Breath Of Love

Breath Of Love
19. Kedatangan Tamu tak Terduga



Aku hanya berharap semoga anak ini segera lahir, agar aku dan anakku bisa pergi dari rumah ini. Aku mulai menikmati kehamilanku, dan menyayangi anak ini. Setiap anak yang dilahirkan adalah suci terlepas dari kesalahan orang tuanya.


"Mbok tolong panggilkan Marvel".


"Baik nyonya".


Aku mendengar suara dibawah, aku turun untuk mengeceknya. Aku melihat Milka bersama wanita dan laki-laki paruh baya berpakaian rapih dan modis.


"Itu tante wanita murahan itu".


Milka menunjuk ke arahku sontak membuatku kaget. Aku berjalan kearah mereka dan berniat bersalaman dengan mereka, tapi niat baikku ditepis sinis olehnya.


"Jauhkan tanganmu dariku, aku tidak sudi disentuh wanita murahan sepertimu".


Aku masih tidak mengerti siapa mereka datang-datang langsung menghinaku.


Kami semua duduk diruang tamu, keadaannya sunghuh menegangkan.


" Apa yang kamu mau dari anak kami Marvel?Apa yang ada dikandungan kamu itu benar anak Marvel?".


"Jadi om dan dan tante adalah mamah dan papah Marvel".


"Di dalam amplop coklat ini berisi cek 100juta saya rasa cek ini cukup jika kamu gunakan untuk menggugurkan bayimu dan pergi menjauh dari Marvel".


"Ti-tidak aku tidak mau".


"Ohhh....,picik sekali kamu ya kurangkah uang segitu?".


"Maaf om , tante aku tidak menginginkan uang itu".


"Apa yang kamu inginkan. Aku tidak sudi memiliki cucu dari wanita murahan sepertimu.Plakkkkkk".


"Cukup Mah....mamah gak ada hak buat nampar Bianka".


"Marvel, papah sudah mendengar semua kelakuan kamu dari Milka papah kecewa Marvel. Kamu tahu apa yang kamu lakuin sudah mencoreng nama baik papah, jika kolega-kolega papah tahu mau ditaro mana muka papah".


"Pah, biarin urusan ini jadi tanggungjawab Marvel, Marvel yang akan menyelesaikan sendiri".


"Gak vel, mamah gak sudi punya cucu dari dia. Lagi pula mamah dan papah sudah putuskan kalau kamu akan menikah dengan Milka".


"Hahhhh apah, mah Marvel gak bisa menikah dengan Milka karena Marvel dan Bianka sudah menikah".


"Papah mamah tenang aja pernikahan Marvel sama Bianka cuma sampai anak ini lahir, setelah anak ini lahir Marvel akan ceraikan Bianka".


"Terserah kamu Marvel, papah pusing dengan sikap kamu. Kamu memang gak seperti Pino kakak kamu, lihat Pino dia sudah punya perusahaannya sendiri tapi kamu hidupmu semakin gak jelas".


"Pah...cukup ya pah jangan pernah banding-bandingin aku lagi dengan Pino".


"Marvel mamah mau kamu segera ceraikan wanita ini, kalau kamu masih ingin jadi anak mamah. Ayo pah kita pergi mamah mual lama-lama disini melihat perempuan ini".


"Lebih baik kamu juga pergi Milka, aku lagi gak pengen diganggu".


"Oke Marvel, kalau ada apa-apa kamu hubungi aku".


Tanpa aku sadari air mataku mengalir, hinaan demi hinaan itu sungguh menyakitkan untukku.


"Kenpa sih kamu itu bisanya cuma nangis, nangis dan nangis".


"Marvel lepas".


"Kamu denger ya Bianka cepet kamu lahirin anak itu aku udah muak sama kamu".


"hikkkkk....hikkkk. Kamu pikir hanya kamu yang hancur Marvel.Jika tidak karenamu mungkin saat ini aku sudah bahagia dengan Pino".


"Hahhhh Pino?, apa dia masih menghubungimu aku rasa tidak, kamu lihat ini ...lihatttttt".


Marvel menunjukkan foto Pino dengan perempuan yang begitu cantik ,mereka berdua terlihat serasi dan cocok sekali. Jadi benar dugaanku Pino tidak lagi menghubungiku karena ia sudah menemukan perempuan lain, beruntung sekali perempuan itu tidak seperti aku yang harus hidup dengan manusia kasar seperti Marvel. Hatiku sakit aku tidak tahan melihat Pino dengan perempuan itu aku berlari ke kamarku. Tapi Marvel menarik tanganku.


"Lepasin aku Marvel".


"Denger ya Bianka mulai sekarang kamu harus lupain Pino".


"Kamu gak ada hak ngatur-ngatur aku Marvel".


"Plakkkkkk".


"Apakah ketika kamu menamparku kamu merasa puas vel, tidak cukupkah kamu melukai hatiku? jika tamparanmu bisa mengembalikan hidupku kebahagianku tampar vel tamparrrrr!".


Marvel hanya diam membisu, bahkan ia memalingkan wajahnya dariku.