
Setelah Calista sadar giliran Areonlah yang tidak sadarkan diri. Akibat luka di tubuhnya, Areon harus dirawat selama beberapa untuk menyembuhkan luka yang disebabkan oleh Aaron itu.
Mendengar Calista sudah mendapat sebagian besar ingatannya kembali, Jane dan Sarah sangat bahagia. Mereka senang akhirnya dengan perlahaan Calista bisa kembali mengingat identitas dirinya dan juga keluarganya.
"Buka mulutmu" Calista menggeleng menjawab ucapan Aaron yang akan menyuapinya makanan.
Aaron mendengus "Ini demi kau dan baby. Come on, kau harus makan" rayu Aaron dengan nada selembut mungkin. Tetapi Calista tetap kekeh, ia menggeleng dan mengunci rapat mulutnya. Calista benar-benar tidak berselera makan.
Sudah berbagai cara Aaron lakukan untuk membuat Calista mau makan, tetapi istrinya itu tetap tidak mau makan. Aaron akhirnya kesal, sepertinya hanya cara itulah yang dapat membuat Calista mau makan. Aaron berdiri, ia menaruh makanan itu di nakas. Aaron menatap Calista dengan tatapan serius serta kedua tangan Aaron berada di pingganggnya.
"Kau tidak mau makan, bukan?" Calista mengangguk pelan menjawab pertanyaan suaminya. Calista tidak tau apa yang akan dilakukan suaminya itu.
"Kau yakin tidak mau makan?" Sekarang Aaron makin mendekat ke wajah Calista.
Pandangan Calista dan Aaron terkunci. Tanpa sadar Calista memundurkan wajahnya ketika wajah Aaron makin mendekat. Tatapan Aaron nampak dalam, jantung Calista kini berdegup sangat cepat. Wajah Aaron semakin dekat. Calista bahkan sampai tidak bernafas karenanya.
"Kau yakin?" tanya Aaron dalam.
Calista mengangguk ragu-ragu. Dirinya benar-benar tidak mau makan, tetapi ia takut dengan yang akan Aaron lakukan padanya. Kini hidung Calista dan Aaron bersentuhan saking dekatnya. Aaron masih saja menatap dalam mata Calista. Melihat jawaban Calista, Aaron tersenyum simpul.
Cup
Aaron mencium Calista singkat namun dalam. Calista yang terkejut memejamkan matanya. Wajahnya kini mungkin sudah memerah seperti udang rebus. Aaron membuatnya sangat gugup. Semoga saja pria ini tidak mendengar detak jantungnya yang sudah menggila. Aaron kembali menatap Calista dalam, pria itu kini menatap Calista dengan tatapan sayu.
Ekspresi Calista sekarang seperti mangsa yang siap diterkam macan. Calista nampak begitu pasrah dengan tatapan menggemaskan. Jika saja ini bukan di rumah sakit dan Calista dalam keadaan baik, Aaron pasti sudah menerkamnya. Sungguh, gairah Aaron bangkit saat ini. Niatnya hanya ingin menggoda Calista agar wanita itu mau makan, tapi setelah mencium bibir manis itu sekilas gairahnya jadi bangkit. Bahkan yang dibawah sudah mulai mengeras. !!
Aaron mengusap lembut bibir tipis milik Calista dengan ibu jarinya. Matanya terus menatap intens bibir indah yang sedikit terbuka itu.
Aaron tidak tahan lagi. Ia melumat bibir Calista yang sudah membuatnya kecanduan. Ciuman itu penuh perasaan, lembut dan menggoda. Calista yang awalnya tidak membalas akhirnya membalas ciuman Aaron. Pria itu menarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.
"Uuhhhmm" Suara itu sangat seksi terdengar di telinga Aaron. Ia makin gencar mencecap keseluruhan mulut Calista. Bahkan Aaron menggigit kecil bibir Calista, yang membuat wanita itu sesekali mengerang.
Calista kewalahan mengimbangin ciuman Aaron. Ia bahkan sudah mulai kehabisan nafas, namun Aaron masih saja bersemangat dengan kegiatannya. Barulah ketika Calista benar-benar akan kehabisan nafas, Aaron menyudahi ciumannya. Aaron menyatukan kening mereka, nafas mereka juga terengah.
Pandangan Calista mengarah ke bawah. Ia tidak berani balas menatap Aaron yang kini kembali menatapnya dalam. Tatapan pria itu terlalu menggoda, dengan mata sayu, nafas terengah dan bibir seksi. Calista juga seorang wanita, munafik jika ia mengatakan tidak tergoda dengan pria ini.
"Tetap tidak mau makan?" Calista akhirnya menatap manik mata biru Aaron. Ia bungkam, takut jika jawabannya salah makan Aaron bisa melakukannya hal yang gila.
Aaron sekuat tenaga menahan gairahnya pada wanita hamil ini. Aaron tidak boleh menyerangnya disini, saat ini. Bisa-bisa ia digantung oleh Jane karena melakukan hubungan suami istri saat kondisi Calista masih lemah dan kandungannya juga baru saja selamat dari maut.
"Kau mau aku menyuapimu dari mulut?" tanya lirih Aaron di telinga Calista.
Calista menggeleng. "Aku akan makan sendiri"
Aaron menjauhkan wajahnya setelah mendengar jawaban Calista. Ia tersenyum manis.
"Aku akan menyuapimu"
"Nopee!! Aa.. aku bisa makan sendiri" sergah Calista kemudian. Wanita itu nampak takut dan juga gugup. Ia benar-benar tidak mau jika Aaron menyuapinya lewat mulut. Ia bisa mati saat itu juga karena malu. Dan eeghh itu terdengar agak....
Aaron tertawa keras melihat ekspresi Calista. Istrinya itu sangat lucu. Calista masih mengira Aaron akan menyuapinya lewat mulut. Aaron menghentikan tawanya dan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Calista secepat kilat. Calista terkejut dan mematung.
Cup
Aaron kembali menciumnya sekilas. Lalu pria itu tersenyum sangat manis.
"Aku akan menyuapimu lewat sendok" ucap Aaron lalu mengambil makanan di nakas.
Wajah Calista kembali memerah. Ia sangat malu, tadi ia mengira Aaron menawarkan untuk menyuapinya lewat mulut. Akhirnya Calista menurut dan makan dengan tenang disuapi Aaron. Calista takut menolak, Aaron bisa saja melakukan hal gila di tempat ini. Apalagi Jane sedang keluar, bagaimana jika bibinya itu tiba-tiba datang saat Aaron melakukan hal gila. Calista tidak bisa membayangkan hal itu.
Setelah makan Calista beristirahat. Aaron meninggalkan Calista dan pergi ke ruangan Areon. Ia menghajar adiknya itu habis-habisan. Aaron tahu adiknya sangat lemah pada bayi. Tidak mungkin jika Areon melakukan hal itu tanpa sebab. Dari cerita Sarah juga Aaron mengetahui jika Calista pada awalnya menangis, Areon datang dan menanyakan yang terjadi. Tetapi kemudian Areon terus memaksa Calista berbicara hingga wanita itu tertekan dan pingsan.
To be continue...
Aaron Gavrilo
note:
Satu adegan aja yaa 😫 berat kalo ngetik beberapa adegan. Kita pelan-pelan aja, author mau kalian dapet feel-nya lagi :(
Ada yang mau kasi kritik saran, silakan yaa :)
Author malah senang klo ada yang ngasi.
Terimakasih Like and Commentnya :)
Terus support author, semoga next part juga bisa lebih ngefeel.