Breath Of Love

Breath Of Love
10. Aku Terbangun diRanjang



Aku merasakan pening di kepalaku, mendengar suara bising seperti orang bertengkar diluar, tap...tapiiii kemana pakaianku???? hahhhh...apa yang terjadi padaku, Marvelllll....aku berteriakkk sekencang-kencangnya aku memunguti pakaianku, dan mengenakannya kembali.


Aku kuatkan diriku untuk berjalan , mencari sumber suara orang berkelahi, aku melihag Marvel dan Pino sedang berkelahi diruang tamu.


"Marvellll....Pino, berhenti".


Aku mencoba melerai perkelahian mereka, Pino melihat kearahku dan langsg mendorongnya. Aku menangis dan memaki-maki Marvel.


"Marvel, salah apa vel aku sama kamu sampai kamu tenga ngancurin masa depan aku, apa yang kamu lakuin ke aku vel?".


Marvel hanya terdiam memandangiku.


"Marvel, tega kamu bohongin aku, tega kamu ngelakuin ini sama aku vel hiks hiks hiks"( kupukul dada Marvel, tapi Marvel menghentikan pukulanku).


"Aku bayar k**********u, berapa???katakan???


"Apahhhh???" (Aku tampar pipi Marvel kuat-kuat sampai pipinya memerah)


"Denger ya Marvel aku bukan cewek murahan yang bisa seenaknya kamu nikmatin".


Pino terkejut mendengar makianku terhadap Marvel,dia marah dan ingin memukul Marvel, tapi aku mencegahnya.


"Diam, kamu Pino ini semua juga gara-gara kamu, andai kamu gak menghilang andai kamu ngasih kabar ke aku laki-laki b******k itu tidak akan membawaku kesini, dan melakukan hal keji itu padaku".


"Bi...Bianka aku minta maaf".


"Aku gak butuh maafmu, kalian berdua sama b******knya".


Aku berlari meninggalkan Pino dan Marvel, aku benci Marvel aku benci Pino aku benci diriku sendiri.


Bianka kenapa kamu bisa seceroboh ini, apa yang harus aku lakukan,Tuhan hiks hiks hiks.


"Bianka...".(panggil Pino)


"Bi, Bianka tenanglah".


Pino mendekapku dan mencoba menenangkanku.


"Bi, maafin aku gara-gara aku kamu jadi seperti ini. Aku menerima kamu apa adanya Bi, aku sayang Bi sama kamu, maafin aku Bi harusnya ini semua gak terjadi sama kamu".


"hikkkss....hikkkksss, aku takut Pin".


"jangan takut ada aku disini".


"Kamu gak akan pergi kan ninggalin aku Pin?".


"Emmmmm,...Bi maaf sebenarnya aku kemarin gak ngasih kabar ke kamu karena aku lagi urus pemberkasan buat pergi ke Jepang".


"Hahhhhh.... Jepang??, jadi kamu bakalan pergi ninggalin aku? kamu pembohong Pino".


"Bi...Bianka dengerin aku".


"Aku gak mau denger apa-apa lagi dari kamu".


"Hhhhhhh....baiklah Bi, jadwal penerbanganku hari ini Bi".


"Aku tidak peduli".


"Kamu baik-baik ya disini, Bi. Aku sayang kamu aku pasti kembali lagi Bi buat kamu".


Pino adalah satu-satunya orang yang peduli sama aku kenapa harus disaat seperti ini Pino harus pergi, tapi aku gak punya kuasa untuk melarangnya pergi. Pino aku harap kamu gak lupa sama janji kamu untuk kembali nemuin aku lagi. Hiks.....Hiks....Hiks......


Aku datang kemakam ayah, aku ingin menceritakan semuanya sama ayah.


"Ayah, maafin Bianka baru bisa ziarah ke makam ayah, Yahhh Bianka rindu ayah. Ayah maafin Bianka gak bisa jadi anak kebanggaan ayah. Bianka udah bikin ayah kecewa Bianka gak bisa jaga diri yah. Bianka udah kehilangan hal yang paling berharga dalam hidup Bianka gara- gara laki-laki b******k itu yah. Ayahhhhh Bianka harus gimana yah, Bianka gak kuat yah Bianka mau ikut ayah. Hikkks....hikkkks....ayahhhhhhhhhhhhhhh".