakukan aksinya.


Haekal datang ke kamar nyonya Clarissa


tok...tok..."halmeoni"teriak Haekal yang mengetuk pintu kamar nyonya Clarissa


"tok...tok..tok..tok..."halmeoni...." teriak Haekal lagi


klekkkk "ada apa?, berhenti menganggu aku bocah ingusan" bentak nyonya Clarissa


Haekal langsung nyelonong masuk kemar yang di tempati oleh nyonya Clarissa.


"hey apa yang kau lakukan" teriak nyonya Clarissa


"halmeoni.. aku mau main dengan mu" ucap Haekal yang memasang wajah imutnya


kleekkkk" Haekal ayok keluar, jangan masuk ke kamar orang seperti itu" ucap Reyhan yang ikut masuk ke kamar


"hey kau juga masuk ke sini tanpa izin" teriak nyonya Clarissa


"maaf, saya hanya ingin membawa Haekal" ucap Reyhan


"Haekal ayolah keluar" ucap Reyhan


"aku tidak mau, aku mau main dengan halmeoni" teriak Haekal


"hah, penyakitnya kambuh lagi" ucap Reyhan yang menarik tangan Haekal


"maaf nyonya silakan kunci pintu kamar anda, saya takut dia akan masuk lagi" ucap Reyhan yang menyeret Haekal keluar


"aaa aku tidak mau, Reyhan aku mau main dengan halmeoni" berontak Haekal


melihat Reyhan sudah membawa Haekal keluar, nyonya Clarissa yang frustasi langsung menutup dan mengunci kamarnya.


"ahh kepala ku benar-benar pusing. di mana Jay mengambil anak-anak sialan itu" ucap nyonya Clarissa yang memegang kepalanya.


melihat nyonya Clarissa yang sudah mengunci pintu kamarnya, Jake dan Clayton langsung membawa Jay dan Naya masuk ke mansion.


"hyung ayo" ajak Jake


"di mana wanita itu" tanya Jay sambil turun dari mobil


"dia sudah di kamarnya, ayok cepat" ucap Clayton


mereka pun jalan dengan cepat dan masuk ke mansion.


"Margin antarkan makanan ke kamar ku" perintah Jay pada margin yang menunggu mereka di dalam mansion.


jay dan Naya menuju ke kamar dengan buru-buru, dan akhirnya mereka pun sampai ke kamarnya.


"terimakasih Oppa" ucap Naya yang sudah berada di pintu kamarnya


"Sama-sama Naya" jawab Clayton


"jika kamu butuh sesuatu hubungi oppa" ucap Jake


"baiklah" jawab Naya sambil tersenyum


"Naya masuklah" ucap Jay.


"Naya ini makanannya, jika sudah habis hubungi ibu" ucap margin yang menyerahkan nampan ke Naya


"terimakasih ibu" ucap Naya dan masuk ke kamar.


"sayang ayo makan dulu dan minum obat" ucap Naya setelah menekankan tombol kedap suara.


"aku sangat merindukan kamar ini" ucap Kay yang membaringkan tubuhnya


"makan dulu" ucap Naya.


di bawah, Jake dan Clayton beserta margin pun turun.


"aman?" tanya Mark dan di balas dengan jempol dan senyum oleh Jake.


"kalian duduklah di sini, aku akan membuatkan kalian cemilan yang enak. ini semua atas keberhasilan kalian" ucap Margin sambil tersenyum


"uwwwaaaaaaooo, aku sangat menyukaimu margin" ucap Haekal yang memeluk margin


"kau hanya berakting gila di depan nyonya itu, bukan di depan margin" ucap Reyhan yang menarik Haekal


"hahaha, tuan Haekal sangat pintar" ucap margin yang memuji Haekal


"hehehehe, panggil saja aku Haekal" ucap Haekal yang malu-malu.


di kamar Jay dan Naya, mereka sudah selesai makan dan memberikan Jay obat. Naya juga sudah menghubungi margin untuk mengambil piring kotor, dan margin pun menyuruh main lain untuk mengambilnya.


"sekarang istirahatlah" ucap Naya


"kamu juga, istirahatlah" ucap Jay dan tersenyum penuh makna.


mereka pun tertidur sehingga tiba di waktu jam makan malam. Naya dan Jay sudah mandi, dan merekapun melakukan makan malam di kamar lagi.


sedangkan di meja makan nyonya Clarissa memasang wajah kesalnya.


"besok kalian pergi dari sini.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


...****************...


maaf jika ada kata yang typo....


...----------------...