Breath Of Love

Breath Of Love
56. Tamat



Vera dimakamkan disebelah makam Marvel ayahnya, Saki berharap jika Vera dan ayahnya mau memaafkan semua kesalan dirinya. Saki melaporkan Milka kepenjara, Milka ditahan lima belas tahun penjara atas kesalahannya menjual anaknya sendiri.


Saki belajar bahwa cinta tak selamanya bisa dimiliki, ketika takdir berkata dia cintamu namun dia bukan takdirmu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa dimiliki. Vera membawa cintanya pergi bersamanya.


Cinta itu memang unik, kadang datang tanpa diminta, juga pergi menyisakan luka.Jika diingat pertemuan Saki dan Vera sama uniknya dengan kisah cinta mereka. Tak pernah mengungkapkan satu sama lain tapi merasa saling memiliki.


Tuhan itu adil, ketika Tuhan memberi ujian dan ujian itu bisa dilalui , Tukan pun akan memberikan hadiah atas jerih payah itu. Bianka da om Pino akhirnya menikah.Pino bertahan dengan cintanya kepada Bianka.Cinta memang tak selalu datang diawal ,kadang juga diakhir. Bianka memilih tinggal bersama Pino, menikmati masa tuanya dengan orang terkasih. Kisah cinta yang dialami Bianka berbanding terbalik dengan kisah cinta yang Saki alami.


Saki memutuskan untuk kembali ke Jerman, terlalu banyak kenangan Vera di Jakarta. Mungkin dengan pergi dari tempat dimana mereka bertemu Saki akan bisa berdamai dengan hatinya, melupakan Vera.


Bagi Saki, Vera adalah gadis yang sempurna entah dirinya bisa atau tidak bertemu dengan gadis seperti Vera lagi. Bertemu dengan


Semua butuh waktu, kapan waktunya itu masih rahasia tentunya. Saki menjalani hidup barunya, meneruskan bisnis ayah angkatnya. Namun sebulan tidak cukup bagi Saki melupakan Vera, bayangan mengenai Vera selalu hadir dan menimbulkan rasa bersalah di hati Saki.


“Nak, sudahlah ikhlaskan Vera sudah tenang disana”


“Iya Bun, Saki hanya merindukannya”


“Vera sangat beruntuk memili kakak sepertimu”


“Tidak Bun,mungkin jika Vera tidak bertemu dengan Saki, Vera masih disini”


“Tak ada yang tahu akan takdir, nak. Kita juga tidak pernah tahu sekarang panas bisa saja lima menit kemudian hujan”


“Lagi pula sams dan anak buahnya sudah diamankan polisi”


“Benarkah Bun?”


“Iya nak”


Seperti biasa Saki dan Johan mengadakan meeting dengan klient, kali ini klient tersebut meminta untuk bertemu di coffe shop. Hampir satu jam Saki dan Johan menunggu Klient itu tak kunjung datang.


“gw paling gak suka nunggu, kayak gini”


“Sabar ki, paling bentar lagi datang”


“Udah sejam kita nunggu, gak ada tuh tanda-tanda dia nongol”


“Maklumi lah Ki, beliau kan orang sibuk, mau kerja sama dengan kita aja itu udah kehormatan buat kita”


“Ya, tapi kalau dari awal sudah menyepelekan kayak gini apalagi nanti”


“Kita tunggu sebentar lagi”


Sampai seorang wanita datang dan memperkenalkan diri bahwa dia adalah putri dari klien yang akan Saki temui.


Mata Saki tak berhenti menatap wajah wanita itu, wajahnya, matanya, bibirnya, dagunya semuanya mirip sekali dengan Vera.


"Hy ..maaf ya lama nunggunya"


Johan dan Saki tak berkedip memandang gadis itu.


------------Tamat-----------


Hy semuanya terimakasih ya sudah mau mampir dan support novel pertama aku “Breath of Love” aku harap semuanya terhibur dan suka dengan alur cerita. Jangan lupa mampir ke Novel aku yang lain ya. Novel terbaru aku berjudul “KANTIL IRENG NIRMALA” Terimakasih temen-temen semuanya see you.