
Calista perlahan mulai sadar, perlahan Ia mengerjap untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya ruangan. Calista merasa asing, Ia berada di sebuah kamar yg sangat mewah. Nuansa kamar itu lebih ke maskulin yang didominasi warna putih dan hitam.
Calista mencoba bangun tetapi kepalanya berdenyut. Kejadian kemarin kembali berputar di kepalanya. Calista menutup telinga, nafasnya memburu, dan Ia mulai menangis. Calista berteriak dan meronta, melempar barang yang berada di dekatnya. Pistol itu terus berputar-putar di kepalanya.
Seorang lelaki datang dan menenangkan Calista. Dia memeluk Calista sambil mencoba membuatnya tenang.
"Calista, Relax. It's me Aaron. You're safe now" Ujar laki-laki itu.
Calista masih menutup mata dan telinganya. Berteriak hingga mencoba mendorong Aaron. Tapi tenaga Aaron jauh lebih besar, hingga Calista lelah dan berhenti meronta. Aaron mengusap kepala Calista lembut.
"I'm here. you're safe now" bisik Aaron lembut.
Bisikan itu sangat menenangkan bagi Calista, perlahan Ia mulai sadar. Calista berhenti menangis dan menatap laki-laki yang tengah memeluknya dengan erat. Calista tidak akan lupa dengan laki-laki ini. Satu-satunya orang yg dapat membuat wajahnya tersipu hanya dengan pujian kecil.
Aaron balas menatap Calista. Pandangan mereka terkunci selama beberapa saat. Di saat itu ada perasaan aneh yg timbul di hati Calista, laki-laki mampu membuat seluruh rasa takutnya menghilang. Calista merasa sangat aman dan nyaman berada di pelukan Aaron.
Aaron tersenyum "kau sudah baikan? Jangan takut, aku disini"
DEG
Jantung Calista serasa mau copot, rohnya serasa terbang ke angkasa. Dan mungkin saat ini wajahnya sudah merah padam. Senyum dan ucapan Aaron telah menyihirnya. Jangankan dirinya, tumbuhan yang layu-pun akan kembali mekar hanya dengan senyuman Aaron.
Calista menunduk dan Aaron terkekeh melihat wajah Calista yang merah padam. Calista mengurai pelukan Aaron dan memalingkan wajah. Ia sungguh malu, wajahnya tidak bisa diajak berkompromi.
"Sebaiknya kau makan, kau pingsan seharian penuh. Perutmu pasti lapar." beberapa perlayan datang membawa nampan berisi makanan. Aaron mengambil alih nampan dan mulai menyuapi Calista.
"Apakah kau yg menyelamatkan aku? dimana aku skrng? bagaimana dengan butiknya? apakah kacau? ini semua salah..." Aaron membekap mulut Calista dengan tangan. Calista tidak berhenti bertanya sampai tidak menerima suapan darinya.
Wajah Aaron mendekat ke wajah Calista. Jantung Calista berpacu lebih cepat. wajah Aaron semakin dekat dan jaraknya hanya beberapa centi. Calista sontak memejamkan mata. Ia tidak bisa bergerak. Posisinya tersudut di ranjang.
"Kau sangat cerewet, lebih baik habiskan makananmu dan aku akan menjelaskan semua setelah makanan ini habis" bisik Aaron di telinga Calista.
Calista bergidik ngeri, suara Aaron sangat rendah dan dingin. Tatapannya juga menyeramkan, mau tidak mau Calista menerima suapan Aaron karena Ia takut untuk bertanya lagi. Aaron seakan mau memakannya hidup-hidup.
Setelah makan Aaron menjelaskan bahwa ketika Calista pingsan, Ia bingung akan membawa Calista kemana. Aaron tidak mengetahui alamat rumah Calista. Ia pun membawa Calista ke apartment milik adik perempuannya. Dan Calista sudah pingsan selama satu hari penuh. Calista sempat terkejut. Itulah mengapa badannya terasa lemah. Calista belum makan, dan sudah berbaring seharian.
Adik perempuan Aaron bernama Airyn. Ia masih mahasiswa jurusan kedokteran tahun pertama. Airyn sangat sibuk, kedokteran bukanlah jurusan yang mudah.
Setelah merasa lebih baik, Aaron mengantar Calista pulang atas paksaan Calista sendiri. Ia merasa tidak enak karena sudah merepotkan banyak orang. Dan di apartment itu mereka hanya berdua. Jika Aunty Jane tau maka tamatlah riwatnya.
Setelah hari itu, hubungan Aaron dengan Calista makin dekat. Bahkan tidak jarang Aaron menjemput Calista di kampusnya dan bahkan mengajak Calista makan siang di restoran mewah saat ada kesempatan. Aaron juga pernah membawa Calista ke New York untuk menemaninya bekerja. Hanya dua hari, itupun karena kondisi Aaron yg sedang sakit. Calista berpikir itulah waktu yang tepat untuk membalas jasa Aaron yang menyelamatkan dirinya dari perampok.
Mereka tinggal di hotel yang sama namun berbeda kamar. Calista dengan setia menjaga Aaron yang memaksakan diri bekerja saat sedang sakit. Aaron mengatakan pekerjaan itu sangat penting dan menyangkut masa depan perusahaan. Aaron juga sering mengajak Calista diner dan menonton film.
Aaron menatap Calista yang memegangi tangannya dengan erat, terlihat Calista sedang terbawa perasaan melihat Jack & Rose yang sudah saling tatap. Perlahan wajah Jack mendekat ke wajah Rose. Semakin dekat hingga akhirnya mereka berciuman.
Saat itu juga Aaron meraih wajah Calista untuk menatapnya. Calista terpaku pada tatapan Aaron. Pandangan mereka terkunci. Aaron mendekat perlahan, memberanikan diri mendaratkan bibirnya di bibir tipis Calista. Melumat lembut dan perlahan. Calista terkejut dan tidak berkutik. Hatinya berkecamuk senang. Ia memejamkan mata menikmati lumatan Aaron. Ini adalah pertama kalinya bagi Calista. Ciuman pertamanya.
Merasa tidak ada penolakan dari Calista, Aaron semakin menarik tengkuk Calista untuk memperdalam ciumannya. Bibir tipis itu terasa manis dan memabukkan. Ia tidak bisa berhenti mencecap bibir Calista.
Saat pasokan oksigen mulai menipis di paru-paru mereka. Aaron melepas lumatannya. Menempelkan dahi masing² dan mengambil nafas sebanyak mungkin. Aaron mengelap bibir Calista dengan ibu jarinya. Calista tersipu malu. Pipinya memerah.
Ciuman Aaron sangat lembut, Calista bahkan dibuat terlena. Calista hanya menunduk sambil ngos-ngosan. Ia tidak berani menatap laki-laki yang telah mengambil ciuman pertamanya.
"I love you Calista"
"Aku tidak bisa menghilangkanmu dari pikiranku, senyuman mu juga candu bagiku. Kau begitu berharga, Jadilah pacarku?" lanjut bisik Aaron tepat depan wajah Calista.
Suara itu sangat lembut dan rendah. Pandangan Calista sudah terkunci pada Aaron, dengan automatis kepalanya mengangguk. Menerima tawaran Aaron. Calista tersenyum dan hampir menangis.
Aaron juga tersenyum dan kembali menarik tengkuk Calista. Mereka sedang diselimuti hawa bahagia. Hubungan yg manis. Calista sangat bahagia, Aaron bagaikan malaikat yang datang ke kehidupannya. Aaron Gavrilo adalah sosok malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyempurnakan hidupnya. Sosok malaikat tampan, baik, mapan, dan selalu menjaga Calista dimanapun dan kapanpun. Calista berdoa semoga kehidupannya akan selamanya bahagia dan hubungannya dengan Aaron lancar kedepannnya. Semoga saja....
Setelah kejadian manis di bioskop, Aaron mengantar Calista pulang. Aaron tidak melepas tangan Calista sedetik pun, seakan tidak mau kehilangan gadis yang baru menjadi pacarnya.
Semakin hari hubungan mereka semakin baik, tak terasa 7 bulan berlalu. Calista telah jatuh hati sepenuhnya pada Aaron. Sikap Aaron yang begitu menyayanginya, menghormati, dan sangat romantis membuat Calista merasa menjadi wanita yang sangat beruntung. Aaron yang tampan, pemilik perusahaan terkemuka dan disegani, serta keluarga Aaron yang juga menerima Calista dengan sangat baik.
Selama 7 bulan berpacaran, tidak pernah sekalipun Aaron mengizinkan Calista pergi ke kamarnya. Hal itupun menjadi pertanyaan yg mengganjal bagi Calista. Namun sering berjalannya waktu, masalah itu dilupakan Calista. Karena selama ini Aaron tidak pernah sekalipun mencoba menyakitinya.
To be continue....
Airyn Violence Gavrilo
Ini baru permulaan ya readers 😊
Masalah bakalan mulai muncul next part.
Perlu kalian ingat klo story ini bakalan penuh kejutan dan aku mau sedikit menyiksa Calista. Hehehe
So stay tune!!
Love you 😘