Disaster Love

Disaster Love
SADAR 20



"Permainan akan segera dimulai! Bersiaplah, ini akan menyenangkan."


Areon


❤❤❤


Calista merasakan badannya kaku, ia ingin berbalik namun tangan besar menahan pinggangnya. Calista membuka mata, namun pandangannya samar. Ia melihat tangan itu, ketika akan berbalik seseorang yang memeluknya dari belakang bergerak. Calista pun tidak jadi berbalik. Seseorang yang memeluk Calista semakin erat memeluknya. Orang itu juga menempelkan wajahnya di ceruk leher Calista.


Jantung Calista berdegup kencang. Ia mengenali orang ini, dan itu adalah Aaron. Tubuh Calista tiba-tiba menegang, nafasnya juga tidak teratur. Calista susah payah menormalkan detak jantungnya, terutama rasa takutnya. Calista masih trauma dengan tindakan Aaron tadi pagi, tatapan itu begitu tajam dan menyeramkan.


Aaron makin memeluknya erat. Calista hanya bisa memejamkan mata guna menetralkan rasa takutnya. Calista berharap Aaron tidak bangun. Sungguh Calista belum siap menerima amukan suaminya lagi, walaupun Calista juga tidak mengetahui kesalahannya sendiri.


Jam masih menunjukkan pukul 1 dini hari. Semakin lama terdiam, Calista semakin mengantuk. Matanya sungguh berat. Nafas Aaron juga teratur, yang menandakan suaminya itu tertidur lelap. Calista tidak tau kenapa Aaron bisa berada di kamarnya, yang Calista tau adalah suaminya itu mabuk. Tercium dari nafas Aaron di ceruk leher Calista.


Calista kembali terlelap. Mereka kembali tertidur di satu ranjang yang sama. Dengan posisi Aaron yang memeluk Calista dari belakang. Rencana Tuhan tidak ada yang tau, kehidupan dan kematian ada di tangannya. Tidak ada yang tau, orang yang saat ini kau peluk bisa beralih menjadi milik Tuhan besok atau beberapa saat lagi.


Keesokan harinya....


Entah karena kebetulan atau rencana Tuhan, Calista dan Aaron terbangun disaat yang bersamaan. Mereka sadar sedang dalam posisi yang berbahaya.


Calista memelototkan matanya ketika menyadari tangan Aaron yang bergerak. Ia takut jika Aaron menyadari posisi mereka sekarang dan marah-marah. Aaron sadar dirinya telah memeluk seseorang, yang tidak lain adalah Calista. Aaron menarik tangannya dan bangun dari tidurnya. Calista yang mendapat kesempatan langsung saja bangkit dari tempat tidur dan akan berlari ke kamar mandi. Namun sialnya Aaron menarik tangannya terlebih dahulu hingga Calista terjatuh kembali ke ranjang dan menabrak dada bidang Aaron.


"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau bisa berada disini?" kata Aaron disaat pandangan mereka terkunci.


Calista menelan salivanya susah payah. Seperti biasa tatapan Aaron selalu menyeramkan. Suaranya tercekat, Calista tidak mampu berkata apapun. Tetapi seharusnya Calista yang berkata demikian pada Aaron. Aaron yang tiba-tiba berada di kamarnya dan memeluknya.


"Cepat jawab! Apa kau tuli, huh? kenapa kau bisa berada disini?" ucap Aaron lagi penuh penekanan.


Calista Kali ini hanya bisa menggeleng. Tangannya dipegang sangat erat oleh Aaron. Suasana itu berlangsung beberapa saat, hingga seseorang masuk ke kamar itu.


"Wow.... Bermesraan di pagi hari, huh? Luar biasa."


Calista dan Aaron menoleh bersamaan. Mereka terkejut ketika Areon tiba-tiba masuk ke kamar itu dan berjalan mendekati mereka. Aaron melepaskan genggamannya pada tangan Calista. Calista terkejut akan gerakan tiba-tiba Aaron, hampir saja ia jatuh ke bawah.


"Bagaimana malam kalian? Cukup panas?" Ucap dengan senyum sinisnya. Areon bersandar pada dinding dan menatap Aaron serta Calista dengan tatapan sinis.


Aaron bangkit dari tempat tidur itu dan melenggang pergi tanpa sepatah kata pun. Calista yang menyadari Aaron meninggalkannya bersama Areon hanya dapat terdiam mematung. Jantung nya kembali berdegup kencang.


"Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu secepat itu." Areon berjalan mendekati Calista. Sementara Calista mundur hingga tubuhnya mentok ke kepala ranjang.


Areon juga naik ke ranjang, ia semakin mendekati Calista. Jarak mereka sangat dekat, Calista makin takut. Hampir saja ia berteriak. Areon mendekatkan wajahnya ke telinga Calista lalu berbisik.


"Aku ingin bermain-main denganmu. Aku ingin melihatmu menangis dan merasakan sakit" bisik Areon dingin.


Calista seketika merinding. Areon bukan orang yang akan melanggar kata-kata nya sendiri. Areon kembali tersenyum sinis di depan wajah Calista. Areon menjauh dan pergi dari kamar itu. Namun, ketika berada di pintu Areon kembali berkata.


"Apa kau tidak akan membuatkan sarapan untuk tamu mu?"


"Oiyaa, panggil aku di kamar sebelah. Aku ingin selalu berada di dekatmu" lanjut Areon lagi.


Calista terkejut. Apa itu artinya Areon akan tinggal di rumahnya? Calista mendadak lemas.


Belum cukupkah sikap kasar Aaron padanya? Sekarang Areon akan tinggal di rumah ini dan menambah penderitaannya. Haruskah Calista kabur saja? Calista menggeleng akan pikiran absurbnya. Calista menarik nafas dalam dan meyakinkan dirinya, Ia kuat. Ia harus bertahan demi rumah tangganya. Ia yakin, semua akan baik-baik saja.


Di ruang kerja Aaron, kakak beradik itu sedang beradu pendapat.


"Aaarrghhh, kenapa kau tinggal disini?" ucap Aaron frustasi sambil mengacak rambutnya. Kepalanya masih berdenyut sakit, namun Areon malah menambah masalahnya dengan tinggal disana.


"Hahahaha..... Kenapa? kau takut aku menyakiti istrimu?" kata Areon dengan tawa yang menggema di ruangan itu.


"!! Aku bilang aku akan melakukannya! Sebenarnya apa mau mu, huh?" jawab Aaron frustasi.


"Jangan bilang kau mulai mencintainya? Sesuai janjiku, aku tidak akan bergerak sebelum kau sendiri yang tidak bisa melaksanakan tugasmu."


"Aku hanya akan menonton drama kalian. Jika kau benar-benar mencintainya, barulah aku bertindak. Aku sendiri yang akan melakukannya." tambah Areon lalu meninggalkan Aaron sendiri.


Aaron kembali mengacak rambutnya frustasi. Aaron pergi ke kamarnya dan bersiap pergi ke perusahaannya. Ia bisa gila jika berlama-lama berada di rumah itu.


Di meja makan, Aaron melihat sedikit kekacauan. Pecahan piring berserakan di lantai, serta disana ada Areon, Calista dan beberapa pelayan. Aaron memijat kepalanya, pagi ini sudah terlalu kacau. Dari mulai Ia yang berada di kamar Calista dan bahkan memeluk Calista, Areon tinggal di rumahnya, dan sekarang drama meja makan. Entah apa yang dilakukan Areon untuk mengerjai Calista. Aaron tidak mau ikut campur, kepalanya mau pecah. Aaron melenggang pergi tanpa melirik ke meja makan. Nafsu makannya hilang.


Permainan telah dimulai. Calista harus bersiap menerima Areon di rumah itu dengan segala ulah jahilnya. Areon bukan hanya kejam, tpi sangat jahil. Wajahnya yang menyebalkan juga merupakan point tambahan untuk Areon.


Permainan ini akan segera dimulai, bukan hanya tangisan tapi permainan ini akan lebih menyenangkan.


**To be continue.....


Areon**



Calista Maylafaisha



**Yess! I can, I can reach 20 chapter 😆😆😭


Thanks God 🙏


Terimakasih semuanya yang udah dukung aku :)


Spoiler


Next chapter akan ada kejutan seru.


Calista bakalan jadu ratu lhoo di rumah itu, hehehe....


Maksudnya gimana? Mau tau? Stay Tune :)


Love you 😘**