FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE
Ch-10. Beruang dan Lubang Besar



Razie tidak bisa melawan beruang besar tanpa menggunakan katana dan mengharuskannya untuk kabur meninggalkan si beruang.


"Ggrrrrrrrr" beruang mengejar Razie.


Razie berlari mengelilingi hutan yang sangat lebat, ia mencari sesuatu yang dapat digunaka untuk melawannya. Setelah jauh dari pandangan beruang, Razie bersembunyi dibalik pohon besar dan mengambil sebatang ranting yang cukup kuat untuk menembus pertahanan beruang.


Razie menemukan sebuah ide, ia berlari sangat kencang menuju arah pohon yang ingin tumbang (miring), Beruang mengejarnya kemudian Razie melompat keatas pohon tersebut, karena posisi pohon miring di tambah beban! akhirnya pohon roboh tepat di badan beruang. Dengan posisi beruang terjebak Razie sangat mudah untuk membunuhnya, tetapi ketika ia mengarahkan ranting ke muka beruang dan berniat untuk membunuhnya sebagai buruan Razie, teringat bahwa bayi beruang begitu kecil jika ia membunuh ibunya bagaimana dengan nasib anaknya. Ia menjadi tidak tega membunuh beruang itu, Razie mendorong pohon yang tumbang sekuat tenaga dan pada akhirnya beruang beban, beruang meneteskan air mata kemudian pergi meninggalkan Razie menuju sarangnya.


Razie kembali ke tempat orang yang diterkam beruang, melihat orang yang tak asing dengan luka sobek di bagian dada, setelah ia mengingat-ingat! ternyata mereka adalah preman yang memalak warga desa samurai ketika berjalan menuju gunung sakau untuk berlatih.


"Maafkan aku telah membawamu ketempat ini!" Preman menghembuskan nafas terakhir.


Karena rasa hampanya di dalam hutan ini membuat Razie tidak betah terlalu lama berada disini. Ia meneruskan perjalanan setelah sampai di penghujung hutan ada sebuah desa dengan rumah terbuat dari gubuk. Terlihat warga desa disana sedang mengadakan perkumpulan seperti upacara. Razie terus memperhatikan mereka tanpa sengaja ia menginjak sebuah ranting, mereka semua menatap kearahnya.


"Wah sepertinya kita kedatangan tamu," ucap kepala suku seraya berpaling badan mendekati Razie.


Ternyata warga desa disana sangatlah baik hati, Razie di jamu dengan berbagai jenis makanan yang di dapat dari alam. Mereka melakukan upacara penyambutan kedatangan tamu baru, Razie sangat menikmati seperti Raja yang sedang mengadakan ajang penampilan seni.


Melihat keadaan desa ini yang begitu damai dan tentram atas kekompakan warga, Razie menceritakan mengapa ia bisa berada di tempat ini, ia juga bertanya kepada mereka jalan keluar hutan tak berpenghuni. Kepala Suku Desa pedalaman ternyata sering berjalan-jalan mengunjungi Desa Samurai, jadi ia sangat tahu jalan pintas yang paling cepat dan aman menuju kesana.


Razie diantar oleh kepala suku ke Desa Samurai, sesampai disana ia tidak lupa untuk mengajaknya mampir ke rumah. Terlihat ayahnya si Rean sedang tidur disofa sangat nyenyak, ia membangunkan Ayahnya.


"Ayah bangun! Tidurnya di dalam rumah aja!".


"Ehh Putraku! Kamu dari mana saja sudah seminggu gak pulang? Ayah dan I


☆☆☆☆☆


Seorang dengan badan yang sudah tua terbujur sangkar di atas kasur, Jack sedang sangat sakit parah ketika terakhir kali bertemu dengan Razie. Mila merawat ayahnya, tetapi ia sangat sibuk dengan pekerjaan rumah yang begitu banyak.


"Andai saja ibu masih ada! Pasti sangat mudah untuk melakukan pekerjaan rumah dan merawat ayah ketika sakit!", Mila membalut kepala ayah dengan kain basah.


Jack tidak menceritakan kepada putrinya bahwa Ibunya meninggal karena terbunuh oleh Rean. Ia menyembunyikan semuanya untuk kebaikan Mila, jika putrinya tahu maka akan terjadi peperangan yang kedua kalinya antara Desa Samurai dengan Desa Sinobi. Jack mempunyai dendam kepada Rean dan berjanji kepada dirinya, ketika waktunya tiba ia akan menyerang Desa Samurai.


Mila berpamitan dengan ayahnya untuk pergi berburu ke bukit Sinai, sekaligus mencari dedaunan yang akan di buat menjadi ramuan untuk mengobati ayahnya.


Razie pergi kerumah Mila dengan membawa perlengkapan Khusus dan Katana yang dipangkunya di belakang , "Tok.. tok.. tok.. permisi Mil.. Mila kamu ada di dalam" Razie mengetok pintu.


Karena tidak ada respon sedikitpun Razie nekat masuk kedalam rumah Mila. Ia masuk kesetiap kamar tetapi Mila tidak ada, ketika memasuki kamar yang terakhir Razie melihat ayah Mila sedang terbaring di atas kasur dengan pembalut kain dikepalanya.


"Om kenapa? Apa yang sudah terjadi?", Razie menghampiri ayah Mila.


Rean mengatakan bahwa ia sedang sakit karena bergadang dua hari.


Razie bertanya mengapa Mila tidak ada di rumah? Rean memberi tahunya bahwa Mila berburu di bukit Sinai.


Razie menyusul Mila kesana dan bertemu di sebuah pohon yang besar. Mila terlihat sedang menghampiri sebuah lubang, dalamya terdapat jurang yang penuh dengan lahar. Entah kenapa Mila terhisap oleh lubang besar itu, Razie berlari untuk menangkap Mila tetapi ia pun ikut terhisap ke dalam lubang itu, lubang tertutup seketika mereka terjebak di dalamnya.


To be continous...