Disaster Love

Disaster Love
MEMBAIK 08



"*Perlahan Namun Pasti, Kamu Sudah


Mendarah\-daging*"


 


Calista Maylafaisha 


 


Calista perlahan membaik seiring dengan Aaron yang selalu menemaninya. Kebahagiaan itu kembali terpancar di mata Calista. Jane sangat senang putrinya sudah membaik.


Calista bahkan sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Aaron setiap hari menjenguk Calista, menemaninya di setiap tahap penyembuhan kaki Calista yang patah akibat kecelakaan itu.


Melihat kebersamaan Aaron dan Calista, James menghilang. Dadanya selalu terbakar api cemburu melihat pasangan itu. James mengetahui bahwa Aaron adalah kekasih Calista. James sangat marah, Ia kembali ke Jepang dan kembali tenggelam pada pekerjaan. Calista belum mengetahui bahwa James telah kembali ke Jepang. Jane merahasiakan itu semua.


Senja adalah moment terindah yang Tuhan berikan untuk dinikmati umatnya. Calista dan Aaron tengah menikmati moment itu bersama-sama. Deburan ombak, angin yang melambai menerpa wajah sungguh memanjakan Calista. Ia tengah duduk di kursi roda dan memejamkan mata. Calista menikmati indahnya senja California bersama Aaron.


Aaron tersenyum menatap Calista. Rumah sakit tempat Calista dirawat tidak jauh letaknya dari pantai, jadi Aaron mengajak Calista kesana untuk menenangkan pikiran.


"Kau sangat indah" ujar Aaron. Ia merapikan anak rambut Calista yang diterpa angin. Wajah cantik nan manis Calista sangat indah ketika sinar jingga kemerahan senja menerpa wajahnya.


Calista membuka mata. Matanya beradu pada tatapan memuja Aaron. Calista mengulurkan tangan dan membelai wajah tampan kekasihnya.


"Perlahan namun pasti, kau sudah mendarah-daging" ungkap Calista.


Aaron begitu bahagia mendengar ucapan Calista. Aaron mendekat dan mengecup puncak kepala Calista. Kecupan itu beralih pada kedua mata Calista. Membuat si empunya memejamkan mata. Aaron beralih pada kedua pipi Calista yang bersemu merah dan berakhir lumatan lembut di bibir tipis Calista.


Senja telah memperindah cinta mereka. Calista sangat bahagia. Hubungannya dengan Aaron telah membaik. Aaron juga melarang Calista membahas apapun yang membuat hubungan mereka renggang beberapa waktu lalu.


Tentang James ataupun wanita yang bersama Aaron malam itu. Mereka saat ini telah diselimuti oleh cinta. Tenggelam dalam indahnya senja di pantai California.



Aaron mengangkat Calista perlahan untuk berdiri. Kaki Calista masih di gips. Calista mencoba berdiri dengan kedua kakinya, namun tidak bisa. Aaron dengan setia memegangi Calista. Calista berteriak saat Aaron melepas pegangannya. Aaron tertawa dan segera memeluk Calista.


Calista memukul pundak Aaron dan merengut kesal. Aaron kembali tertawa melihat tingkah kekasihnya.


"You're naughty boy!! I hate you" Calista mengomel tetapi mengeratkan pelukannya pada Aaron.


Aaron kembali tertawa lebih keras. "Kau sangat manis, babe. Aku ingin memakanmu sekarang juga" ujar Aaron sambil menggigit hidung Calista gemas.


Calista kegelian. Aaron bukan hanya menggigit hidungnya, tetapi beralih pada leher Calista. "Stop it. hahahaha.... geli Aaron, geli. Hahahaha" Aaron mendekap Calista makin erat.


Aaron menghentikan aktivitasnya pada leher Calista. Tanpa aba-aba Aaron mengangkat tubuh kekasihnya. Calista digendong ala bridal, dan dibawa ke mobil. Tubuhnya diturunkan perlahan. Aaron memanjakannya bak putri raja. Calista hanya bisa tersenyum memandang wajah tampan kekasihnya.


Aaron mengambil kursi roda Calista yang tertinggal di pantai. Aaron membawa Calista kembali ke rumah sakit. Aaron menggenggam sebelah tangan Calista, mengusapnya lembut dan dicium sekilas. Langit yang mulai gelap, lampu-lampu di sepanjang jalan mulai menyala. Suasananya begitu indah.


Sesampainya mereka di rumah sakit, Calista langsung tertidur pulas. Ia terlihat begitu kelelahan. Aaron pamit pulang pada Jane. Aaron kembali 30 menit kemudian. Aaron memaksa Jane untuk pulang. Wanita paruh baya itu ditemukan pingsan oleh Aaron. Setelah di periksa dokter, tekanan darah Jane rendah. Jane juga kelelahan. Itulah mengapa Aaron memaksa Jane untuk pulang Dan beristirahat.


Jane diantar pulang oleh orang suruhan Aaron. Di kamar perawatan Calista, hanya ada Calista dan Aaron. Kesempatan itu dimanfaatkan Aaron untuk naik ke brankar Calista. Calista masih terlelap tidak terganggu sedikitpun. Aaron memeluk Calista. Mereka tidur dalam satu ranjang yang sama.


Perlu waktu yang lumayan lama agar Calista bisa berjalan normal. Aaron dengan setia mendampingi Calista di sela-sela kesibukannya. Calista juga kembali melanjutkan kuliahnya.


Calista berjalan perlahan dengan tongkat. Calista lulus dengan kategori cumlaude, Ia merupakan mahasiswa berprestasi di universitasnya. Gemuruh tepuk tangan menemani di setiap langkahnya.


Satu per satu rektor hingga dosen memberi selamat. Calista tersenyum manis. Calista disambut pelukan dari Jane dan James. Jane bahkan menangis terharu. Acara berlanjut ke ucapan selamat sponsor utama acara tersebut. Calista sangat terkejut ketika Aaron datang dari belakang panggung. Di tangannya ada sebuket bunga. Pandangan Aaron tidak lepas dari Calista bahkan saat Ia memberi ucapan selamat. Calista bahkan sudah menangis terharu di tempatnya duduk.


Aaron mengakhiri ucapannya, namun belum selesai sampai disitu. Seseorang naik ke panggung membawakan Aaron gitar. Aaron mulai memainkan alat musik itu dan bernyanyi. Ia membawakan lagu Perfect dari


Ed Sheeran.


Semua orang di tempat itu bertepuk tangan. Para wanita sudah berteriak histeris karena mengagumi ketampanan Aaron. Lelaki tampan dengan balutan jas itu perlahan turun dari panggung. Ia terus bernyanyi sambil menghampiri seseorang. Semua mata tertuju pada Aaron. Calista menutup mulutnya ketika Aaron mendekat.


Satu tahun lebih menjalin hubungan, Calista tidak tau bahwa Aaron bisa bernyanyi dengan sangat merdu. Aaron semakin dekat padanya.


Aaron berhenti tepat di depannya. Suasana tiba-tiba sunyi. Semua orang di tempat itu menanti-nanti apa yang selanjutnya akan terjadi.


*Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song*


*I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


I don't deserve this


You look perfect tonight*.


Tepat diakhir lagu, Aaron berlutut di depan Calista. Mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam. Kotak itu dibuka oleh Aaron dan menampilkan cincin yang sangat indah.


"Calista Maylafaisha, will you marry me?"


Begitu Aaron mengucapkan kata sakral itu, tempat tersebut menjadi begitu riuh dengan tepuk tangan dan teriakan. Hingga semua teriakan menjadi satu.


"Say Yes! Say Yes!"


Air Mata Calista meluruh. Ia tidak menyangka Aaron akan datang dan melamarnya. Calista menelan salivanya dan mengangguk.


"Yes, I will" Jawab Calista dengan suara serak.


Suasana makin riuh. Aaron berdiri dan memakaikan cincin indah itu di jari manis Calista. Mereka berpelukan. Calista menangis sesenggukan, dan Aaron menenangkan calon istrinya.


"I Love You, Calista Maylafaisha"


"I Love You More, Aaron Gavrilo" lirih Calista disela tangisnya.


Acarapun diambil alih rektor dan memberi semangat pada pasangan itu. Di balik suasana bahagia itu, hati seseorang hancur. Dia bahkan menghilang tanpa ada seseorang pun yang sadar.


To be continue......