
Tanpa berpikir lama Jay dan yang lainnya langsung keluar dari ruang meeting dan menuju ke ruangan Jay kembali. Di perjalanan menuju ke ruangan Jay, Jhonny dan Kelvin terus menghibur Jay, namun niatnya yang ingin menghibur malah membuat Jay kesal.
"Jay ayolah tunjukkan pada kamu" ucap Jhonny yang merangkul Jay
"Iya kami sangat penasaran" sambung Kelvin
"Lepaskan aku" ucap Jay yang kesal.
Disaat mereka sampai ke ruangan Jay, mereka sangat terkejut saat melihat ruangan Jay.
"Naya, Haekal berhenti" ucap Jay yang melihat istrinya dan Haekal sedang kejar-kejaran di ruang kerja.
"Ada apa dengan kalian berdua, lihatlah ruangan Jay benar-benar sudah berantakan" ucap Tirta
"Kalian kenapa tidak melerai mereka?" tanya Kelvin
"Kami sudah berusaha Hyung, tapi tidak bisa" sahut Mark.
"Sayang kamu kenapa" tanya Jay lembut
"Aku kesal melihat Haekal, dia pasti datang ke sini mau menggoda mu" ucap Naya yang membuat Jhonny dan Kelvin tertawa.
"Hahahaha, Naya kamu boleh cemburu jika Jay dekat dengan wanita yang seksi, tapi sama Haekal hahahahaha, bahkan di lihat dari sisi manapun tak ada hal yang bisa ia gunakan untuk menggoda Jay" ucap Kelvin
"Sayang ayo kita ke kamar saja, kamu istirahat di sana saja" ucap Jay
"Kenapa?, kamu mau aku tidur lalu kamu dekat dengan Haekal?" tanya Naya yang benar-benar cemburu pada Haekal karena pengaruh hamilnya.
"Sayang udahlah, kenapa kamu cemburu aku dekat dengan Haekal. dia aku anggap adikku" ucap Jay
"Jadi kamu membelanya" ucap Naya
"Bukan maksud membelanya sayang, tapi itulah faktanya" ucap Jay
Naya terdiam sejenak dan melirik kearah Haekal yang sangat berantakan karena ulahnya.
"Aaaaaaa Haekal maafkan aku" teriak Naya sambil menangis dan memeluk Haekal
"Aaaa Naya" ucap Haekal yang menangis juga dan memeluk Naya juga.
"Aku tidak menyuruh kalian untuk berpelukan" ucap Jay
"Yak kenapa kamu jahat sekali, aku memeluk Haekal karena aku merasa bersalah padanya" ucap Naya.
"Haekal kamu mau makan sesuatu?" tanya Naya yang pergi menuju sofa dengan Haekal.
"Aku Sangat laper" ucap Haekal yang duduk di sofa bareng Naya.
"Kamu mau makan apa?, cepat katakan Jay akan memesannya untuk kita" ucap Naya
"Aku mau kimchi jjigae, oh jinjja kimchi jjigae masisseoyo" ucap Haekal yang eksaited.
"Baiklah aku akan memesan itu untuk kamu sedangkan aku akan memesan Tteokbokki dan Bungeo ppang, aku tiba-tiba ingin memakan itu" ucap Naya tampa memperdulikan adanya Orang lain di sana.
Jay dan yang lainnya hanya menatap keanehan tingkah Naya, lalu membiarkan mereka berdua.
"Kenapa kalian kesini?" tanya Jay
"Ten hyung meminta kami untuk mengantarkan ini ke pada Hyung" ucap Mark yang menyerahkan sesuatu pada Jay
"Itu semua bukti dan dokumen yang di ambil di perusahaan tuan Seno, itu bukti kalau perusahaan itu memang milik keluarga Aruna yang mereka alihkan" ucap Reyhan yang sedikit berbisik.
"Jhonny kalian urus masalah ini, tapi sebaiknya kita makan sian di luar saja dulu, biarkan OB membersihkan ruangan ini" ucap Jay
"Kita bahas ini nanti, ada Naya di sini" ucap Jay yang juga berbisik.
"Aku setuju" sahut Tirta.
"Sayang jangan memesan makanan, kita akan makan di luar, nanti kamu bisa makan sepuasnya" ucap Jay
"Baiklah ayo" sahut Naya dengan gembira.
Mereka pun keluar dari kantor dan menuju restoran tempat lunch. Di perjalanan Donny terus menjadi saksi atas keromantisan dua manusia itu.
Naya terus memeluk Jay dan sesekali mencium pipi Jay.
"Eheummm, Naya sebaiknya simpan keromantisan kamu dan Jay saat kalian hanya berdua saja, jangan ada aku" ucap Donny
"Iri ya, makanya nikah biar ngerasain juga gimana rasanya kalau istri lagi pengen manjaan sama suaminya" ucap Naya yang membuat Jay tersenyum
"Pedes amat nih bocah mulutnya" ucap Donny pelan dan melanjutkan menyetir.
Tak lama kemudian mereka pun sampai ke sebuah restoran mewah untuk lunch.
"Aduhh, aku udah laper banget" ucap Haekal
"Pesanlah kamu mau apa?" tanya Naya
"Donny ada apa dengan wajahmu?, kau terlihat kesal" ucap Kelvin
"Aku kesal selama perjalanan cuma menjadi orang ketiga di dalam mobil" ucap Donny datar.
"Hahahhaha aku kasian pada mu Don" ucap Jhonny
"Hyung pesanlah yang dingin-dingin" ucap Mark
Mereka pun mulai memesan makanan mereka. Sambil menunggu pesanan datang mereka saling mengobrol.
"Oppa nanti malam kamu akan mengadakan barbequean, kalian harus datang" ucap Naya
"Wah itu pasti bakal seru, kamu akan datang nanti malam"ucap Tirta
"Itu pasti kami akan datang Naya" ucap Jhonny
"Kabarkan pada yang lain juga oke" ucap Naya
"Aku akan menghubungi mereka nanti" ucap Kelvin
"Btw kenapa Naya tiba-tiba minta barbequean?" tanya Mark
"Entahlah, rasanya aku sangat ingin berkumpul rame-rame di mansion" ucap Naya
"Bawaan bayi?" tanya Reyhan
"Iya mungkin, terkadang mood ku sering berubah, jadi aku minta maaf kalau kalian tersinggung karena kelakuan ku belakangan ini" ucap Naya
"Itu tidak masalah Nay, kami semua akan siap menerima apapun demi calon keponakan kami" ucap Jake tersenyum.
Jay yang mendengar sang istri ngomong hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala sang istri.
Di saat mereka sedang asik mengobrol, makanan yang mereka pesan pun datang.
"Kamsahamnida" ucap Naya pada pelayan restoran dan di balas anggukan dan tersenyum oleh pelayan.
Mereka pun mulai mengambil makanan dan memakannya.
"Hambokeseumnida" teriak Haekal
"Hambokeseumnida" Sahut semuanya.
Mereka makan sambil sesekali bercanda bersama, mereka juga menikmati setiap makan yang mereka makan, terutama Naya dan Haekal yang makan begitu lahap.
Jay sesekali menyuapi sang istri dengan makan yang ia pesan. Kurang lebih setengah jam akhirnya makan yang mereka pesan pun habis di lahap.
"Aaaaa Hyung aku sungguh kenyang" ucap Haekal yang berteriak.
"Tentu saja kau kenyang, kau menghabisi makanan ku juga" sahut Reyhan.
"Kau sangat hebat dalam hal menghabiskan makan" ucap Clayton.
"yak jika aku tidak menghabisi makanan kalian, maka makanan itu akan tersisa di sini" ucap Haekal
"Kami juga akan menghabisinya sendiri" ucap Andy
"Wah kalian benar-benar tak tau terimakasih" ucap Haekal
"Diamlah" ucap Jackie yang membuat Haekal langsung terdiam.
"Sepertinya kita tidak perlu lagi pencuci mulut, kita sudah mencuci mata kita dengan tingkah mereka" ucap Kelvin
"Kau benar" sahut Jay yang hanya menatap kearah Jaytrack Dream.
"Aku ke toilet sebentar" ucap Naya
"Mau aku temani?" tanya Jay
"Tidak usah, aku akan pergi sendiri saja" ucap Naya yang beranjak pergi.
Naya berlari ke toilet karena dia benar-benar sudah kebelet. Setelah buang air kecil Naya pun keluar dari toilet.
"Aaahh leganya" ucap Naya yang mencuci tangan di wastafel.
Saat Naya ingin balik ke tempat meja makan mereka, tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulut Naya dengan sapu tangan yang sudah di bius sehingga membuat Naya pingsan.
"Eummmm" teriak Naya yang akhirnya pingsan
...****************...
...****************...
...****************...
Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...
...----------------...
...----------------...
maaf jika ada kata yang typo
...****************...
...****************...