Breath Of Love

Breath Of Love
11. Keberangkatan Pino ke Jepang



Handphoneku berdering ada pesan singkat dari Pino, bahwa pesawatnya akan segera berangkat 15menit lagi. Apakah aku perlu menyusulnya? tapi hatiku berkata aku harus menemui Pino. Aku bergegas mencari taksi dan menuju bandara. Aku meminta pak supir untuk lebih kencang lagi, tapi aku memintanya untuk tetap hati-hati aku tak ingin kejadian yang menimpa aku dan ayah terulang kembali.


Aku berlari menuju informasi keberangkatan, aku mengecek jadwal keberangkatan pesawat yang ditumpangi Pino, tapi pesawatnya sudah take off lima menit lalu, emmmm aku terlambat Pino sudah pergi. Aku hanya bisa berharap semoga Pino tidak lupa dengan janjinya, jika kembali nanti Pino akan menemuiku.


Handphone ku kembali berdering, aku antusias untuk mengangkatnya aku harap itu Pino aku langsung menyeka air mataku. Tapi sayangnya panggilan masuk itu dari Marvel.


"Hallo Bianka, kamu dimana?".


"Bandara".


"Kamu ngejar si Pino sampai bandara?".


"Apa hakmu ngatur-ngatur aku,hahhhh".


"Aku mau ngomg sama kamu, bisa kita bicara?".


"Aku gak sudi ketemu kamu lagi".


Aku menutup telfon dari Marvel, sungguh aku benci dan jijik sekali dengan pria itu. Marvel tak henti-hentinya menelfon dan mengirim pesan singkat padaku, bahkan ia mengancam akan menyebarkan foto-foto s**rku. Sungguh picik orang ini. Dengan terpaksa aku setuju untuk menemuinya. Marvel mengajakku bertemu di cafe dekat bandara, aku bergegas menuju cafe tersebut dan aku lihat Marvel sudah duduk disana.


"Ehhhh Bi, akhirnya kamu datang juga".


"Kamu mau apa lagi?, belum cukup bikin aku menderita?".


"Bi,bianka kamu tenang dulu kamu duduk dulu".


"hhhhhhhhh".


Marvel menyerahkan selembar kertas berisi perjanjian.


"Apa ini Marvel?".


"Kamu baca dulu aja, Bi. Kamu cermati isinya ada bagian mana yang nanti kamu gak setuju kamu bilang aku".


Aku membaca bagian demi bagian yang ada di dalam surat perjanjian itu.


"Hahhhhh, apa-apaan ini Marvel kamu pikir aku cewek bayaran?".


"Enggak, aku gak bilang kamu seperti itu".


"Enteng banget ya kamu,vel? setelah kamu ngelakuin itu sama aku kamu bayar aku terus semuanya selesai gitu?".


"Ya iya".


"Gak semua bisa kamu beli pake uang Marvel".


"Terus mau kamu apa?, nikahin kamu?. Itu gak mungkin Bianka kamu tau aku dan kamu beda kita gak selevel".


"Aku juga gak sudi nikah sama kamu, aku mau kasus ini ditangani secara hukum".


"Ohhhh.... silahkan saja Bianka kamu juga gak punya bukti apa-apa yang bisa menjatuhkan saya".


"Emmmmm.eemmmm".


"Kenapa? udah terima saja tawaran aku Bianka".


"Kamu gila".


Aku belum siap menerima semua ini.


Bukan Marvel laki-laki yang aku harapin untuk menemani hidupku, laki-laki yang sama sekali tidak menghargai perasaan seorang wanita.


***********


"Assalammualaikum".


"Bianka, kamu dari mana saja? kenapa kamu pucat sekali nak?".


"Bianka gak apa-apa bu, Bianka cuma kecapekan aja bu, karena banyak tugas kuliah".


"Yasudah kamu istirahat sana".


"Iya bu".


"Biankaaaaa, tunggu".(Om Husein memanggilku).


Aku mengacuhkan panggilannya.


"Bianka, apakah kamu sudah bertemu dengan laki-laki itu?".


"laki-laki? maksud kamu?".


"Iya nak Marvel, apa kalian sudah bertemu?".


"Dari mana anda kenal Marvel?".


"Ya, nak Marvel adalah Pelanggan setia ayah yang setiap hari meminta ayah untuk menyediakan wanita untuk menemaninya".


"Apah".


"Jadi tempo hari dia menemui ayah, dia ingin yang menemani dia adalah kamu, yaaaa jadi.....".


"Jadi anda menjual saya sama Marvel?".


"Ehhhh .....bukan menjual hanya.....".


"Tega anda, anda memang bukan manusia anda gak punya hati. Satu lagi jangan menyebut diri anda dengan sebutan ayah karena anda tidak pantas untuk mendapat sebutan itu dan anda bukan ayah saya".


*********


"Tok....tokkk....tokkkk.Bianka buka nak ini ibu".


"Bianka lagi mau sendiri bu".


"Bianka maafkan ibu, ibu sama sekali jika ayah husein tega ngelakuin ini ke kamu nak".


"hikkkksss hikkkkksss hikkkksss".


"Bianka, maafin ibu nak hikksss hikss".


"Percuma saja bu, semuanya sudah terjadi andai ibu gak khianatin ayah Bianka gak akan pernah ngalamin ini semua. Pergi bu, Bianka mau sendiri".


Tuhan maafin Bianka ,Bianka gak bisa Tuhan nanggung ini semua. Maaf Bianka mau nyusul ayah saja Tuhan.