FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE
Ch-5. Latihan Dasar



Seminggu setelah Razie di angkat menjadi pelatih warga desa samurai. Ia mulai melatih warga desa yang ikut serta dalam klan samurai.


"Baiklah, semua yang ikut serta dalam pelatihan apakah sudah siap" tegas Razie sambil memandu warga.


"Kami semua sudah siap guru" jawab warga desa dengan serempak.


Razie sangat malu ketika di panggil warga desa sebagai guru, "Wah jangan panggil saya guru warga sekalian, kita disini sama-sama berlatih panggil saja saya Razie".


"Baik den Razie" kata warga desa


"Hari ini kita akan latihan dasar jadi kalianĀ  jangn repot-repot membawa katana" ucap Razie.


"Tidak perlu berlama-lama disini mari kita pergi kelapangan seperti biasa" Razie melanjutkan perkataannya.


Mereka pergi menuju lapangan yang berada di hilir desa, sesampai disana Razie memerintahkan kepada warga desa untuk berbaris.


"Akhirnya kita telah sampai dilapangan, sebelum berbaris kita berhitung dulu, berhitung mulai" kata Razie.


Warga desa mulai berhitung hingga terakhir berjumlah 134 orang.


Razie bingung, ia tadi sempat menghitung warga desa yang berkumpul di depan rumahnya yaitu berjumlah 135 orang.


"Apakah ada yang belum datang" kata Razie sambil mencari-cari ada yang kurang dari kerumunan warga.


Kemudian seorang gadis berjalan ke arah lapangan sambil memegang dengkulnya.


"Maaf den Razie aku terlambat" kata gadis itu.


"Tidak apa, kenapa dengan kaki kamu?" tanya Razie sambil melihat ke arah kaki gadis itu.


"Tadi pas jalan aku kesandung batu dan aku terjatuh" jawab gadis itu sambil memegang kakinya.


"Ngomong-ngomong nama kamu siapa" Razie menanyakan kembali.


"Aku Mira Malawarti" jawab gadis itu.


"Baiklah Mira, lebih baik kamu jangan ikut latihan dulu, kamu duduk di sana saja sambil melihat kami latihan" Razie menyarankan kepada Mira.


"Baiklah kita akan memulai latihannya tapi sebelum itu buat barisan seperti biasa" perintah Razie.


Razie menjelaskan tentang latihan hari ini yang ingin ia berikan kepada warga desa.


"Latihan yang akan kita lakukan adalah mengatur keseimbangan badan, pertama angkat satu kaki, kedua rentangkan kedua tangan dan yang terakhir lakukan latihan ini selama 15-20 menit. Latihan ini berguna untuk memperkuat kuda-kuda kita" jelaskan Razie.


Warga desa menuruti perintah apa yang diberikan Razie, namun tidak lama berjalannya latihan terdengar ada suara yang jatuh dari belakang pohon kebetulan di sekeliling lapangan banyak terdapat pohon besar.


"Brrruuuuuk" suara jatuh


Mendengar hal itu membuat Razie penasaran, ia meninggalkan tempat latihan sebelum pergi Razie memberitahukan kepada warga.


"Saya kebelakang dulu ada sesuatu yang ingin saya pastikan" Razie izin permisi kepada warga.


Setelah Razie mengelilingi lapangan yang dipenuhi pohon di sampingnya, ia melihat seorang wanita sedang memegang bokongnya.


"Ahh sial sakit sekali bokongku" kata wanita itu.


"Ohhh ternyata kamu yang jatuh dari pohon aku kira beruang gede yang kesandung" Kata Razie sambil mendekati si wanita itu.


"Ehhh siapa kamu sok-sok kenal gitu" jawab wanita itu.


"Terus ngapain kamu disini" balas Razie


"Kembalikan kunaiku, itu adalah benda berharga dari pemberian ayahku" ucap wanita itu sambil berdiri.


"Benda ini ya" jawab Razie sambil menyerahkan kunai milik wanita itu.


Wanita itu tersenyum "nama kamu Razie kan" kata wanita itu sambil mengambil kunai di tangan Razie.


"Benar, kemaren aku nanya nama kamu gak di jawab!" Kata Razie


"Iya iya maaf perkenalkan namaku Mila" kata wanita itu sambil menyuguhkan tangan.


Razie menjabat tangan Mila, "ohh Mila" kata Razie.


"Maaf sepertinya kita tidak bisa ngobrol lebih lama lagi deh, karena aku sedang melatih warga desa, mungkin kapan-kapan kita bertemu lagi disini" ucap Razie.


"Kamu jadi pelatih bela diri ya, wah hebat sekali" seru Mila


"Ya begitulah karena ayahku sudah tua dan ia menyerahkan pelatihan ini kepadaku, Kalau begitu aku pergi dulu ya udah di tunggu sama warga desa" jelaskan Razie.


"ohh begitu, oke baiklah nanti kita ketemu lagi disini ya" kata Mila sambil pergi meninggalkan Razie.


Razie kembali ke lapangan terlihat warga desa berbaring-baring.


"aku kembali" kata Razie


"Dari mana aj den, kami kelelahan sudah lebih dari 1 jam kami berdiri" Keluh warga desa.


"Maaf-maaf saya tadi habis keliling-keliling lapangan cari sesuatu yang jatuh tadi" jawab Razie


"Bagaimana dengan latihannya den di lanjutkan atau udahan aja" tanya warga desa.


"Kalian kelihatannya begitu sangat lelah jadi latihan hari ini kita sudahi aja dan hari juga sudah mulai sore" jawab Razie.


"Kalian bisa pulang sekarang, aku akan mengantar Mira pulang" Razie meneruskan perkataannya.


Warga desa pulang dengan ramainya sampai-sampai memenuhi jalan, sedangkan Razie dibelakang menuntun Mira berjalan.


to be continous.....