HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
SALING BERSANGKUT PAUT



Saat Jay turun dari tangga dengan raut wajah yang kesal dan rambut yang acakan beberapa anggota Jaytrack tersenyum, apalagi saat melihat Jhonny yang turun sambil tersenyum mengejek


"wah ada apa ini, kenapa wajah mu cemberut begitu Jay?" tanya June


"hahaha Jay cemberut karena mommy nya pulang dengan cepat" ejek Jhonny


"diam kau" ucap Jay yang kesal dan duduk di sofa


"dia benar-benar sudah pergi?" tanya Jay


"heumm, bisa di bilang ini berkat Haekal" ucap Kelvin dan membuat Jay melihat kearah Haekal


"kau memang punya bakat menjadi biang rusuh" ucap Jay lirih


"terimakasih Hyung atas pujiannya" ucap Haekal sambil tersenyum


"itu bukan pujian Jay" ucap Reyhan


"oh ya ada hal yang ingin ku sampaikan pada kalian" ucap Tirta


"ada apa?" tanya Jay


"apa ada masalah lagi?" tanya Hendry


"aku, Zeus, Ten, Young dan Yudha menemukan titik terang tentang kematian keluarga ku dan keluarga Aruna" ucap Tirta


"aku juga menemukan identitas orang yang menjadi selingkuhan mommy mu Jay" ucap Ten


"dan ini semuanya ada sangkut pautnya Jay" ucap Ten lagi


"sangkut paut maksudnya?" tanya Jay yang kebingungan


"sebaiknya kita bahas ini saat kau sembuh saja Jay" ucap Tirta


"kau pikir aku akan menjadi lemah hanya karena luka ini?" tanya Jay


"itu luka tembakan Hyung" ucap Andy


"ini benar-benar tak ada rasanya sama aku, aku sudah kebal dengan luka seperti ini, yang penting tembakan tak terkena di jantung maupun hatiku saja" ucap Jay


"lalu buat apa kau sampai di perban segitunya, sampai hampir setengah badan mu?" tanya June


"aku hanya ingin bermanjaan dengan istri ku, dan kalian selalu menjadi pengganggu" ucap Jay memalas


"segitunya caramu mencari perhatian" sindir Donny


"itu karena Naya istri ku" ucap Jay cepat


"istri yang selalu Hyung kerjain atau Hyung bohongin" sindir Jackie


"kau anak kecil, jadi diamlah" ucap Jay


"sepertinya adikku harus menahan batinnya selama dengan mu Jay" ucap Tirta


"jadi sangkut pautnya masalah ini semua?" tanya Jay kembali


"kita bahas itu di saat tidak ada Naya, aku takut jika Naya tau dan akan membuat dia syok" ucap Tirta


"yang jelas, daddy mu meninggal karena di bunuh juga Jay, bukan kerena serangan jantung biasa" ucap Ten


"apa?, tapi aku mendengar sendiri dokter bilang daddy ku meninggal karena serangan jantung" ucap Jay


"dan aku tidak melihat hal-hal yang janggal dengan jenazah daddy ku" ucap Jay lagi


"mungkin pada saat itu kau sedang sedih Jay, lagian pada saat itu pula kau masih menjadi remaja biasa yang belum pandai dalam mencurigai sesuatu" ucap Tirta


"ada kesimpulan yang menarik di semua kejadian ini" ucap Zeus


"kesimpulan menarik?, apa?" tanya Jay


"sepertinya kau dan Naya memang sudah di takdir kan bersama, hidup kalian sudah bersangkut paut dari dulu" jelas Zeus


"ya aku setuju dengan Zeus" sahut Yudha


"saat menemui kebenaran ini semua, aku juga berpikir demikian" ucap Yudha


"apa ini, aku benar-benar penasaran?" ucap Jay


"kita bahas ini besok saja Jay, sebaiknya besok suruh Naya untuk ke kampus" ucap Hendry


"ya aku setuju, dengan begitu kita punya banyak waktu untuk membahas masalah ini" ucap June


"baiklah" ucap Jay


"Jake, Jackie, Haekal, Reyhan dan Mark, besok kalian jadilah mahasiswa di kampus Hendry dan terus awasi Naya" ucap Teil


"baik Hyung" sahut Jake, Jackie, Haekal, Reyhan dan Mark barengan


"aku butuh tenaga Young, Andy dan Clayton besok untuk meretas beberapa data" ucap Tirta


"siap Hyung" ucap Young, Andy dan Clayton barengan


"sekarang istirahatlah dan siapkan diri kalian untuk sesuatu yang besar besok" ucap Teil


"Jay jangan terlalu memikirkan apapun, kembalilah ke kamar mu" suruh Teil lagi


Jay pun pergi memasuki kamarnya dengan raut wajah penasaran sekaligus raut wajah sedih karena mengingat daddy nya.


klekkkk, blammm Jay membuka pintu kamar dan menutupnya kembali. Jay berdiri di belakang pintu kamar dengan memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di pintu kamar.


("apa benar daddy meninggal bukan karena serangan jantung?, apa ada hal yang lebih parah lagi yang di lakukan oleh nyonya Clarissa?"batin Jay yang penuh dengan tanda tanya)


Naya yang melihat Jay hanya berdiri dan memejamkan matanya di belakang pintu pun menghampiri Jay.


"ada apa?, apa ada masalah?" tanya Naya yang mengusap pundak sang suami


"tidak, tidak ada masalah apa-apa" ucap Jay yang memeluk Naya


"tidak mungkin, kamu pasti berbohong" ucap Naya yang berada dalam pelukan Jay


"aku tidak apa-apa sayang, aku hanya ingin memeluk mu seperti ini" ucap Jay yang memeluk Naya dengan erat


"tapi luka mu terhimpit Jay" ucap Naya


"rasa luka ini hilang karena mu Naya, tetaplah bersama ku sampai kapanpun dan jangan tinggalkan aku" ucap Jay dengan suara yang mulai serak


Naya yang mengetahui suara Jay mulai serak, memilih menenangkan Jay. Jay membawa Jay ke kasur.


"ayo kemari" ucap Naya yang membawa Jay ke kasur dan duduk.


"aku ini istri mu, jadi apapun yang menjadi beban ku, aku aku ceritakan padamu, begitu juga dengan mu. kamu suami aku, jadi seharusnya kamu juga menceritakan semua beban mu padaku" ucap Naya yang memegang pipi Jay


"namun jika kamu belum bisa bercerita todak masalah, kamu bisa menceritakan semuanya ketika kamu sesudah pikiran mu tenang" ucap Naya lagi sambil tersenyum


"jangan tinggalkan aku Naya, aku mau kamu terus bersama ku, aku hanya memiliki kamu di dunia ini" ucap Jay yang memeluk Naya dan mulai mengeluarkan air matanya.


Naya memeluk sang suami lagi, dia tak tau apa yang terjadi di bawah sehingga suaminya kembali ke kamar dengan keadaan sedih seperti ini.


"aku tidak akan meninggalkan kamu sayang" ucap Naya


Jay melepaskan pelukannya dan mencium Naya. ciuman mereka semakin dalam sehingga malam itu mereka kembali melakukan hubungan suami istri.


setelah malam yang panjang, pagi pun tiba, Jay membuka matanya dan melihat Naya yang masih tertidur dengan berbalut selimut tebal.


Jay meraih ponselnya dan mengirim pesan di grup chat Jaytrack


isi pesan Jay.


Jay: kita berkumpul di kantor ku saja, hari ini Naya belum bisa masuk ke kampus.


setelah mengirimkan pesan, Jay menaruh ponselnya kembali di meja kecil samping kasur. lalu dia mencium Naya yang masih tertidur dan kemudian bergegas masuk ke kamar mandi.


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...----------------...


...----------------...


maaf jika ada kata typo...


...----------------...


...----------------...