
SEBELUM KEJADIAN
Siang hari yang sangat panas, terlihat seorang pemuda yang bernama Razie. Ia adalah seorang putra dari desa samurai.
Dikala itu ia sedang berburu disebuah hutan rimba yang terkenal banyak hewan-hewan dan binatang buasnya.
Dengan katana yang ia miliki dan kecepatan kakinya, Razie dengan mudah memburu seekor kelinci dan rusa. Karena cuaca sangat terik dan panas ia mulai merasa haus.
"Aku berhasil mendapatkan seekor kelinci dan rusa, aku juga sudah lelah dan mulai haus", ucap Razie sambil terengah-engah.
Razie ingin mencari sumber air yang dekat dengan tempat berburu. Namun sayangnya ia tidak menemukan sumber air yang di cari.
Setelah lamanya ia berputar-putar mengelilingi hutan, akhirnya menemukan sebuah sungai yang sangat panjang. Airnya begitu bersih dan jernih sampai-sampai matanya biasa melihat ke dasar tanah yang berbatu-batu.
Hari mulai petang, Razie memilih akan tidur di dekat sungai untuk malam ini. Ia mulai mengumpulkan kayu bakar untuk membuat perapian sekaligus bakar-bakaran. Kayu bakar sudah terkumpul, ia mulai menyalakan api dengan mengambial batu yang ada dalam sungai. sambil menunggu api, ia menguliti hasil buruannya (kelinci dan rusa).
Api sudah menyala dengan sempurna, lalu ia memasukan buruannya yang telah di kuliti ke dalam api. Tidak terlalu lama daging kelinci dan rusa itu telah matang, Dengan lahap Razie menyantap daging tersebut sampai yang tersisa hanya tulang.
Razie makan terlalu banyak akhinya ia mengantuk dan tertidur.
Keesokan harinya Razie terbangun dari tidurnya, ia mencuci muka di tepi sungai. Disamping cuci muka terlihat seorang gadis tengah mandi, Razie menatap ke arah gadis tersebut. Gadis dengan kulit putih mulus, Wajah cantik bercahaya, Rambut panjang yang bergemulai membuat hati Razie luluh.
Gadis itu melihat ke arah Razie, ia berteriak "Kyaaaaaaa" sambil menutup sebujur tubuhnya.
Razie dengan segera menutup matanya. Dengan cepat gadis itu mengenakan pakaian yang telah ia lepas di dekat pohon.
Sang gadis langsung menyerang dengan meleparkan sebuah senjata tajam (kunai) ke arah Razie.
"Apa yang kau lihat" teriak gadis dengan melemparkan sebuah kunai.
"sreeeeeet" suara kuani di lempar.
Razie dengan cepat menghindar dari kunai tersebut "wuusssssh".
"Maaf nyonya, aku tidak sengaja melihatmu sedang mandi" kata Razie.
Gadis itu melotot "lupakan apa yang telah kau lihat, kalau tidak aku akan membunuhmu".
"siapa namamu" sambung Gadis itu.
"Ra-Razie" sahut Razie.
Tanpa berbicara apapun Gadis itu pergi meninggalkan Razie dengan cepat.
"T-tunggu nama mu siapa" teriak Razie.
Namun, gadis itu tak menghiraukan kata-kata Razie.
"Pergerakannya sangat cepat sekali dia berasal dari mana" Gumam Razie.
Razie berfikir suatu saat pasti ia akan bertemu lagi dengan gadis itu. tetapi, karena Razie tidak tahu nama gadis yang telah dilihatnya, ia sedikit kesal.
Tapi justru itu yang membuat Razie penasaran oleh gadis itu.
"Hatiku sangat kesal karena tidak tahu nama gadis itu, Tapi aku yakin kita akan bertemu lagi suatu saat nanti" bicara dalam hati.
Karena gadis itu terburu-buru pergi ia melupakan sesuatu yang merupakan senjata berharga baginya (kunai).
Razie mengambil kunai milik gadis itu yang kebetulan menancap di tanah.
"Aku baru pertama kali melihat benda apa ini" kata Razie sambil mengerutkan kening (penasaran).
"Hemmmmmm, benda ini pasti akan menuntunku untuk bertemu dengan gadis itu" gumamnya.
Pertemuan itu membuat hati Razie terbuka dan ia berusaha untuk mencari gadis tersebut.
------------------------------
Jika suka dengan cerita ini silahkan like and comment
Jika kalian ada masukan atau keritik silahkan ketik di kolom komentar agar kedepannya dapat di perbaiki lagi.
Terimakasih