FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE
Ch-6. Latihan Dasar II



Hari ini merupakan hari kedua Razie melatih warga, kemaren ia mengantar Mira pulang kerumah untuk beristirahat dan mengizinkannya tidak ikut latihan untuk beberapa hari.


"Baiklah hari ini kita akan melanjutkan latihan dasar tahap dua" kata Razie kepada warga desa.


"Lokasi kita melakukan latihan dasar ini berada di gunung Sakau dekat lapangan kemaren di sana terdapat telaga dan air terjun yang sangat tinggi, baiklah kita langsung menuju ke sana saja" Razie melanjutkan pembicaraannya.


Mereka langsung pergi menuju gunung Sakau, namun ketika di perjalanan terdapat 8 preman yang menghadang mereka. Razie yang awal posisi berjalan di belakang ia langsung menuju ke depan bariasan. warga desa tidak membawa katana karena telah diperintahkan Razie untuk tidak mengenakannya. Akan tetapi Razie sangat pandai berkelahi dengan tangan kosong, preman menggunakan sabit sebagai senjata.


"Mau apa kalian!" tanya Razie kepada preman.


"Serahkan semua yang kalian bawa" jawab ketua preman dengan mata yang melotot.


"Kami tidak membawa apa-apa tolong jangan menghalangi jalan kami" balas Razie dengan kata yang tegas.


"Tidak membawa apa-apa coba kau lihat di belakangmu dia memakai kalung dan anting emas, jika kalian lewati jalan ini kalian berurusan dengan kami!" kata ketua preman seraya menjilat-jilat sabit yang ada di tangannya.


"Walaupun kami memiliki harta. jangan harap kami dapat memberikannya kepada kalian!" Razie membela diri dan warga desa.


"Orang ini harus di kasih pelajaran, serraaaang!!" teriak ketua preman.


"Warga desa kalian semua mundur!" perintah Razie.


"sreeet, sreeet, sreeet" suara sabit yang diayunkan ke arah Razie.


"wuuuussssh, wuuuuussssh" Razie menghindari serangan preman dengan cepatnya.


"aaaargh" Razie memukul perut preman ketua preman.


"Kenapa kalian diam saja, hajar dia!" ketua preman memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyerang Razie.


"cyaaaaat" teriak anak buah preman yang lain menyerang Razie


"Buug, buug, buug" suara Razie memukuli preman-preman.


Semua preman dikalahkan oleh Razie dengan tangan kosong, mereka lari sangant cepat seperi orang yang di kejar anjing liar.


Razie dan para warga melanjutkan perjalannya, tidak lama kemudian mereka telah sampai di kaki gunung sakau di sana terdapa teluk yang sangat luas serta air terjun yang begitu indah.


"Semua mengatur posisinya senyaman mungkin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan" Razie memerintahkan warga.


Mereka mulai memasuki air yang terlihat tidak begitu dalam, dengan menahan nafas di dalam air dan memusatkan fikiran selama 1-2 menit. Razie tidak ikut bercebur ke air karena ia ada janji bertemu dengan Mila. ia beralasan kepada warga mengambil sesuatu yang tertinggal kemaren di lapangan.


Razie menuju kelapangan dan bertemu Mila di tempat ia terjatuh kemaren.


"hai Mila, kamu sudah lama ya disini?" tanya Razie.


"ehhh Razie, tidak begitu lama juga" jawab Mila.


"Mila, maaf ya tentang kemaren" Razie memulai pembicaraan.


"Tentang kemaren!" Mila terlihat bingung.


"itu kemaren aku sempat melihat kamu mandi di sungai ketika aku cuci muka" Razie mengingatkan kejadian.


"ohh itu ya lupakan saja lah" ujar Mila.


"Tapi mengapa kamu kemaren menyerangku? untung saja aku dengan cepat menghindar!" kata Razie saraya menatap Mila.


Mila memalingkan muka "aku hanya kaget saja karena aku tak pernah dilihat pria dengan keadaan seperti itu" jelas Mila dengan muka memerah.


Tidak lama mereka berbicara tiba-tiba terdengar suara seorang warga memanggil Razie "Den Razie....den Razie gawat" teriak seorang warga memanggilnya.


Razie langsung memotong pembicaraan dengan Mila dan langsung menuju sumber suara.


"Ada apa pak, latihannya sudah selesai? tanya Razie"


"Bukan begitu den, itu ada gadis yang tenggelam di teluk" jawab seorang warga.


Razie langsung bergegas ke arah teluk, gadis itu seperti telah kehilangan harapan hidup tanpa sadarkan diri Razie menekan dada gadis itu namun ia tidak juga sadarkan diri dan membuat Razie terpaksa memberi nafas buatan, di samping itu Mila melihat Razie melakukan hal yang membuat hatinya sakit Mila meningglkan Razie.


to be continous.....