
Baby Alsaki mulai beranjak dewasa, ia sangat cerdas sehingga diusianya yang menginjak 20 tahun ia sudah tamat kuliah disalah satu University di Jerman. Otaknya yang cerdas membuatnya menjadi CEO diusia mudanya. Bagaimana tidak, pak Burhan mempercayakan perusahaan miliknya kepada Saki putranya. Pak Burhan merasa dirinya sudah terlalu tua untuk mengurus perusahaan yang ia rintis dari nol, melihat kecerdasan putranya dan jiwa pemimpim dari putranya akhirnya pak Burhan memutuskan untuk pensiun dari jabatannya dan digantikan oleh Saki.
Flashback on
Suatu ketika rekan bisnis pak Burhan melakukan kecurangan ,ia memanipulasi data yang akan diberikan kepada pak Burhan. Karena kecurangan tersebut perusahaan pak Burhan mengalami kerugian milyaran rupiah. Mendengar ayahnya mengalami masalah besar Saki yang kala itu baru belum lulus kuliah mengajukan diri untuk ikut ayahnya menghadiri rapag. Dalam rapat tersebut pak Burhan tak lupa mengenalkan Saki putranya kepada rekan bisnis dan colega-coleganya. Ada salah satu rekan bisnis pak burhan yaitu pak Candra yang tidak suka dengan kehadiran Saki dan memandang sinis terhadap Saki. Saki yang menyadari jika kehadirannya tidak disukai oleh pak Candra, ia pun hanya tersenyum dan kembali duduk seraya merapikan jas yang ia kenakan.
Rapat pun dimulai, sekertaris pak Candra membagikan data yang akan digunakan untuk rapat. Tapi ketika sampai pada Saki, pak Candra melarang sekertarisnya untuk memberikan data tersebut pada Saki karena pak Candra menganggap Saki adalah orang luar. Mendengar hal itu Saki hanya tersenyum sambil mengangkat satu alisnya. Rapat pun dimulai, pak Candra yang kali mempresentasikan data yang ia berikan. Benar dugaan Saki pak Candralah yang melakukan kecurangan. Walaupun masih duduk dibangku kuliah analisi Saki tidak bisa diragukan, ketepatan analisisnya hampir 100%. Ditengah presentasi pak Candra Saki dengan santai mengankat tangannya dan mematahkan pernyataan-pernyataan yang diberikan pak Candra, dan memberitahu ke semua peserta rapat atas kecurangan yang dilakukan oleh pak Candra atas proyek kali ini yang menyebabkan perusahaan ayahnya rugi milyaran rupiah. Mendengar hal itu, pak Candra sangat marah sehingga mukanya merah padam. Pak Burhan mencoba menenangkan pak Candra.
"Burhan, untuk apa kau bawa bocah sok tahu ini dalam rapat?".
"Candra tenanglah, dia putraku dialah yang akan menggantikanku kelak jadi tidak ada salahnya aku mengajarinya mulai dari sekarang".
"Maaf om Candra, karena kehadiranku disini membuka semua kecuranganmu".
"Sudah nak. Ayah tidak ingin ada keributan. Candra kenapa kamu tega berkhianat???. Kenapa kamu hancurkan kerjasama yang sudah bertahun-tahun kita jalin bersama. Jujur aku kecewa padamu Candra, untuk kali ini kamu saya maafkan saya tidak akan melaporkanmu ke polisi. Tapi saya memutuskan kerjasama kita, dan memberhentikan suntikan dana terhadap perusahaanmu".
"Baiklah Burhan hinaan ini akan aku ingat selamanya".
Pak Candra meninggalkan ruang rapat dengan wajah emosi. Ia tidak menyangka karirnya hancur hanya karena bocah tengik yang sok tahu itu, siapa lagi kalau bukan Saki.
Pak Burhan mengakhiri rapat kali ini, tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada putra kesayangannya berkat kecerdasaannya perusahaannya dapat terselamatkan.
Pak Candra sangat sangat bangga pada putranya hingga ia tak kuasa menahan air mata dan memeluk erat tubuh putranya. Kejadian itupun sontak mendapat tepuk tangan dari peserta rapat yang hadir. Keberhasilan bu Tania dan pak Burhan dalam mendidik Saki menjadikannya seorang yang cerdas, kritis dan berjiwa pemimpin serta bertanggungjawab atas apa yang ia kerjakan.