FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE
Ch-8. Janji



Hari tampak sore, suasana begitu tenang dengan angin yang bersepoi-sepoi di bawah pohon yang rindang. Mila mengelus-elus rambut Razie yang sedang berbaring di pangkuannya, penuh dengan canda dan tawa serasa hanya mereka berdua yang hidup dengan merasakan hal seindah itu. Terpikir dibenak Mila, ia ingin Razie memiliki janji untuknya.


"Razie kamu mau gak berjanji untukku disini!" tanya Mila yang masih membelai rambut Razie.


Razie tidak mendengar apa yang dikatakan Mila kepadanya, saking bahagianya ia pun melamun.


"Aduhhh....." Mila mencubit pipi Razie.


"Kamu kenapa melamun begitu, aku meminta kamu agar berjanji kepada ku!" pinta Mila.


Mendengar Perkataan dari Mila membuat Razie bingung, ia bangun dari pangkuan Mila dan duduk di sampingnya seraya menatap mata Mila.


"Janji apa yang kamu maksud" Razie terlihat kebingungan dan terus menatap mata Mila tanpa berkedip sedikitpun.


"Itu lho janji buat kesetiaan kamu ke aku" Mila memalingkan mukanya karena malu ditatap oleh Razie.


"Baiklah aku berjanji kepada tuan putriku Mila akan selalu menjagamu hingga akhirhayatku sampai tua, sampai kakek nenek sekalian" ucap Razie sambil memegang kepala Mila dan menghadapkan kearahnya.


Tersenyum dan bergelinang air mata bahagia di pipi mungil Mila dengan memeluk senyap dan hangat badan Razie. Tanpa suara, tanpa rintih jerit tangis Razie mulai menghapus air mata Mila. Sangat lama berpelukan hingga waktu tak terasa telah menjelang malam, Razie mengantar kekasihnya Mila pulang ke rumah.


Tidak terlalu lama berjalan mereka berdua telah sampai di depan rumah Mila, terlihat ayah Mila (Jack) sedang menunggu putrinya pulang, Jack menghampiri mereka berdua.


"Putriku akhirnya kamu pulang juga bapak sangat khawatir" Jack menghampiri putrinya.


"Iya ayah, ayah jangan terlalu panik karena aku kan sudah dewasa" ucap Mila.


"Bagaimana ayah tidak panik, kamu adalah putri ayah yang satu-satunya" Jack menyanggah perkataan putrinya.


"Laki-laki yang di belakang kamu itu siapa?" tanya Jack kepada putrinya seraya menunjuk Razie.


"Razie om" Razie menjabat tangan ayah Mila.


"Kamu pacarnya Mila ya?" tanya Jack kepada Razie.


Razie hanya tersenyum, Mila menarik ayahnya berpaling "ayah jangan begitu aku malu" bisik Mila.


"Dia sangat tampan dan terlihat sangat dermawan kamu sangat cocok dengannya" bisik Jack kepada putrinya.


Razie terlihat sangat tidak nyaman oleh situasi tersebut dan mengharusknnya untuk segera pulang.


"Om, Mila aku pulang dulu ya takutnya nanti orang tua bakal mencariku" Razie izin pamit pulang.


"Mengapa tidak mampir dulu, kita berbincang-bincang tentang putriku si manis ini" kata Jack sambil memcubit pipi putrinya.


Razie membalas senyuman ayah Mila dan berkata "Mungkin lain kali aja mengobrolnya karena sudah terlalu larut malam.


"Kalau begitu hati-hati di jalan dan terimakasih telah mengantarkan pulang putri om"


"Baiklah saya permisi dulu om" Razie berbalik badan dan pergi meninggalkan Mila dengan ayahnya.


Ketika di perjalanan pulang di tengah hutan yang sangat angker dan sunyi senyap hanya ada suara jangkrik yang terdengar olehnya.


Sekilat cahaya putih terang, ternyata yang ia lihat adalah sebuah sinter yang berlari kearahnya. Di antara cahaya itu ia melihat ada seseorang yang mendekatinya kemudian menerkamnya menggunakan sebuah karung. Ternyata mereka adalah preman yang Razie hadapi tadi pagi ingin balas dendam dengannya.


Karena tidak bisa melawan Razie hanya pasrah, mereka memukul-mukuli karung yang berisi Razie di dalamnya. Preman tersebut membuang Razie ke hutan yang tak pernah dihuni oleh seorang pun.


To be continous.....