HE CEO OR MAFIA

HE CEO OR MAFIA
KEMBALINYA TRAUMA NAYA



"sayang kita pulang sekarang oke" ucap Jay yang kembali menyetir dengan satu tangan menggenggam tangan Naya.


sesampainya di mansion Jay langsung membawa masuk Naya ke kamar.


"tuan kenapa dengan Naya?" tanya margin


"margin ambil air hangat untuk Naya" ucap Jay yang memapah Naya ke kamar.


"baik tuan" ucap margin dan langsung pergi mengambil air untuk Naya.


"sayang duduklah" ucap Jay yang mendudukkan Naya di kasur.


"ini tuan" ucap margin yang masuk ke kamar Jay dan Naya membawa air.


"sayang minum dulu" ucap Jay yang memberikan Naya minum


"tuan kenapa dengan Naya?" tanya margin lagi


"Donny akan menceritakannya pada mu nanti" ucap Jay


"baiklah tuan, kalau begitu saya keluar dulu" ucap Margin dan keluar.


"kamu sudah tenang sekarang?" tanya Jay dan mendapatkan anggukan dari Naya.


"sekarang kamu istirahat saja, jangan memikirkan kejadian tadi lagi" ucap Jay yang membaringkan tubuh Naya.


"terimakasih" ucap Naya


"tolong bilang terimakasih juga pada Jackie oppa" ucap Naya


"iya nanti akan ku sampaikan" ucap Jay yang mengelus rambut Naya.


"sekarang tidurlah dan lupakan semuanya" ucap Jay lagi


tak lama kemudian Naya pun tertidur. Jay yang sudah memastikan tertidur pun langsung keluar dan menemui anggota Jaytrack ya sudah menunggu nya di ruang tamu.


"bagaimana keadaan adik ku?" tanya Tirta pada Jay


"dia sudah tidur" sahut Jay dengan tatapan tajam


"Yudha habisi bocah sialan itu" ucap Jay


"percayakan semuanya pada ku, urusan menghabisi orang aku ahlinya" ucap Yudha sambil smirk


"Jackie terimakasih telah membantu Naya" ucap Jay


"itu tugas ku" sahut Jackie


"aku mau kalian beri pelajaran pada 3 wanita sialan itu" ucap Jay dengan tatapan amarah


"tenang Hyung, kami akan membuat dia menderita selama di kampus" ucap Haekal


"iya Hyung urusan wanita sialan itu, biar kami yang mengurusnya" sahut Reyhan


"mungkin beberapa hari Naya akan kuliah di mansion" ucap Jay


"baik Jay, aku akan mengurusnya dengan dosen-dosen lain" ucap Hendry


"Luck buat wanita itu malu" ucap Jay lagi


"siapa pun yang menyakiti Naya akan ku buat dia hancur sehancur-hancurnya." ucap Jay dengan tatapan tajam


"kau tenanglah Jay, jangan sampai kau juga tersulut emosi. Naya akan takut jika melihat mu sedang emosi" ucap Kelvin


"Donny urus masalah kantor, aku akan menemani Naya di mansion dalam beberapa hari ini" ucap Jay


"tuan, apa kalian tidak mendengarnya?" tanya margin yang datang tiba-tiba dari tangga


"ada apa margin?" tanya Jhonny


"Naya, dia teriak-teriak dari tadi" ucap Margin


"apa?" ucap Jay yang langsung berlari ke atas dan di ikuti oleh yang lainnya.


kamar Jay benar-benar berantakan oleh Naya. Naya teriak dan menangis histeris.


"lepaskan aku... lepaskan aku mohon" ucap Naya yang menangis di pojokan.


"sayang" panggil Jay yang memegang kedua bahu Naya.


"lepaskan, jangan mendekati aku, kenapa kalian para laki-laki sama saja, kalian terus ingin melecehkan ku kenapa" teriak Naya yang histeris


"sayang ini aku, aku suami kamu" ucap Jay


"Naya, oppa di sini" ucap Tirta lagi


"mereka melecehkan aku, tolong aku, aku tidak mau terus di lecehkan seperti ini haaa.." ucap Naya yang memeluk Jay dan menangis.


"sayang tidak akan ada yang melecehkan mu, ada aku di sini" ucap Jay yang juga mengeluarkan air matanya.


"dia.. dia akan datang tiap malam ke kamar ku dan melecehkan ku, aku takut, tolong jangan tinggalkan aku sendiri aku mohon" ucap Naya pada Jay dengan mata yang sudah sangat sembab karena menangis.


"tidak, aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Jay yang mencium kening Naya.


"aku takut..." ucap Naya yang akhirnya dia pingsan


"sayang" ucap Jay


"Naya" ucap anggota Jaytrack


"Donny siapkan mobil, kita bawa Naya ke rumah sakit" ucap Jay yang membopong tubuh Naya


"cepat" ucap Tirta


"margin bereskan kamar Jay" ucap Jhonny


"baik tuan, tolong kabarkan pada saya kondisi Naya" ucap Margin


"baik" sahut Jhonny dan pergi.


sepanjang perjalanan Jay memeluk tubuh Naya dengan sangat khawatir. bahkan Jay mengeluarkan air matanya saat memeluk Naya.


"Jay tenangkan dirimu" ucap Tirta


"bagaimana bisa Tirta, istri ku begini" ucap Jay


"yakinlah Naya akan baik-baik saja" ucap Donny yang menyetir


"ini semua karena Eric dan bocah sialan itu" ucap Jay


"pokonya aku tidak mau tahu, bawa mereka hidup-hidup ke hadapan ku" ucap Jay dengan tatapan marahnya


"Jay jangan pikirkan mereka dulu, pikirkan Naya sekarang " ucap Tirta.


jay memeluk Naya kembali. dan mereka pun sampai ke rumah sakit. Naya langsung di tidurkan ke atas brankar dan di masukan ke dalam ruang pemeriksaan.


"mohon menunggu diluar" ucap dokter dan menutup pintu ruangan tersebut.


Jay terduduk dan panik.


"pelecehan seperti apa yang Eric lakukan pada Naya, sehingga traumanya membekas hingga sekarang" ucap Jay


"aghh seharusnya ku habisi dia tadi" ucap Jackie


"kau bisa masuk penjara Jackie, bahkan dia bisa melapor mu karena telah memukulnya tadi" ucap Mark


"kita gak boleh gegabah Jackie" sahut Reyhan


"aku tidak peduli, jika Naya tidak bisa menghukum omnya yang sialan itu, maka aku oppa nya yang akan menghukum bajingan itu" ucap Jackie


"kali ini kau benar Jackie, kita harus menghukum bocah sialan itu dan si tua bangka itu" ucap Jay


"kita bahas ini nanti, sekarang kita fokus pada Naya dulu" ucap Tirta


"aku setuju pada Tirta" sahut Jhonny


"kesembuhan Naya yang utama" sahut Hendry.


di saat mereka menunggu dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan.


klekkkkk...


...****************...


...****************...


...****************...


Hei guys ini cerita baru dari author, jangan lupa tambahkan ke list favorit kalian, like dan komen juga bye..bye...


...****************...


maaf jika ada kata yang typo.....


......................


......................