Disaster Love

Disaster Love
KOMA 23



Jane tidak sadarkan diri setelah mendengar pernyataan dokter. Sarah syok, sedangkan James mengangkat Jane yg tidak sadarkan diri. Aaron seolah tuli, kenyataan yang baru diungkapkan dokter begitu mencengangkan bagi mereka. Mendengar bahwa wanita yg begitu penting di hidup mereka berada di antara hidup dan mati.


Koma adalah suatu kondisi dimana pasien tidak sadarkan diri karena menurunnya kondisi otak. Koma dapat disebabkan oleh cedera kepala, racun, dll. Tidak ada yang tau kapan pasien yang koma dapat kembali sadar. Bahkan dapat tidak sadar sama sekali. Dokter itu berlalu, sedangkan Aaron bengong. Tidak tau harus melakukan apa, harusnya ia senang tetapi entah mengapa seperti ada sesuatu yang hilang dari jiwanya.


Aaron seperti orang tersesat. Ia juga bingung akan keadaannya sekarang. Aaron duduk, menatap langit-langit lalu mengacak rambutnya frustasi. Hidupnya yang sudah kacau malah semakin kacau. Aaron tidak tau apakah pilihan yang ia buat benar atau malah sebaliknya.


Beberapa suster kemudian keluar dari ruang operasi tersebut. Salah satunya, mengatakan bahwa Calista akan segera dipindahkan ke ruang rawat setelah keluarga mengurus administrasinya. Mendengar itu Aaron hanya mengangguk dan berjalan ke tempat administrasi.


Ruang rawat Calista berada di lantai atas. Pemandangan begitu indah dari atas sana, fasilitas lengkap serta tempat yang nyaman.



Calista terbaring lemah di brankar itu. Sarah sudah kembali ke mansion Aaron. James sedang menjaga Jane yang sempat pingsan. Saat ini hanya Aaron yang berada di ruangan itu. Aaron menatap Calista dari kejauhan, kening Aaron berkerut. Ia berjalan mendekat dan pandangannya tidak pernah lepas dari Calista. Banyak sekali yang ingin Aaron katakan pada wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Tetapi akan sia-sia jika ia mengatakannya sekarang. Calista tidak akan mendengar yang ia katakan, Calista juga tidak akan bangun. Aaron tersenyum kecut serta mengalihkan pandangan dari Calista.


"Kau menghancurkan semua rencanaku. Harusnya aku menyiksamu. Huhhh" Aaron mendengus kesal.


Calista koma, tidak ada yang Aaron bisa lakukan sekarang. Aaron juga tidak akan membiarkan Calista mati, terlalu awal dan terlalu tidak adil.


Aaron kembali menatap wajah damai Calista yang tertidur panjang. Aaron mengepalkan tangannya melihat kepala Calista yang diperban. Beberapa luka lecet juga terlihat di wajah cantik itu. Entah mengapa hatinya sakit melihat Calista terluka, Aaron benci melihat Calista terluka.


Aaron menggeram dan segera duduk di dekat brankar Calista.


"Kau benar-benar menghancurkan hidupku, Calista. Kenapa kau begitu berpengaruh. Kau seharusnya merasakan rasa sakit yang aku rasakan. Harusnya aku bahagia melihatmu hampir mati, tetapi ini.." ucap Aaron sambil menunjuk dadanya


"Sakit dan tidak nyaman. Rasanya benar-benar tidak enak melihatmu seperti ini." Aaron frustasi.


Emosinya bercampur aduk ketika menyangkut Calista. Aaron kembali berdiri, ia mondar-mandir sambil sesekali mengacak rambutnya. Ia akhirnya memutuskan membersihkan diri di kamar mandi ruangan itu.


Aaron melepas semua pakaiannya. Ia menyalakan shower dan membiarkan seluruh tubuhnya berada di bawah aliran air dingin itu. Aaro memejamkan mata seraya menggosok seluruh tubuhnya. Rasanya masih sama, Calista berputar di kepalanya setiap detik, menit, dan jam. Senyum manis wanita itu, tingkah manja, tangisan lirih, bahkan teriakan kesakitan Calista berputar di kepala Aaron.


Aaron membuka mata, nafasnya memburu. Tangannya mengepal, rahangnya juga ikut mengetat. Aaron meluapkan rasa frustasinya pada kaca di depannya. Berulangkali Aaron berteriak seraya memukul kaca itu. Calista, Calista, dan Calista. Hanya Calista.


Satu minggu berlalu. Keadaan Calista masih tetap sama, tidak membaik ataupun sebaliknya. Dokter menyarankan mereka untuk berdoa demi Calista cepat pulih. Sementara Jane menemani Calista setiap hari, James sudah pindah ke LA. James datang sebelum Ia ke bekerja dan setelah ia bekerja.


Keadaan Aaron tidak jauh berbeda. Hanya saja, lingkaran hitam di bawah matanya semakin terlihat jelas dari hari ke hari. Rambut mulai tumbuh di wajahnya, dan rambut Aaron juga nampak panjang. Terlihat sekali Aaron dalam keadaan kacau.


Bagaimana tidak, di kamar Aaron tersimpan banyak sekali foto Calista. Dari mulai yang terpajang di tembok, di nakas, hingga sengaja ia gantungkan. Kamar itu penuh dengan Calista, hingga setiap malam Aaron tidak akan bisa tertidur. Pikirannya akan selalu dibayangi sosok Calista.


Aaron mengoleksi foto-foto Calista sejak ia memutuskan untuk menghancurkan hidup Calista. Lebih tepatnya membuat Calista merasakan sakit seperti yang ia rasakan. Hal itu juga yang membuat Aaron tidak pernah mengizinkan Calista memasuki kamarnya.


Aaron mengunjungi Calista kapanpun yang ia mau. Dan tentang perasaannya, Aaron masih membenci istrinya itu. Hanya saja, perasaan aneh selalu menghinggapi hatinya yang membuat Aaron sangat tidak nyaman, terutama untuk menyakiti Calista. Sedangkan Areon, laki-laki itu masih tinggal di mansion Aaron. Tetapi semenjak Calista koma, ia melakukan aktivitasnya seperti biasa di luar mansion. Areon juga masih setia mengingatkan kakaknya akan tujuan ia mendekati hingga menikahi Calista. Yaa, Areon cukup bejat. Ia bahkan tidak pernah lagi menjenguk Calista di rumah sakit.


Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa Calista telah koma selama satu bulan. Aaron sedang berada di dekat brankar Calista. Ia hanya memandang istrinya itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Jane sedang keluar membeli makanan. Smartphone Aaron berbunyi, yang menelpon adalah Areon. Ia menjawab telpon itu, tetapi di tengah pembicaraan Aaron tidak sengaja melihat jari Calista yang bergerak. Aaron bengong sehingga tidak mendengarkan ucapan Areon yang berteriak di telpon. Aaron akan berlari memanggil dokter namun kakinya tersangkut, yang menyebabkan Aaron gelas dan piring di nakas. Perabotan itupun pecah dan menimbulkan bunyi bising di telpon.


Aaron tidak memperdulikan smartphone nya yang juga jatuh. Ia berlari memanggil dokter dengan tergesa-gesa. Sementara Areon yang mendengar keributan mengumpat tidak jelas, ia khawatir. Walaupun Areon terkadang memusuhi kakaknya, tetapi Areon sangat menyayangi Aaron. Berkat Aaronlah Ia bisa hidup sampai sekarang, berkat kakaknya yang bekerja mati-matian mencari uang semenjak orang tuanya meninggalkan ia dan Airyn bisa hidup enak sekarang. Areon yang panik tanpa pikit panjang menyusul Aaron ke rumah sakit.


Jane menangis saking bahagianya. Beberapa saat kemudian Calista membuka mata, perlahan Calista menatap orang-orang di depannya.


Jane saking bahagianya sampai memeluk Calista.


"Akhirnya kau sadar, Calista. Aku sangat merindukanmu" adu Jane sambil menangis memeluk Calista.


Calista mengerang. Ia sedikit meringis. "Nyonya, jangan membuat pasien syok. Ia baru saja sadar setelah koma selama sebulan. ujar dokter itu.


Jane melepas pelukannya lalu mencium kening Calista. Calista menatap Jane lalu mengerutkan kening.


"Kau siapa? Aku ada dimana?" tanya Calista lirih, namun masih dapat didengar dengan jelas oleh mereka.


Jane saling tatap dengan Aaron. Mereka berdua syok mendengar ucapan Calista. Jane kembali menatap Calista


"Calista, aku ini Aunty Jane. Aku bibimu, apa kau tidak mengingatku?" tanya Jane seraya mengusap lembut rambut Calista.


"Siapa.... Calista? Aku tidak..." kata Calista.


**To be continue....


I'm back!!


Author punya kabar buruk dan juga kabar baik. Pilih mana dulu? Baik aja yaa...


Kabar baiknya author bener² bahagia, lebih bahagia dari ketawanya sponsebob. Karena apa? Karena pembaca setia 'Disaster Love' yg begitu perhatian sama author. Dia comment panjang lebar sampe buat author terharu, sumpah senang banget rasanya. Pengen nangis 😭😭


Terimakasih banyak yaa, buat readers yang mau tau orangnya siapa bisa kepoin comment di chapter sebelumnya :)


Author ngga akan pernah bosan baca comment kalian. Author akan balas satu² saat Ada waktu :)


Jadi, jangan ragu buat comment apa aja dan jngn lupa juga buat like yaa 😘😘


Kabar buruknya adalah, author agak kecewa, sedih, bingung karena masalah kontrak. Disaster Love udah tembus 22 episode bahkan 23 dan author yakin udah lebih dari 20k kata, tpi knpa ngga bisa ngajuin kontrak 😭 yang tau bisa comment yaa,


Maaf karena author jadi curhat panjang lebar. Yang ngga pengen baca bisa skip :)


Sekali lagi Terimakasih semuanya. Terus dukung author agat tetep semngat nglanjutin Disaster Love ❤


Salam Hangat,


githaprawisanti ❤**