
Pagi ini aku merasa lebih sehat dan lebih bersemangat. Entah mengapa ingin rasanya segera sampai dikampus. Sebelum berangkat aku membuatkan roti isi kacang untuk Pino sebagai ucapan terimakasihku atas kebaikannya. Semoga saja Pino suka dengan roti buatanku. Dimeja makan aku melihat tua bangka itu lagi entah sejak kapan ia tinggal dirumah ini. Aku tak menghiraukannya aku malas membahas tua bangka itu karena ujung-ujungnya aku akan bertengkar dengan ibu. Kuakui hubunganku dengan ibu makin hari makin jauh aku tidak bisa merasakan kasih sayang ibu seperti dulu.
Setelah selesai sarapan aku segera berangkat ke kampus.
"Bi, begitukah sopan santunmu dengan orang tuamu?". (bentak ibu padaku).
Karena aku sedang malas bertengkar dengan ibu, aku bersalaman dengan ibu dan si tua bangka itu. Aku bergegas menuju pergi karena ojek online yang kepesan sudah sampai sejak tadi.
Aku mencari Pino kesana kemari tapi tidak menemukannya, aku kesal. Tiba-tiba seseorang menarikku dan mendorong tubuhku ke tembok. Dalam hati aku berharap orang itu adalah Pino, tapi ternyata bukan. Sial aku bertemu Marvel si pria mesum.
"Lepaskan aku".(teriakku padanya)
"Ok....ok"
"Apa maumu, biarkan aku pergi aku tidak punya urusan denganmu jangan ganggu aku".
"Tiga hari tidak melihatmu, masih saja kamu ketus padaku".
Aku mencoba kabur darinya, tapi usahaku sia-sia dia memelukku dari belakang. Aku takut sekali, aku takut Marvel kurang ajar padaku. Tapi ternyata dia menginginkan bekal roti yang aku bawa, dia mengambilnya dari tanganku dan melepaskan pelukannya. Ku biarkan dia mengambil bekal rotiku yang seharusnya untuk Pino, apa boleh buat dari pada dia melakukan hal gila padaku.
Aku berlari menjauh dari Marvel. Aku tidak melihat jika di depanku ada seseorang dan aku menabraknya.
Ketika aku mau jatuh, orang tersebut dengan sikap menangkapku. Aku sangat bersyukur orang yang aku tabrak adalah Pino. Sontak aku dan Pino salah tingkah dan kikuk.
"Emmm, Pin maaf aku gak sengaja".
"Kamu kenapa Bi, lari-lari apa ada yang sedang mengejarmu, kamu kan masih sakit Bi".
"Emmm, gak Pin gak ada lagian aku udah sembuh kok".
"Ouhh, yaudah kita kekelas yuk".
"Iya".
Aku dan Pino beda jurusan hanya saja kelas kita searah jadi Pino mengajakku bareng. Selama perjalanan menuju kelas aku gak bisa berhenti buat ngeliatin Pino.Sesekali aku mencuri-curi pandang melihat kearah Pino. Hingga akhirnya Pino menyadari jika aku sedang memperhatikannya.
"Bi, kamu masih sakit?". (sambil mengecek keningku).
Aku hanya menggelengkan kepala.
"Kamu lagi gak ngeliatin aku kan?".
"Emmmmm,,,,aku masuk dulu".
Untung saja aku sudah berada di depan kelas jadi aku gak perlu jawab pertanyaan Pino, aku malu banget. Aku merasa jadi orang yang berbeda hari ini aku merasa jadi Bianka yang dulu sebelum ayah pergi.
Tapi ada keraguan dihatiku, apa iya aku suka sama Pino. Iya kalau Pinonya juga sama aku kalau dia cuma nganggapnya aku teman doang gimana?. Apa aku jujur aja sama Pino, tapi gimana aku belum pernah sebelumnya. Selama jam pelajaran aku hanya melamum memikirkan Pino sampai-sampai aku tidak sadar jika bu Martha menegurku. Aku kaget ketiga bu Martha mencewer telingaku. Aku menyengir kesakitan.
"Bianka, selesai pelajaran kamu keruangan ibu".
"iya,bu".
Gara-gara mikirin Pino nih aku jadi harus nemuin bu Martha semoga saja bu Martha tidak menghukumku.
"tokk...tokkkk...tokkk...,permisi bu".
"Masuk Bianka".
Bu Martha kencang sekali kalau bicara, samapai sakit telingaku, mana jantungku serasa mau copot lagi.
"Duduk Bianka, ngapain kamu berdiri disitu".
Aku duduk tepat berhadapan dengan bu Martha. Dalam hati aku berdoa semoga saja bu Martha tidak memberiku hukuman.
"Bianka, ibu mau tanya sama kamu. Kemana kamu tiga hari tidak masuk kuliah".
"Anu...bu, emmmm".
"Bianka, jawab dengan jujur. Atau ibu panggil orang tua kamu".
"Jangan bu, Bianka kemarin sakit dan dirawat dirumah sakit bu".
"Kenapa kamu tidak ijin ke kampus atau kasih kabar kekampus, atau titipin surat ijin kamu ke teman kamu. Bianka sekolah ini punya aturan kamu gak bisa seenaknya sepertu itu kamu bisa di DO dari kampus".
" Maaf bu, Bianka mohon jangan keluarin Bianka dari kampus ini bu".
"Untuk kali ini ibu masih kasih kamu toleransi karena kamu juga masih anak baru di kampus ini, tapi lain kali jika kamu ulangi lagi sesuai dengan peraturan kampus ini kamu akan dikenakan sanksi DO".
"Baik bu,terrrr....".
"Jangan senang dulu kamu, karena tiga hari kamu ketinggalan banyak sekali mata perkuliahan sebagai hukumannya kamu harus membuat satu rancangan gaun karya kamu sendiri,ingat Bianka waktu kamu cuma ibu kasih satu minggu".
"Tapi bu, Bianka kan masih semester satu".
"Ohhhh itu urusan kamu bukan urusan ibu Bianka, jadi silahkan keluar tinggalkan ruangan ini".
"Baik bu".
"Ingat Bianka ,jika kamu tidak menyelesaikan tugas dari ibu maka kamu terima konsekuensinya".
Tubuhku seketika lemas mendapat hukuman dari bu Martha. Aku harus bagaimana?. Tapi aku yakin jika ulat ingin menjadi kupu-kupu ia membutuhkan waktu untuk bermetamorfosis, begitu juga dengan aku, semangat Bianka.
"Semangati fisik dan psikismu sendiri, karena tidak ada yg menyayangi tubuhmu tanpa nafsu selain dirimu sendiri".Bianka Sundari