
Mereka berdua terjebak di dalam sana, Razie mengejar Mila yang sedang jatuh jauh di kebawah jurang. ia melompat kesana kemari untuk menghindari semburan lahar panas.
Setelah turun ke bawah terlihat sebuah Kerajaan yang begitu besar. Mila sedang di bawa oleh seorang gadis yang berpakaian serba putih.
"Mila... Mila...", Razie berteriak karena melihat Mila di bawa.
Mila tidak mendengar panggilan Razie, Razie bergegas mengejar Mila, ia menyerang prajurit yang menjaga pintu gerbang istana, dengan menerobos masuk. Tetapi ia terkepung dan berhasil ditangkap, Razie di tondong sampai kedepan Raja, terlihat seseorang yang memakai serba perak dan emas, duduk di bangku tengah-tengah ruangan yang besar dia adalah Raja Albert. Prajurit menundukkan Razie di hadapan Raja Albert.
"Mohon maaf paduka! Kami menangkap pemberontak yang menerobos masuk!"
Salah satu Prajurit menunduk di depan Raja Albert.
Raja Albert menatap, kemudian berdiri mendekati Razie. "Apakah yang di ucapkan Perajuritku benar?" menunduk dan memegang dagu Razie.
"Apa yang kalian lakukan Kepada Mila?" Razie masih dengan posisi di tondong senjata.
Raja Albert berdiri, "Ohh perempuan itu! Dayangku bawa gadis bernama Mila kemari!".
Kumpulan gadis berpakaian serba putih menuntun Mila berjalan, ia terkejut sejak kapan Razie ada disini? Mila berlari kearah Razie. "Kenapa kamu ada disini?" tanya Mila.
Razie bilang ia ingin menolong Mila ketika terhisap oleh lubang itu. "Apa yang dilakukan mereka kepada kamu?" Razie bertanya balik.
Mereka menolong Mila karena kakinya keseleo ketika jatuh dari atas.
"Perkenalkan namaku Albert dan aku adalah Raja di istana putih ini".
Ia memberitahukan namanya adalah Razie. Ia juga bertanya bagaimana caranya keluar dari sini. Razie menjelaskan bahwa ada lubang besar di bukit Sinai, setelah ia memasukinya lubang itu tertutup sendiri.
Raja Albert mengatakan bahwa tidak ada lagi jalan yang lain selain di bukit itu untuk keluar. tetapi ada satu cara agar lubang itu terbuka kembali dengan mengumpulkan 7 permata ajaib dan meletaknya dalam gereja di belakang istana.
Setiap permata ajaib di temukan di tempat yang berbeda-beda. Razie dan Mila bertekat untuk mengumpulkan permata itu.
Sebelum itu mereka berdua diajak berkeliling, ternyata di belakang istana terdapat kota yang begitu besar. Dengan penduduk berpotensi petani dan pemburu. Perjalanan di desa sangatlah ramai, banyak warga yang berbicara mengenai 7 permata ajaib yang dapat mengabulkan semua permintaan.
Tidak hanya Razie dan Mila yang memburu 7 permata ajaib, banyak warga desa yang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Sekarang mereka tidak bisa bersantai-santai untuk mengumpulkan semua Permata itu.
Setelah kembali ke istana putih, mereka berdua bertanya kepada Raja Albert tempat permata pertama yang harus mereka ambil. Raja Albert memberitahukan secara urut permata yang harus mereka ambil. Permata putih, hitam, hijau, kuning, biru, pink dan merah, masing-masing permata ada penunggu yang mengabdi dan menjaganya.
"Jika kalian ingin kesana, berhati-hatilah dan tetap waspada!" Raja Albert menasihati kepada mereka berdua.
Raja Albert mengajak mereka masuk keruangan khusus, yakni dimana ruangannya terdapa 7 portal dengan berbagai warna. Ia menjelaskan bahwa masing-masing permata di tunjukan oleh portal itu, tetapi tidak ada portal merah jika menunjukan permata merah, melainkan hanya portal berwarna abu-abu yang ada disana.
"Mengapa tidak ada portal merah disini? melainkan warna abu-abu!" tanya Razie kapada Raja Albert dengan rasa bingung.
Portal merah tidak ada karena permata merah berada disini, tetapi berada di dalam tubuh monster di jurang lahar. Sedangkan portal abu-abu adalah tempat mereka kembali ketika misi berhasil dan berfungsi secara otomatis.
Razie dan Mila bersiap-siap pergi ke portal yang pertama, tetapi sebelum itu Raja Albert memberikan sebuah jimat berbentuk hati yang belah, separuh diberikan kepada Razie dan separuhnya lagi diberikan kepada Mila.
To be continous.....