
Malam ini Johan mendatangi salah satu club' malam, sejak Johan berada di Indonesia ia tak lagi sempat berfoya-foya seperti yang ia lakukan saat berada di Jerman. Johan mendatangi meja barista dan memesan minuman. Begitu banyak gadis-gadis cantik bergantian menghampiri dirinya, tapi Johan hanya sekedar menggodanya saja.
Walaupun sudah menenggak beberapa gelas Johan masih sadar sepenuhnya, sampai matanya tak sengaja melihat kearah pelayan wanita yang sedang diusili oleh tangan pria-pria nakal.
Johan yang melihat hal tersebut sangat risih karena para pria itu sudah kelewat batas. Johan menghampiri pria tersebut, dan memberinya pelajaran dengan menghadiahi pukulan dirahang kiri pria tersebut.
Pria tersebut tidak terima atas perlakuan Johan terhadapnya, hingga mereka berdua berkelahi.
"Tolonggg berhenti Tuannnn......sudah Tuan berhenti". Rengek pelayan wanita mencoba melerai perkelahian
"Dasar pria brengsek.....".Johan beberapa kali memukul wajah pria tersebut.
Hingga tak sengaja pukulan Johan mengenai wajah pelayan yang mencoba melerai perkelahian tersebut. Betapa terkejutnya Johan bahwa wanita pelayan itu adalah Vera , karyawannya.
"Veraaaa.....!!!!".
Vera yang meringis kesakitan sambil memegang pipinya yang memar akibat terkena pukulan Johan, sontak kaget mendengar suara Johan.
"Veraaa....., sedang apa kamu disini?".
Johan membangunkan tubuh Vera, dan membawanya menjauh dari tempat itu.
"Vera, aku minta maaf aku tidak sengaja menyakitimu".
"Tidak apa-apa pak, Vera gak apa-apa".
"Tapi pipimu lebam Vera, saya bawa kamu kerumah sakit ya?".
"Tidak usah pak, Vera gak apa-apa. Lagi pula ini masih jam kerja Vera pak nanti Vera bisa dipecat". Vera menunduk takut, takut jika Johan marah dan memecatnya dari kantor tempat ia bekerja.
Dengan lembut Johan meraih dagu Vera dan mencoba mengompres luka lebam di pipi Vera
"Vera...kenapa kamu ada disini???"
"Tapi Vera gak harus kerja ditempat seperti ini, tempat ini gak aman buat kamu".
"Vera tau pak, tapi disini satu-satunya tempat yang mau nerima kerja part time pak. Vera gak ada pilihan lain".
Vera tak kuasa menahan air matanya, disatu sisi ia memang tidak nyaman bekerja ditempat ini, tapi disisi lain ia butuh pekerjaan ini. Johan yang melihat kesedihan diwajah Vera begitu terenyuh hatinya. Ia tak tega melihat gadis lugu dihadapannya harus menjalani kehidupan sekeras ini.
Johan mencoba menenangkan Vera, mengusap air mata Vera dan membelai lembut kepala Vera entah kenapa timbul perasaan sayang dihatinya.
Johan menangkupkan kedua pipi Vera dan mengecup bibir manis Vera, yang sontak membuat Vera reflek mendorong tubuh Johan.
"Maafkan aku Vera, aku tidak bermaksud ......".
"Maaf pak Vera harus kembali bekerja, permisi".
Vera yang bergegas pergi meninggalkan Johan, dihadang oleh Johan.
"Tunggu Vera, aku akan menaikkan gajimu asal kau berhenti dari tempat ini".
Vera tak dapat berkata sepatah kata pun, hatinya bimbang. Vera hanya diam menunduk.
"Vera berjanjilah untuk tidak mendatangi tempat ini lagi, atau kau akan kehilangan pekerjaanmu". Johan membisikkan ancamannya ditelinga Vera. Mendengar hal itu tubuh Vera gemetar, ia tak berani menjawab apapun apalagi membatah. Johan menarik tangan Vera keluar dari club' tersebut dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Pak Johan Vera mau dibawa kemana???"
"Kuantar kamu pulang Vera, masuklah".
"Ta-tapi pak!!!".
"Jangan membantah Vera ini perintah apa kau ingin aku pecat???".