Disaster Love

Disaster Love
HANCUR 37



Sampai di rumah Calista benar-benar beristirahat. Ketika sampai di kamar ia langsung tidur, karena bukan hanya raganya tapi juga hatinya terasa lelah. Calista lelah menunggu sesuatu yang sia-sia. Aaron hanya mengumbar janji, tetapi tidak pernah menepatinya.


James berada di ruang tamu bersama Jane. Pria itu mondar-mandir dengan wajah mengeras dan tangan terkepal. Jane hanya menggelengkan kepala melihat putranya itu, James tidak menuruti perkataannya. Jane sudah lelah berucap, jadi ia akan membiarkan saja putranya seperti itu.


"Kenapa ******** itu belum datang juga?!!" ucap James marah. Amarah James sudah di ubun-ubun, pria itu melihat dengan jelas kesedihan Calista. Hati wanita yang dicintainya itu hancur karena Aaron. Ia itu sudah membuat kesalahan besar dengan merelakan Calista dengan Aaron.


James berhenti berjalan dan menarik nafasnya dalam. Sekuat tenaga ia berusaha menahan emosinya yang ingin meledak saat itu juga.


Beberapa jam kemudian...


Aaron membuka pintu mansionnya, ia berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk. Satu tangannya memegang jas dan satu lagi memijit kepalanya yang berdenyut. Kepalanya serasa akan pecah, semua ini akibat wanita ular itu. Alexandra telah membuktikan kata-katanya. Dan sekarang perusahaan Aaron diambang jurang, bergerak sedikit saja maka akan jatuh dan hancur.


Seisi mansion sudah gelap, semua penghuninya nampak susah beristirahat. Suasana sangat sepi dan tidak ada siapapun disana kecuali Aaron. Ia melangkah gontai menuju kamarnya. Aaron masuk dan melihat istrinya berbaring memunggunginya. Aaron menghela nafas lelah, lalu beranjak membersihkan diri.


Aaron tidak peduli air dingin itu menusuk bahkan sampai ke tulangnya. Setidaknya raga Dan pikirannya sedikit lebih segar setelah diguyur air. Aaron menggunakan jubah mandinya, ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Calista masih pada posisi yang sama. Aaron berjalan mendekati wanita hamil itu. Ia berjongkok tepat di depan wajah Calista. Pandangannya meredup, melihat bekas air mata di pipi istrinya, wajah lelah wanita itu hingga gurat kesedihan dapat Aaron lihat dengan jelas bahkan disaat Calista tertidur.


"Aku salah, maafkan aku. Aku tidak bisa menepati janjiku." lirih Aaron lembut.


Tangannya terhenti tepat di depan wajah Calista. Aaron takut jika pergerakannya membangunkan Calista. Aaron menarik tangannya, dan segera berdiri. Aaron berbalik dan menatap ke balkon, ia tidak sanggup melihat keadaan Calista. Semua tentang Calista akan mengingatkan Aaron pada perbuatan bejatnya. Semua hal keji yang dia lakukan pada istrinya sendiri. Semua tangisan, jeritan, dan rasa sakit Calista selalu membayangi Aaron. Semua hal yang dilakukan Aaron demi membalaskan dendam pada Calia ternyata sia-sia. Calia sudah tiada, dan sialnya ia tidak bisa menyakiti Calista. Sekeras apapun Aaron mencoba, tetap ia tidak akan bisa lagi menyakiti wanita itu. Karena bukan Calista yang akan tersiksa, tapi dirinya. Sungguh tragis.


Selama beberapa saat pikirannya melayang, kesunyian telah merayapi imajinasi dan alam bawah sadarnya. Aaron memejamkan mata, ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Ia harus mengistirahatkan pikirannya, ia masih perlu banyak tenaga untuk menghadapi banyak hal di perusahaannya. Banyak hal terutama menghadapi ular yang sangat licik dan berbahaya.


Aaron membaringkan tubuhnya di sisi Calista. Tak butuh waktu lama ia menyusul Calista ke alam mimpi yang penuh misteri.


Calista merasakan tubuhnya kaku, ada tangan yang melingkar di perutnya. Tangan yang cukup besar dan juga tubuh yang hangat menempel di punggungnya. Calista perlahan mencoba berbalik dengan setengah kesadarannya. Ia berhasil dan membuka mata sekilas, ia kenal aroma tubuh ini, ia juga kenal pelukan ini, walaupun sangat jarang ia mendapatkannya. Aaron memeluknya, Calista terdiam memandang wajah tampan itu. Cukup lama, pandangannya lalu turun hingga tidak sengaja sampai di leher Aaron.


Hatinya berdenyut sakit, detak jantungnya seolah berdetak sangat lambat. Hal itu membuat nafasnya sesak, tanpa persetujuan air matanya menggenang di pelupuk mata Calista. Ia tidak bodoh, ia melihat dan tahu dengan jelas tanda merah di leher Aaron.


Lagi, lagi, dan lagi. Aaron membuat hatinya sakit. Sekarang Calista sudah tidak bisa membuat pikirannya berpikir positif, pikirannya sudah kacau. Ia kembali dihancurkan, benar-benar hancur...


To be continue...


Aaron Gavrilo



Calista Maylafaisha



Note ;


Mohon Maaf Semuanya 🙏


Yang pertama karena tidak bisa menepati janji crazy up 5 eps, yang kedua karena lama gak up Dan baru muncul sekarang. Dan yang ketiga ada berita baru, 'Disaster Love' akan segera tamat :)


Author gk yakin tamat di chapter berapa, tpi pkoknya gk lbih dri 50 atau mungkin 45. Kok pndek sih Thor? Sbnernya author buat gk ada rancangan sama sekali, jdi klo dpat inspirasi ya tulis. Itulah knp kdang ceritanya jdi gk jelas, lompat² :(


Sekali lagi mohon maaf yaa,