
Keesokan harinya setelah Razie di tunjuk oleh ayahnya sebagai penerus pelatih warga desa samurai.
"Hari ini kamu harus berpakaiian rapi karena hari ini adalah hari penting" Ucap ayah Razie.
"Baiklah ayah" turut Razie sambil memilih-milih pakaian yang cocok untuknya.
Setelah memilih-milih pakaiaan begitu lama ia menemukan baju yang cocok untuk dipakai.
Razie sedang berpikir "Baju ini sangat cocok untukku, aku terlihat seperti panglima tempur yang ada di tv-tv".
Ayah Razie pergi keluar rumah "Ayah pergi keluar dulu untuk memberi tahu warga desa".
Razie tersenyum "Baiklah ayah, ayah hati-hati dijalan" .
Ayahnya membalas senyuman Razie, tanpa bertele-tele ayah Razie langsung pergi meninggalkan rumah dengan menunggang seekor kuda.
Sesampai di desa ia kemudian turun dari kuda, di sana terlihat ada dua orang pemuda yang sedang bersantai di pos jaga.
"Permisi mas" ucap ayah Razie
"Ehhhh tuan Rean ada yang bisa kami bantu" tanya si pemuda
"Ini saya minta bantuan kalian untuk memberitahukan kepada warga agar dapat berkumpul di depan rumah saya nanti sore" jawab ayah Razie.
Mereka terlihat bingung "memangnya ada apa ya tuan tumben mau mengunpulkan warga desa di rumah tuan, biasanya tuan langsung ngomong ke warga desa".
"Ya sekali-kalilah saya mengajak warga kerumah saya sekaligus ada hal penting yang mau disampaikan" balas ayah Razie.
"Baik tuan kami akan segera memberi tahu warga desa" ucap pemuda.
Ayah Razie tersenyum lebar " Terimakasih atas bantuan kalian".
"Tidak apa-apa tuan, kami permisi dulu" sahut mereka.
"Saya juga mau pamit" Ucap ayah Razie.
"Baik tuan" balas mereka sambil tersenyum
Ayah Razie segera menuju pulang, sedangkan dua orang pemuda tersebut memberi tahukan amanah dari tuan Rean.
Hari menjelang sore warga desa telah berkumpul di depan rumah Razie.
Razie keluar rumah beserta ayahnya untuk menyambut warga desa, Razie terlihat sangat gagah dan tampan dengan Katana yang ia tompang disamping.
"wahai warga sekalian hari ini adalah hari terpenting karena Putraku Razie akan menggantikan aku sebagai pelatih warga desa samurai, putraku silakan maju kedepan dan sampaikan pidato mu" ucap ayah Razie.
Razie maju kedepan dan menyampaikan pidatonya dengan panjang dan lebar.
Setelah berpidato, ia segera dinobatkan sebagai penerus pelatih warga desa samurai, rakyat terlihat bersorak sangat ramainya.
warga desa berbondong-bondong untuk mengambil makanan yang dibagikan ibu Razie.
Setelah acara selesai ayah Razie memperbolehkan warga desa untuk kembali kerumah masing-masing.
"Acara telah selesai kalian dapat pulang kerumah masing-masing" Ucap ayah Razie.
Warga menjawab "Terimakasih tuan atas makanannya".
Ibu, Ayah dan Razie tersenyum dan berkata "Terimakasih kembali".
Acara telah selesai mereka bertiga masuk ke dalam rumah, warga desa telah meninggalkan rumah Razie dengan ramai.
hari mulai petang Razie ingin berburu, ia meminta izin kepada ayah dan ibunya yang sedang santai di ruang tamu.
"Ayah, ibu aku mau berburu sebentar mungkin ada sesuatu yang bisa aku bawa pulang untuk bisa kita makan nanti malam" mohon Razie.
Ibunya menjawab "Inikan udah petang kenapa gak besok aja".
"Udah gak papa bu lagian putra kita bukan anak kecil lagi, jadi biarkan ia bertindak sesukanya tapi jika ada masalah selesaikan sendiri Raz" ayah Razie menyanggah kata ibunya.
"Terimakasih ayah" jawab Razie.
Razie pergi meninggalkan rumah dengan menunggang kuda ayahnya untuk berburu, tidak lama ia pun kembali dengan membawa seekor rusa dan **** hutan.
"Ayah, ibu aku kembali" ucap Razie.
Ayah dan ibunya pun keluar rumah mendengar perkataan Razie.
"Cepat sekali kamu nak kembali, apa yang kamu bawa" ucap ibunya.
Ayahnya tak heran karena semenjak muda ayahnya selalu berburu dan tidak pernah telat untuk pulang.
"Putraku memang sangat cocok untuk jadi pelatih warga desa samurai" gumam ayahnya dalam hati.
"Ini bu aku mendapatkan seekor rusa dan **** hutan" ucap Razie sambil menyerahkan buruannya.
Ibu mengambil apa yang diserahkan putranya dan langsung dibawa ke dapur.
Malampun tiba Razie memandang benda yang telah ia simpan, ia tidak bisa menyelidiki benda tersebut tanpa mengetahui namanya. ia menunjukan sekaligus menanyakaan kepada ayahnya tentang benda tersebut
"Ayah ada sesuatu yang mau aku tunjukan kepada ayah" ucap Razie.
"Apa yang ingin kamu tunjukan" ayahnya menjawab.
Razie menunjukan benda tersebut dan membuat ayahnya terkejut.
to be continous....