FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE
Ch-4. Masalalu



Razie menyerahkan benda tersebut kepada ayahnya, hal itu membuat ayahnya terkejut.


"Dari mana kamu mendapatkan benda ini?" kata ayahnya sambil menekuk kedua alisnya.


"Kemaren aku menemukannya tergeletak di tengah hutan ketika sedang berburu yah" kata Razie dengan menyembunyikan kebenarannya.


"Memangnya ada apa dengan benda ini sehingga membuat ayah begitu terkejutnya?" teruskan Razie.


Ayahnya seperti orang yang histeris "B-Benda ini disebut dengan kunai yang dimiliki oleh klan sinobi, benda ini telah m-membunuh guruku".


Razie begitu bingung dan cemas "Ayah, ayah tenang, ayah bisa cerita tentang ada apa dengan kunai ini dan guru ayah!!".


Ayahnya sedang berpikir "Baiklah sepertinya ini waktu yang tepat untuk menceritakan masalalu ku" ucapnya.


"Di suatu gunung ayah hidup dengan seorang teman yaitu Jack yang telah ayah anggap sebagai saudara sendiri, kami berdua berlatih beladiri dengan seorang kakek bernama Jisama yang sangat baik hati. Ia merupakan kesatria terhebat yang memiliki dua ilmu beladiri yaitu samurai dan sinobi. Samurai adalah seseorang dengan kemampuan pedang panjang yang disebut dengan Katana, sedangkan sinobi merupakan seorang ninja yang memiliki senjat berupa pisau bermata dua yang dapat digunakan sebagai pertahanan maupun menyerang dengan cara melemparnya.


kamipun dilatih, namun sayang kami tidak diizinkan untuk menguasai kedua kemampuan yang dimiliki oleh Jisama. Jisama sangat khawatir kepada kami karena masih anak-anak, ia takut jika kami menguasai kedua kemampuan tersebuat karena sangat berat.


Ayah dilatih untuk menguasai tentang jurus dan gerakan samurai, sedangkan Jack menguasai tentang kecepatan dan ketepatan dari sinobi.


Setelah beberapa bulan kemudian Jack berinisiatif sendiri, ia meminta ayah untuk mengajarnya tentang yang telah ayah pelajari. Namun Jisama mengetahui hal tersebut, Jack kena teguran dan diberi hukuman yakni tidak makan selama sebulan. Disinilah yang membuat persaudaraan kami berdua menjadi retak, Jack pergi meninggalkan rumah dan ia sangat dendam kepada Jisama.


Dua minggu sudah berlalu namun Jack belum juga kembali ayah sangat mengkhawatirkannya. namun sayang kekhawatiran ayah di balas dengan duka, di malam itu Jisama menghembuskan napas terakhirnya dengan luka tusuk di perut dan di lehernya. Disamping Jisama yang tergeletak ayah menemukan sebuah kertas yang bertukiskan "itu akibatnya atas kekehan diri sendiri, hay Rean aku memberitahumu aku yang membunuh guru ini merupakan terakhir kalinya aku memberitahukan kabarku, aku selalu berusaha ingin menjadi yang terbaik namun usahaku sia-sia. Aku akan pergi dan memungkinkan ini adalah akhir dari persaudaraan kita. aku dengan keyakinanku sendiri dan kau dengan keyakinan kau miliki". Salam Jack


Melihat tulisan tersebut Ayah pun memiliki dendam yang sangat mendalam dan bersumpah kepada Jisama untuk membalaskan perbuatan Jack kepadanya.


"Begitulah tentang masalalu ayah" ucap ayah Razie.


Razie berbicara dalam hati "Ohh begitu, aku sudah mengerti mengapa warga desa menghindar saat aku menanyakan tentang kunai ini".


"Tapi mengapa ayah baru sekarang memberi tahuku tentang permusuhan ayah" tegas Razie.


"Ayah ingin menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan ini semua karena ayah takut itu akan menjadi beban bagimu" balas ayahnya.


"Tenang ayah aku tidak akan menjadikan beban" teruskan Razie.


Ayahnya memandangi Razie dan mengatakan "Ayah dengar-dengar Jack mempunyai seorang putri yang seumuran dengan mu, ayah berpesan kepada mu wahai putraku jangan sekali-kali kamu berteman apalagi menjalin hubungan percintaan ayah tak sudi itu".


"Baiklah, aku akan dengar perkataan ayah" jawab Razie.


Razie meninggalkan ayahnya pergi ke kamar, ia memikirkan tentang perkataan ayahnya "jangan sekali-kali kamu berteman apalagi menjalin hubungan percintaan ayah tak sudi itu"


"Mungkinkah gadis yang ayah maksud adalah gadis yang telah menyerangku ketika sedang cuci muka di sungai kemaren" gumamnya sambil memandangi kunai yang telah di tinggalkan gadis itu.


Razie terlalu banyak berpikir dan membuat kepalanya sakit, ia pun tertidur.


to be continous....