
"Kamu kenapa Mila terlihat sangat marah begitu, apa aku salah menolong orang lain!" Razie mayakinkan Mila.
"hiiks... hiiks... hiiks..., kenapa hatiku sangat sakit melihat kamu melakukan hal seperti itu kepada gadis itu" ucap Mila dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Sudah-sudah jangan menangis lagi" Razie menghapus air mata Mila.
"Mila tahu tidak saat pertama kali kita bertemu aku telah jatuh cinta kepadamu, aku tidak pernah merasakan hal seperti itu di dalam hidupku mungkin kamu adala cinta pertama dan terakhirku" kata Razie dengan mengungkapkan isi hatinya.
"Sungguh! tapi kamu begitu baik Razie namun di kebaikanmu itu membuat hati aku sakit" Mila terkejut mendengar apa yang disampaikan Razie.
"Aku sungguh sangat menyukaimu Mila, harus bagaimanakah aku agar kamu percaya padaku?" Razie memperkuat perasaanya.
"Kamu tidak akan mungkin cocok dengan ku, kamu begitu baik Razie sedangkan aku tidak sama sekali!" Mila mengeluh pada diri sendiri.
"Kan kita belum tahu sebelum dijalani" Razie mendekap Mila dari belakang.
Setelah begitu lama mereka berbincang-bincang akhirnya mereka jadian.
"Mila aku mau pergi ke teluk sebentar untuk mengakhiri latihan pada hari ini kamu tunggu disini ya" ucap Razie tersenyum.
"Baiklah tapi jangan lama-lama ya!" Mila masih minta ingin di manja.
"aku tidak akan lama kok, aku pergi dulu ya" Razie mincium kening Mila dan pergi keninggalkannya.
Razie menuju teluk, sesampai disana warga tengah berendam-rendam di air.
Terlihat seorang gadis yang ia selamatkan sedang duduk termenung.
"Kamu sudah bangun?" Razie bertanya pada gadis itu.
"Terimakasih den Razie telah menyelamatkan ku" Kata gadis itu dengan tersipu malu kemudian berdiri.
"Kenalkan namaku Anie sapitri" gadis itu meminta Razie menjabat tangannya.
Razie menjabat tangan gadis itu "kenapa dia bisa tahu aku yang menolongnya ketika tidak sadarkan diri" Razie berbicara dalam hati.
Razie memberi perintah kepada warga "Baiklah para warga hari ini latihan cukup sampai disini dulu, hari sudah begitu sore jadi kalian dapat langsung pulang saja".
Warga desa naik dari air dengan basah kuyup dan mengganti pakaian mereka ditoilet kebetulan disana ada toilet umum. sesudah semuanya berganti pakaian mereka berbondong-bondong menuju jalan pulang.
"Den Razie ayo kita pulang bersama-sama dengan warga" Anie mengajak Razie jalan bersama.
"Maaf aku tidak biasa pulang sekarang soalnya ada urusan yang harus di selesaikan" Razie beralasan agar tidak ikut pulang bersama.
"ohh begitu, aku duluan ya, kamu hati-hati di jalan pulang nanti" kata Anie sambil berpaling menuju arah pulang.
Razie hanya melambaikan tangannya saja, setelah warga begitu jauh dari pandangnnya ia langsung pergi menemui Mila.
"Mila maaf ya aku agak lama karena menunggu warga beres-beres dulu sebelum pulang" Razie memberi alasan atas keterlambatannya.
"Tidak apa-apa Razie, lagian aku juga tadi tidak duduk santai disini saja" ucap Mila.
"Coba kamu ikut aku" Mila menarik tangan Razie.
"Waaahhh indahnya, aku tidak tahu disini ada sebuah danau" Razie terpesona melihat keindahan danau.
"Mila....mila kamu dimana, perasaan tadi dia disampingku dan memegang tanganku" Razie berteriak mencari Mila.
"Aku disini.... arah sini" Mila melambaikan tangannya.
Razie berlari ke arah Mila, "Aku sangat khawatir...... wahhh teduh sekali disini dan sangat nyaman" Razie belum menyelesaikan pembicaraan karena melihat pohon yang begitu rindang dan angin yang bersepoi-sepoi.
"Disini adalah tempat favorit aku, ketika sedih maupun ketika senang aku selalu disini, kamu rebahan disini!" Mila duduk di pohon yang tumbang dan menawarkan Razie tempat untuk rebahan di pangkuannya.
Razie berbaring di paha Mila, mereka terlihat bergitu mesranya bagaikan orang yang sudah menikah. Razie melupakan kata-kata dari ayahnya, bahwa ia tidak sudi jika Razie menjalin hubungan dengan putri Jack. Tetapi Razie juga tidak menanyakan nama orang tua Mila jadi ia tidak tahu betul bahwa Mila putri Jack atau bukan.
to be continous......