
Calista bangun beberapa jam kemudian. Calista nampak bingung dengan keadaan sekitarnya, ia sama sekali tidak mengingat apapun termasuk dirinya sendiri. Semua orang yang ada di ruangan itu tidak ia kenali sama sekali. Jane, James, Aaron, Sarah, semua nampak asing.
Saat Calista mencoba mengingat dirinya sendiri kepalanya malah berdenyut sakit. Dokter pun menyerankan agar Calista tetap beristirahat selama beberapa hari sembari memulihkan keadaannya pasca kecelakaan juga koma.
"Makan dulu sayang" ucap Jane sembari menyuapi Calista makan. Jane tersenyum lembut.
"Maafkan aku, aku sama sekali tidak mengingat apapun" kata Calista sembari meneteskan air mata.
Jane menyeka air mata itu, Jane memeluk Calista erat dan mengecup puncak kepalanya. Calista tersenyum pada Jane. Wanita ini sangat baik padanya, dia selalu menjaga Calista dan membuatnya merasa nyaman. Calista menyayangi wanita ini.
Selama beberapa hari Calista mencoba berjalan, kakinya masih sangat kaku untuk digerakkan. James ataupun Aaron selalu setia memeganginya, walaupun Calista tidak mengingat mereka sama sekali.
James segera menjenguk Calista ke rumah sakit saat Jane memberitahunya bahwa Calista telah sadar. Awalnya James sangat bahagia mendengar kabar itu, namun mendengar kabar Calista hilang ingatan juga membuatnya agak terkejut. James sedih, jika Calista melupakan dirinya sendiri itu artinya semua hal atau orang yang berkaitan dengan Calista pun tidak akan bisa diingat. Termasuk masa kecil mereka, Calista dan James sebagai kakak adik.
Sementara Aaron jadi lebih perhatian pada Calista. Aaron selalu datang di sela-sela kesibukannya di tempat kerja. Aaron juga memikirkan anak di kandungan istrinya yang tidak lain adalah anaknya sendiri. Setelah Calista diizinkan pulang, rencananya Jane akan tinggal di mansionnya. Setidaknya sampai Calista pulih dan sudah dapat menerima keadaan sekitarnya, terutama calon bayinya.
Masalahnya hanya Areon, lelaki itu terkadang tidak bisa mengontrol sikapnya. Jangan sampai Areon kelepasan di depan Jane, jangan sampai Jane tau rahasia besar mansion itu. Rahasia besar keluarga Gavrilo.
Tepat satu minggu pasca Calista sadar dari koma, ia sudah diizinkan pulang. Calista kembali ke mansion Aaron. Sesuai rencana Jane ikut tinggal disana. Calista juga sudah tau bahwa dirinya tengah mengandung dan Aaron adalah suaminya. Calista mencoba menerima fakta itu walau sulit. Calista kerap mengeluh sakit kepala, dan Aaron akan panik saat itu juga.
Seperti saat Calista memasuki mansion Aaron, kepalanya tiba-tiba sakit. Seperti ada bayangan tertentu yang melintas di pikirannya. Namun bayangan itu tidak jelas.
"Aaron, dimana kamar kalian? Calista harus banyak beristirahat sekarang" tanya Jane.
Aaron sedikit tersentak dengan pertanyaan Jane. Ia dan Calista tinggal di kamar yang berbeda. Aaron bengong beberapa saat, tetapi Jane kembali bersuara yang membuat Aaron sadar dari lamunannya.
"Di atas, aunty. Akan Aku tunjukkan" jawab Aaron.
Aaron melihat tangga di depannya. Tanpa basa-basi ia menggendong Calista melewati tangga itu. Jane tersenyum melihat keromantisan Aaron. Dalam hati Jane benar-benar bersyukur Calista mendapat pasangan hidup seperti Aaron.
Aaron bukannya sedang akting di depan Jane. Hanya saja hati kecilnya menyuruh untuk menggendong Calista, walau tadi istrinya itu agak terkejut namun Calista bungkam. Ia tidak berbicara sepatah katapun, kepalanya masih agak sakit dan pusing.
Aaron mengingat akan kondisi Calista yang masih lemah juga bayi di perut Calista. Aaron seakan terdorong untuk melakukannya.
Sampai di kamar Aaron membaringkan Calista di atas tempat tidur.
"Terimakasih" ucap Calista singkat sembari tersenyum.
Aaron tersenyum membalas ucapan Calista. Jane yang melihat itu beranjak pergi dari kamar Aaron dan Calista. Semuanya nampak baik-baik saja.
Sebelum Calista kembali ke mansion itu, Aaron menyuruh anak buah kepercayaannya membersihkan kamarnya. Kamar yang semula penuh dengan foto-foto Calista, kamar yang penuh dengan aura gelap berubah menjadi kamar yang indah dan nyaman.
Malam pertama mereka tidur sangat canggung. Aaron tidak tau harus bersikap bagaimana, alhasil mereka tidur hanya saling memunggungi.
Waktu terus berjalan, hari demi hari kondisi Calista membaik. Namun, ia masih tidak bisa mengingat apapun, terkecuali Areon. Usia kandungan Calista memasuki dua belas minggu, perut Calista sekarang sudah terlihat sedikit membuncit. Calista sangat menyayangi kandungannya, Ia bahkan tidak mengalami morning sickness seperti kebanyakan ibu hamil. Jane masih tinggal di mansion itu atas permintaan Calista. Aaron juga tidak melarang keinginan Calista itu.
Aaron bersikap layaknya suami bagi Calista, di depan Jane juga Aaron bersikap lebih romantis juga perhatian. Areon sedang pergi berlibur ke hawai untuk menenangkan diri. Itu sebabnya dari sejak awal Calista memijakkan kaki di mansion ini, ia tidak melihat Areon lagi.
Pagi ini Calista dan Jane sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Sebenarnya Jane sudah melarang Calista membantunya Dan pelayan namun ia bersikeras. Akhirnya Jane pasrah dan membiarkan Calista membantunya. Aaron datang dengan pakaian rapi untuk ke kantor.
"Good morning" sapa Aaron hangat. Setiap pagi Aaron bersikap hangat pada Calista apalagi jika ada Jane, Aaron akan sangat romantis sehingga secara tidak sengaja hal itu menjadi kebiasaan untuk Aaron.
Calista hanya diam, raut wajahnya berubah aneh. Di perutnya terasa sesuatu bergejolak namun masih bisa ia tahan. Aaron melirik Calista, tidak biasanya istrinya itu tidak menjawab sapaannya.
Calista tiba-tiba merasa ingin muntah ketika Aaron mendekat. Ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Aaron dan Jane berlari menyusul Calista, mereka nampak sangat panik.
"Calista, apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" tanya James cemas.
Calista menjauhkan diri dari Aaron. Kepalanya semakin pusing ketika Aaron mendekat. Jane menyuruh pelayan memanggil dokter.
Aaron bingung akan sikap Calista. Tiba-tiba saja Calista menjauh darinya.
"Kau kenapa sayang? kenapa kau menjauh dari suamimu?" Jane bertanya Dan sedikit khawatir pada kondisi Calista. Wajah Calista bahkan pucat.
"Aku tidak tau, mendadak aku mual dan pusing mencium wangi parfumnya" ungkap Calista.
Aaron melotot, walau Calista berkata seperti berbisik dengan Jane tetap ia masih bisa mendengarnya dengan jelas.
Apa yang salah dengannya? Tunggu dulu, tadi Calista mengatakan tidak suka pada wangi parfumnya. Tetapi ini adalah parfum yang digunakannya setiap hari.
Jane membantu Calista beranjak dan duduk di sofa. Sementara Aaron masih bengong di tempatnya. Beberapa saat kemudian dokter datang memeriksa keadaan Calista. Tentu saja ditemani Aaron yang berjarak 50 meter dari Calista.
Tidak ada angin, tidak ada hujan. Areon tiba-tiba datang dengan koper di tangannya. Areon baru saja kembali dari liburan. Semua pandangan mengacu pada Areon, termasuk Calista. Melihat Areon datang Calista tiba-tiba menangis, hal itu membuat Jane dan dokter yang memeriksa Calista terkejut. Mereka lebih dibuat terkejut dengan Calista yang berdiri lalu berlari mendekati Areon.
Areon terpaku di tempatnya. Wajahnya berubah tegang ketika Calista sudah di depannya sambil menangis.
Hal yang terjadi selanjutnya membuat roh Aaron serasa melayang. Calista tiba-tiba saja memeluk Areon dengan erat dan menangis menjadi-jadi. Calista seolah seorang gadis yang menyalurkan rasa rindu pada seseorang yang tidak dilihatnya bertahun-tahun.
Ya, Calista memeluk Areon dengan sangat erat. Calista bahkan menempelkan wajahnya di leher Areon seraya mencium wangi parfum laki-laki itu, seolah posisinya saat ini adalah posisi ternyamannya.
Semua orang termasuk Jane tidak bisa berkata-kata. Jane menatap Aaron yang membatu.
"Seseorang, bunuh aku saat ini juga" batin Aaron yang melihat adegan dramatis di depannya
**To be continue.....
Aaron Gavrilo**
**Banyangin aja Aaron yang kembali berkiap lembut, perhatian, sama romantis ke Calista :)
Terimakasih semuanya :)
Author seneng banget akhirnya bisa ngajuin kontrak ke pihak mangatoon. Bantu doa yaa, semoga 'Disaster Love' diterima :)
Jangan lupa bantu like and comment.
Btw, part kemarin tembus 35 likes. Itu chapter pertama yg tmbus 35 likes lbih. Sekarang author pengen liat deh, chapter ini bisa gk yaa tembus 20 comment? Bukan author banyak maunya, tetpi cuma pengen lebib kenal readers 'disaster love' 😍😍
Salam Hangat,
githaprawisanti 💕**