Disaster Love

Disaster Love
PERTENGKARAN 05



Malam minggu adalah waktu yang paling tepat bagi pasangan untuk menghabiskan waktu berdua. Saling mendekatkan diri untuk mengenal lebih dalam satu sama lain. Calista tengah berada di sebuah restoran mewah di California. Ia menunggu Aaron yang tadi sore baru saja datang dari Jepang untuk masalah pekerjaan.


Setelah seminggu berpisah, mereka memutuskan bertemu di restoran. Calista lebih dulu sampai, Ia tampil sangat menawan dalam balutan gaun putih yg menampilkan bagian belakang tubuhnya. Gaun cantik yang panjangnya setengah dari paha Calista.


Calista tidak sabar bertemu dengan Aaron. Ia sangat merindukan kekasihnya. Bahkan malam ini Calista membatalkan pertunjukan musik 5 tahun sekali untuk bertemu Aaron. Dan yang lebih spesial adalah malam ini bertepatan dengan anniversary pacarannya dengan Aaron. Sungguh momen yang langka, dan Calista mencoba tampil sebaik mungkin malam ini.


"Caly" seseorang memanggil Calista.


Panggilan itu nampak tidak asing di telinga Calista. Hanya satu orang yang selalu memanggilnya Caly. Dan orang itu sudah lama menghilang.


Debaran jantung Calista memburu. Ia belum siap. Namun jika feelingnya benar, Ia sungguh merindukan orang ini. Perlahan Calista menoleh ke belakang. Dengan susah payah Ia menelan ludah, matanya sudah berkaca-kaca. Sulit untuk menjabarkan perasaan Calista sekarang. Calista berdiri, tas tangannya terlepas begitu saja. Ia tidak bisa membendung rasa rindunya lagi pada seseorang di depannya.


Calista menangis dan membekap mulutnya sendiri. Ia tidak percaya dia telah kembali, bahkan dalam keadaan baik-baik saja.


Calista lantas memeluk laki-laki di depannya. menangis tersedu-sedu. Mereka saling mengeratkan pelukan. Dan mungkin saja sudah menjadi pusat perhatian, namun mereka tidak peduli.


Laki-laki itu bahkan sesekali mengecup puncak kepala Calista.


"I miss you so bad, Caly" ungkap laki-laki itu.


"James" Calista hanya mampu menbisikkan satu kata. Ia masih saja menangis.


Terdengar kekehan dari laki-laki yang dipanggil James. Beberapa saat James menuntun Calista untuk duduk, mengelap sisa air mata di wajah Calista dengan kedua ibu jarinya. James menatap dalam manik mata Calista. Ia sangat merindukan gadis di depannya.


Di sisi lain, tepatnya di depan pintu masuk restoran seorang laki-laki menatap sepasang manusia yang tadi berpelukan, bahkan dua orang tadi terlihat sangat mesra. Rahang tegas lelaki itu mengeras, giginya bergemeletuk. Ia berbalik dan melempar buket bunga indah di tangannya.


Dia Aaron. Hatinya memanas melihat Calista bermesraan dengan lelaki lain. Jadi selama Ia diluar negeri, Calista berkhianat. Tatapan Aaron membunuh, auranya begitu gelap. Saat ini Aaron berada di lift seorang diri.


"Aarrgghhhh"


PRANK


"Berani-beraninya kau bermain dibelakangku" Aaron memukul kaca di sebelah kirinya hingga pecah. Darah mengalir dari tangan Aaron. Mata Aaron bahkan memerah karena marah, urat-urat lehernya terlihat jelas.


"kau akan menerima akibatnya, Calista" geram Aaron sambil tersenyum sinis. Ia bahkan tertawa keras. Dirinya telah dikuasai amarah dan rasa kecewa.


Aaron berjalan keluar dari lift, di lobby tidak ada satu orangpun yg berani menyapa Aaron. Auranya sangat menakutkan. Aaron menutup pintu mobil dengan sangat keras. Sekali lagi Aaron melampiaskan amarahnya pada stir mobil sport miliknya. Kemudian mobil itu melaju kencang meninggalkan restoran.


Sementara Calista dan James telah memesan makanan. Calista bahkan sampai melupakan janjinya dengan Aaron untuk bertemu. Calista begitu merindukan James.


"Kau tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik" ujar James sambil tersenyum mengusap kepala Calista.


Calista terkekeh. "Kakak juga sangat tampan dan gagah"


"Kakak berhutang penjelasan padaku" lanjut Calista merenggut manja.


"Ceritanya panjang, Tuhan masih berbaik hati memberiku umur panjang. Hingga aku bisa berada di depanmu sekarang" Aaron tersenyum.


Pelayan datang sambil membawa pesanan mereka. Calista dan James makan sambil sesekali berbincang tentang yang terjadi selama James menghilang selama sepuluh tahun.


James sekarang adalah Boss dari perusahaan dibidang automotive yang terkemuka di Dunia. Pusat Perusahaannya berada di Jepang, dan cabang perusahaannya juga berada di USA. James telah menghilang selama sepuluh tahun, Ia juga dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan pesawat.


James adalah anak tunggal Jane. Saat mengetahui James yang meninggal dan mayatnya tidak ditemukan, Jane sangat shock. Ia sempat mengalami serangan jantung. Calista yg kala itu berumur 14 tahun juga sangat terpukul. James yang sudah dianggap kakak telah pergi meninggalkan mereka.


Sejak kecil James selalu menjaga Calista yang merupakan anak angkat Jane. James sangat menyayangi Calista. James dulu belajar sangat keras demi mewujudkan cita-citanya membahagiakan Jane dan Calista. Rasa sayang James perlahan tumbuh menjadi rasa cinta, diam-diam James menyembunyikan perasaan itu.


"Apa aunty Jane sudah tau?" tanya Calista


"Aku menemuinya kemarin malam, dia shock dan mengatakan aku adalah hantu."


"Dia juga yang menyuruhku menemuimu dengan segera" lanjut James.


"Aku ingin kembali dengan kesuksesan, aku ingin kalian bangga padaku. Dan sekarang aku telah memiliki segalanya." James mengusap lembut pipi Calista.


Mereka telah selesai makan. "Dengan siapa sebenarnya kau berjanji? Kau terlihat sangat menawan malam ini " Tanya James.


DEG


Calista tersentak dengan pertanyaan James. Ia baru sadar jika Ia memiliki janji bertemu dengan Aaron. Calista melirik jam tangannya, sudah lewat 45 menit dari janji mereka. Calista sontak berdiri dan melihat sekeliling. Tidak ada sosok Aaron di restaurant itu. Calista gelisah, apa terjadi sesuatu pada Aaron? kenapa sampai jam segini Aaron belum sampai?


Calista duduk dengan gelisah dan mencoba menghubungi Aaron. "what happen? siapa yang kau cari?" pertanyaan James tidak dihiraukan oleh Calista.


"Come on, Angkatlah. kumohon" Calista makin panik karena telponnya tidak kunjung diangkat. Bahkan sesaat kemudian nomer Aaron tidak dapat dihubungi.


"Aku harus pergi" Calista beranjak dan berlari menuju lift.


Belum sempat James berkata, Calista sudah menghilang dibalik lift. James bertanya-tanya, apa yang membuat Calista sekhawatir itu? siapa orang yang dia cari? James menghela nafas lelah. Lain kali Ia akan menemui Calista dan menanyakan semuanya. Semoga rasa rindunya dapat dikendalikan.


🌼 🌸🌸🌸🌸🌸🌼


Calista menuju ke apartment yang sering Aaron tempati, namun nihil. Calista juga pergi ke kantor Aaron. Namun semua pegawai sudah pulang hanya ada beberapa petugas keamanan yang berjaga. Calista juga sudah mencari apartment Airyn, tapi tidak ada juga.


Calista terduduk pasrah di depan apartment Airyn. Airyn tidak ada di apartmentnya. Calista sangat frustasi, Ia berkeliling kota California selama 2 jam namun Aaron belum juga ketemu. Ini salahnya, Ia lupa waktu karena bertemu dengan James. Laki-laki yang sudah dianggapnya kakak. Calista menangis, dan menutup wajahnya. Seharusnya malam ini menjadi malam specialnya dengan Aaron, tetapi Ia menghantarkan semuanya.


Jika tidak terjadi sesuatu pada Aaron, mungkin saja Aaron melihatnya tadi dengan James. Aaron mungkin saja salah paham. Calista harus menemukan Aaron dan meluruskan semuanya. Calista bangkit dan menghapus air matanya. Kakinya bergetar, terasa sangat sakit karena tadi Calista berlari menggunakan sepatu hak yang lumayan tinggi.


Calista memaksa berjalan. Walaupun tidak tau kemana akan pergi, namun Ia akan mencari Aaron ke seluruh penjuru dunia kalau perlu.


Smartphone Calista berbunyi. Seseorang mengatakan kalau Aaron sedang berada di club, dan tidak sadarkan diri. Calista segera menuju ke club yang di katakan orang yang menelponnya.


Calista sampai dan langsung masuk. Ini adalah pertama kalinya Calista mengunjungi club. Suara music dj serasa menusuk telinga. Asap rokok, bau minuman membuat kepalanya pusing. Calista menyelusup diantara orang yang sedang berdansa berdesak-desakan.


Tangan Calista ditarik seseorang. Calista awalnya melotot dan meminta dilepaskan, namun orang yang menariknya memberitahu bahwa Aaron berada di salah satu kamar di club tersebut. Calista berterima kasih dan segera menuju kamar yg dimaksud pria tadi.


Pintu kamar tidak terkunci, Calista masuk dan tersentak. Pemandangan di depannya sungguh diluar ekspektasinya. Calista membeku. Matanya mulai berkaca-kaca, kakinya gemetar.


Aaron sedang berbaring di ranjang, diatasnya seorang wanita dalam keadaan telanjang mencium Aaron. Aaron juga tampak menikmati kegiatan itu. Tangannya menyusuri tubuh wanita diatasnya.


Calista jatuh terduduk. Ia menangis dan membekap mulutnya. Tangisannya tidak terbendung. Hatinya terasa teriris, sangat perih. Aaronnya sedang berhubungan dengan wanita lain.


Aaron menggeram. Si wanita juga bertambah agresif. Hati Calista berdenyut, belati tajam menusuk hatinya perlahan, semakin dalam hingga belati tertancap sepenuhnya. Lalu tanpa aba-aba belati itu dicabut paksa dari hatinya. Sangat sakit.


Si wanita menyadari keberadaan Calista. Ia menghentikan kegiatannya dan menoleh dan membuat Aaron melakukan hal yang sama. Aaron tersentak.


Calista berusaha mati-matian pergi dari tempat terkutuk itu. Kakinya sangat pegal, hatinya sakit dan raganya lelah. Ia kecewa, sangat kecewa. Calista berlari dan membelah lautan manusia di club itu. Banyak tangan yang menggapai tubuhnya namun Calista terus berlari hingga berhasil keluar.


"Aaarrggghh"


"Kenapa kau melakukan ini, kenapa!!?" Calista berteriak sambil memukul dadanya yang terasa sangat sakit.


**To be continue......


James**



Tampan kan? πŸ˜†


Tapi masih kalah tampan dari Aaron :b


Umurnya udah 28 yaa, lebih tua dari Aaron. Kakak angkat Calista dan anak tunggal Jane.