FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE
Ch-12. Permata Putih



Razie dan Mila memasuki portal berwarna putih, didalam sana mereka seperti melayang dilangit, di antara bintang-bintang yang bersinar terang. Mereka tiba di suatu tempat, Desa Gunung Melati adalah tempat awal perjalanan mereka mencari sebuah permata putih.


Mereka mulai memasuki desa, desa itu seperti terbuang karena tidak ada penduduk yang berdiam disana, asap dimana-mana dan banyak bangunan yang runtuh, mayatberserakan dimana-mana seperti telah terjadi pemberontakan.


"Ada apa dengan desa ini?! Semuanya telah hancur." Razie membuka tumbuhan rimbunan yang menutupi sebuah bangunan.


"Mungkin telah terjadi sesuatu disini!" Mila melihat-lihat ke dalam sebuah ruko.


Razie berjalan duluan jauh ketengah desa, disana ia menemukan sebuah jejak yang begitu besar. Bekas jejakan memiliki jari yang tajam terdapat tiga buah jari, jumlah kaki dua dengan lendir yang tertinggal di belakangnya.


"Mila Kamu cepat kesini!" Razie memanggil Mila.


Mila segera berlari ke arahnya, melihat sebuah jejak yang begitu aneh, hanya memiliki 2 kaki dan lendir yang berhamburan dimana-mana.


"Sepertinya monster telah menghancurkan desa ini?!" Mila memegang dagunya.


Mayat yang mereka temukan semua berlendir, seperti telah ditelan dan dimuntahkan kembali. Bagaimana bisa jika monster itu kecil jika dapat menelan manusia?


Razie berjalan menuju sebuah bangunan, bangunan itu terlihat sangat masih bagis dibandingkan dengan bangunan lain. Ia memanggil Mila agar terus bersama, tujuannya adalah agar Mila selalu dalam pengawasannya.


Mereka masuk bersamaan, ternyata di dalam sangat megah dan di dalamnya terdapat plat bertulisan Kafe Bersama.


"Ternyata sebuah kafe, bergitu megahnya dan bersih" gumamnya, Razie mengankat plat dan menggantungnya di depan pintu kafe.


Tetapi Razie masih bingung, Kenapa Kafe ini tidak rusak terlalu parah dibandingkan dengan bangunan yang lain? Ia penasaran apa yang ada di balik semua ini? apa yang ada di bangunan ini?


"Razie sini!" teriak, Mila dengan lantang di balik sebuah pintu di dalam Kafe.


Razie berlari dengan cepat menuju Mila, "Ada apa Mila? Kamu berteriak begitu kencang membuatku...., Wahhh begitu indahnya" Razie membuka kamar yang terdapat Mila di dalamnya.


"Kan, banyak sekali boneka disini, aku suka! Kita malam ini tidur disini yah? mata Mila berseri-seri memandang kamar yang terdapat banyak boneka.


"Baiklah hari juga sangat sore, Kita melanjutkan pencarian permata pitihnya besok saja!"


Perut terasa lapar, Razie berniat ingin berburu, tetapi Mila tidak di izinkannya untuk ikut, takutnya ada bahaya. Ia berjalan menuju menuju pintu keluar Kafe. Melihat kekiri dan kekanan, ternyata di bagian barat Desa Gunung Melati terdapat sebuah gunung yang begitu besar dengan rimbunan melati, di bagian utara terdapat hutan yang sangat lebat hingga kebagian timur.


Razie berangkat kearah utara-timur, ia berharap dapat buruan yang bisa di bawa pulang untuk dimakan. Tetapi yang ia temukan disana adalah sungai besar yang ikannya semua telah mati. Kehidupan seperti binatang dan hewan tidak terlihat olehnya.


Razie pulang dengan tidak ada membawa hasil apapun, dengan semangat yang telah ciut karena telah berjanji kepada Mila akan membawakan buruan hasil tangkapannya.


Ketika pulang, ia melihat begitu banyak masakan diataa meja. Razie mengusap-ngusap matanya karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ehh Razie! Kamu udah pulang?" Mila berpakaian pelayan.


"Wahh, Cantik banget!" Razie membuka lebar mulutnya.


"Aku menemukannya didalam lemari di kamar! bagus kan?" Mila memutar badannya.


Razie bingung dimana Mila menemukan bahan-bahan untuk memasak, sepertinya enak untuk dimakan. Mila menemukan semua bahan di dalam kulkas didapur.


Razie meminta maaf karena tidak bisa menepati janjinya untuk mendapatkan buruan. Namun, Mila tidak begitu mementingkan buruan Razie. Mereka makan bersama-sama, mereka kekenyangan dan tertidur.


****


Keesokan hari


Razie sangat tertidur lelap, Mila yang tidur di sampingnya menjadi tidak ada.


"Hhhoaaam" Razie bangun tidur, melihat disampingnya tidak ada Mila.


Razie mencarinya kecana kemari, terus memanggil namanya, tiba-tiba kalung hati separuh yang ia kenakan menyala merah hati dan menarik-narik leher Razie. Kalung separuh hati sepertinya menunjukan sesuatu, Razie pergi keluar mengikuti arahan kalung yang menariknya.


Ketika di depan pintu kalingnya berhenti bergerak.


"Boomm"


Terdengar suara dari luar, ia bergegas membuka pintu. Ternayata dugaannya salah tentang monster berkaki dua, melainkan monster yang jatuh dari langit, berjalan menggunakan tangan dan tidak mempunyai kaki, berekor penuh lendir dan lidah yang sangat panjang.


Razie melihat Mila berada di dalam mulutnya, monster itu menelan Mila seketika.


"Tidak, Milaaaaaaaa!" teriak, Razie berlutut seperti kehilangan semua tenaganya.


Monster itu menatap ke arah Razie, tiba-tiba mayat yang mati berserakan hidup kembali dengan lendir di sebujur tubuh mereka.


Mereka mengerumbuni Razie, Razie tersungkur seperti tidak berdaya mulai berdiri kembali, ia bertekat bulat untuk menyelamatkan Mila.


Karena Razie seorang samurai, ia tidak segan-segan menghabisi siapa saja yang didepannya demi seseorang yang ia sayang. Ia menebas sekitar 150 mayat hidup dengan keahlian Killng Sword yang ia miliki.


Razie bergegas menyerang monster, ia menebaskan pedangnya pada tangan moster sampai putus. Kemudian melompat dan memotong leher monster itu, monster telah tidak bernyawa lagi. Mayat yang hidup telah mati kembali.


Ia memastikan bahwa Mila baik-baik saja, membelah di bagian perut monster, banyak yang keluar dari dalam perutnya seperti mayat manusia dan hewan. Mila terakhir yang keluar dari dalam perut monster itu dengan tidak sadarkan diri.


To be continue...