
Dalam ruang kerjanya Saki berada dalam lamunannya, kehadiran sosok Vera tak ia hiraukan.
"Ehhemmm, apa bapak baik-baik saja???".
"Ada perlu apa??".
"Saya hanya ingin mengingatkan bahwa hari ini ,bapak ada jadwal survey ke lokasi proyek yang baru".
"Aishhh kenapa saya bisa lupa hhhhhhh".
"Gimana gak lupa ,kalau ingetnya pacaran Mulu menyebalkan". Sahut Vera dengan nada berbisik
"kamu kira saya tidak dengar, saya ini bos mu tak sepantasnya kamu menggerutu seperti itu".
Vera sangat kaget mendengar ucapan saki, tak pernah ia melihat saki semarah itu.
"maaf pak saya tidak bermaksud seperti itu, kalau begitu saya permisi sekali lagi maaf pak".
Vera melenggang meninggalkan ruang kerja saki, tak dapat disembunyikan Vera merasa kesal dan sakit hati mendengar ucapan saki.
"nih tissue...udah ambil"
"terimakasih pak"
"siapa yang bikin kamu nangis kayak gini??hmmm pasti Saki".
"gak kok pak, aku gpp"
Johan keluar dari ruangannya
"bapak mau kemana?"
"takut banget sih, jauh dari gw"senyum kepedean
Vera tak membalas ucapan Johan, ia kembali berkutat dengan laptopnya untuk mengalihkan dirinya dari Johan
"Ki....loe apa-apaan sih?"
"gaje loe, dateng-dateng dah ngomel gak jelas"
"loe yang kenapa? pagi-pagi udah moodian dah kayak cewek mau PMS aja loe"
"diem berisik loe anjing, kalo gak ada hal penting yang mau loe sampein mending loe pergi dari ruangan gw, gw lagi gak pengen diganggu"
"bangsat, loe Ki"
"pergi" sembari menggebrak meja kerjanya
"loe kenapa sih Ki, jadi emosian kayak gini loe sadar gak loe udah keterlaluan sampe bikin Vera nangis"
"hhhhh sejak kapan loe peduli sama Vera???"
"siiitttt gw disini profesional Ki ,gw cuma gak mau keadaannya jadi gak nyaman kayak gini, sedangkan kita bentar lagi ngerjain proyek besar"
"professional seperti apa yang loe maksud, kalo loe mau peluk-pelukan sama cewek loe bisa kan dibar atau loe nyewa hotel sekalian jangan dikantor gw, bisa"
Johan tak mengerti lagi apa yang terjadi dengan sahabatnya, ia pergi meninggalkan saki diruangannya.
sudah waktunya istirahat, Vera ingin menuju ke kantin bersama yang lain saat melewati ruangan saki Vera berhenti meminta temannya untuk kekantin duluan, Vera masuk kedalam ruang kerja saki tapi saki tak ada disana.
setelah lama mengecek diseluruh ruangan Vera tak menemukan batang hidung saki disana, akhirnya Vera berbalik badan untuk kembali ke kantin. Tapi saat Vera membalikkan badan iya terkejut melihat saki tepat dihadapannya, saki menarik pinggang ramping Vera dengan satu lengannya, hingga tubuh mereka sudah tak ada jarak, wajah saki tepat berada di wajah Vera matanya begitu tajam menatap Vera, Vera berusaha menyembunyikan ketakutannya, keheningan terjadi diantara mereka, Vera merasakan sesuatu dibibirnya, ya...bibir saki kini tengah ******* bibir ranum Vera. Vera menutup matanya, tak bisa menghindar Vera hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan saki. Setelah puas saki melepaskan ciumannya dan pergi meninggalkan Vera yang masih tertegun berdiri tak bergerak seperti patung. Melihat itu saki tersenyum dan pergi keluar dengan mobilnya.
Vera mengatur nafasnya, sampai jantungnya kembali normal merapikan kembali bajunya yang kusut karena cengkraman saki dan bergegas ke kantin.
"lama banget ver, dari mana loe" tanya Sintia teman sekantor vera
"emmm toilet" jawab Vera sekenanya
"ngapain aja loe ditoilet sampe bibir loe bengkak gitu" tambah Sintia yang melihat gelagat aneh Vera
"ahhh masak???gak sengaja kejedot tadi"
"Vera...Vera kejedot apa kecepok hahaha" ledek Sintia
"ishhh apa sih" Vera mulai kesal dengan Sintia yang sedari tadi meledek dirinya
memangsih bibirnya agak terasa sedikit nyeri, tapi yasudahlah Vera tak mau terlalu memikirkan hal itu karena perutnya sudah sangat lapar.
saki memanggil Vera keruangannya, Vera tak berani menatap wajah saki yang tak pernah bisa ditebak kadang marah, kadang dingin, kadang imut terkadang juga ganteng.
"nih buat loe"
"ini apa ya pak"
"buka aja"
Vera membuka kotak yang diberikan saki, aneh isinya lipstik untuk apa saki memberikan Vera lipstik.
"ini buat saya pak?"
"menurut loe?"
dalam hati Vera berkata" nih orang maunya apa sih, random banget sikapnya"
"mulai sekarang gw bakal sering hapus lipstik dari bibir loe"
"hahhhh maksud bapak???"
"dan gw gk suka loe deket-deket sama cowok lain ngerti?"
"cowok lain??"
"terutama Johan"
"ouhh jadi pak saki cemburu sama pak Johan"
"gak pernah ada kata cemburu dalam hidup gw, ini perintah Vera lakuin aja"
Vera tersenyum mengejek kearah saki, melihat Vera yang mengejek dirinya saki merasa gemas terhadap Vera hingga ciuman itu kembali terjadi. Saat mereka sedang ******* bibir satu sama lain tiba-tiba Hana masuk menarik tangan Vera dan menampar pipi Vera sangat keras.