
Malam tiba terlihat ibu Razie sedang berada di depan rumahnya menunggu kepulangan putranya "Putraku Razie kamu dimana sudah larut malam begini belum pulang". Rean keluar dari dalam rumah menghampiri istrinya "Lebih baik
kamu tidur dari pada menunggu Razie selarut ini".
"Bagaimana dengan putra kita belum juga kembali" sanggah Aisyah dengan penuh harapan.
"Tenang saja putra kita akan baik-baik saja karena ia bukan anak kecil lagi, lebih baik kita tidur sekarang" Jack menenangkan Aisyah.
Mereka berdua akhirnya kembali masuk kedalam rumah, Aisyah ingin sekali menunggu putranya pulang tetapi sudah sangat larut malam Razie tak kunjung pulang. Ibunya hanya mendoakannya agar putranya tidak kenapa-napa.
Malam begitu cepat berlalu Razie keluar dari dalam karung yang tidak di ikat oleh preman tersebut dengan wajah yang babak belur, ia bersandar di bawah pohon.
"Siapa yang tega melakukan hal ini ke pada ku dan apa salah ku" Razie mengeluh dengan keadaannya seraya memegang wajahnya yang penuh memar.
Razie tidak sadar dengan tempat ia berada saat ini, ia masih terus berpikir siapa yang melakukan hal sekejam itu.
Hutan tak berpenghuni adalah hutan tempat semua orang untuk mengakhiri hidupnya di sana dan juga sangat banyak predator yang sangat ganas. Di sekeliling Razie berada banyak sekali terdapat tulang belulang tengkorak manusia yang berserakan.
"Tempat apaan ini banyak sekali tengkorak di sini..... Wuuussshhh Tap... Tap" Razie melompat ke atas pohon.
Dari atas pohon Razie melihat-lihat sekeliling tempatnya berada hanya terdapat hutan yang sangat luas "Inikah hutan bunuh diri yang pernah di ceritakan ayah ke pada ku dulu " Razie berbicara sendiri.
"Ggrrrrrr.... Ggrrrrrr" suara Singa.
"Aduh" jerit Razie, Terlihat di seberang terdapat beberapa ekor buaya yang sedang mangap seperti bule sedang berjemur di bawah terik sinar matahari. Mereka semua melihat keberadaan Razie dengan cepat mereka ingin menyergapnya.
"Byurr.. byurr.. byurr..." suara Buaya bercebur ke sungai.
Razie terkejut ketika melihat air yang tenang menjadi bergelombang "Kenapa airnya bergerak seperti ada pergerakan didasarnya" (mundur dari sungai).
Seminggu telah berlalu Razie sepertinya sudah terbiasa berada di hutan tak berpenghuni, setiap hari ia berburu menangkap ikan, kelinci, rusa, harimau, singa maupun buaya.
Hari demi hari telah ia lewati untuk keluar dari hutan tak berpenghuni, Razie selalu naik ke atas pohon dan melihat-lihat lokasi saat ia berada "Sebentar lagi aku dapat keluar dari sini" kata Razie dengan penuh percaya diri.
"Hari ini aku tidur di sini saja, tetapi aku butuh makanan" Razie berbicara sendiri.
Razie akhirnya memutuskan untuk berburu, tak jauh dari tempatnya berada ia melihat sebuah gua. ia mendekat dan masuk ke dalam gua ternyata di dalam gua terdapat seekor anak beruang yang lucu.
"Tolong.... tolong, aarrrgh" terdengar suara dari luar gua.
Mendengar ada suara seseorang yang berada, sama dengan dirinya terjebek di dalam hutan neraka ini. Razie berlari mencari sumber suara tersebut ternyata ada seorang melambaikan tangan kepadanya, ia membalas lambaian tanyannya tetapi setelah Razie ingin mendekat tiba-tiba orang itu diterkam oleh seekor beruang. Beruang melihat ke arah Razie "Waduhh gawat selanjutnya aku yang akan mati" (terdiam kaku).
To be continous.....