Breath Of Love

Breath Of Love
49. Hidup Baru



Dibandung vera memulai hidup barunya, melupakan semua yang terjadi dihidupnya memang tidak mudah, tapi setidaknya vera berharap bisa sejenak melupannya.


“vera, bangun katanya hari ini kamu ada interview kerja”


“emmmmmmm iya oma” jawab vera malas


“oma udah bikini sarapan, kamu buruan mandi ntar keburu dingin”


“siap oma” nirmala beranjak dari tempat tidurnya, berjalan gontai ke kamar mandi.


Bandung dengan udara dinginnya membuat vera merasa nyaman bermalas-malasan dikasurnya, tapi bukan itu tujuan vera pindah kesini melainkan untuk bisa merubah hidupnya.


Vera melihat kearah ponselnya, yang sengaja ia matikan sejak perjalanan ke bandung, vera mengambil sim card dari ponselnya dan membuangnya.


“vera, sudah selesai belum?”


“sudah oma” vera berjalan menuju meja makan


“wahhh ini oma yang masak?”mata vera memandangi hidangan yang disediakan omanya dimeja makan


“ayo duduk malah bengong, nanti kamu telat lho”


Vera menarik kursi dan mendudukkan pantatnya dengan semangat


“vera, oma udah panggil mang ujang buat antar kamu”


“gak usah repot-repot oma, vera udah biasa naik angkot kok”


“Bandung itu luas vera, dan ini pertama kalinya kamu nginjekin kaki disini, oma khawatir kamu nyasar”


“oma, terima kasih ya oma” vera beranjak dari duduknya dan memeluk omanya.


Dalam hatinya berkata ternyata masih ada orang yang sayang dan peduli sama dia.


“assalammualaikum, oma ratih”


“walaikumsalam, mang”


“vera itu mang ujang, yang akan nganter kamu”


vera tersenyum ramah ke mang ujang


“mangga , neng”


“vera berangkat dulu ya , oma” vera menyalami tangan omanya


“hati-hati ya , vera” mencium kening vera


“mang ati-ati ya, ulah ngebut”


“siap oma” mengacungkan jempol


Mang ujang menancap gas motor vespa clasiknya, menuju ke tempat vera akan interview, vera sangat menikmati suasana desa tempat tinggal omanya, masih banyak pepohonan dikanan kiri, udara yang sejuk dan tentunya tidak ada kemacetan.


“suka ya neng tinggal disini?” tanya mang ujang


“suka banget mang, sejuk udaranya” jawab vera


“iya atuh neng disini mah masih asri”


Setelah hampir 30 menit mereka sampai di sebuah resort yang sangat indah, dengan pemandangan gunung dan hamparan kebun teh membuat tempat itu semakin asri dan indah.


“terimakasih ya mang, sudah antar vera”


“sami-sami neng, semoga diterima kerjanya ya neng”


“amin mang, mang ujang hati-hati ya dijalan”


“siap neng” mengacungkan jempolnya


“vera, ini seragam kamu dan kunci lokernya, hari ini kamu sudah bisa langsung kerja”


“hari ini bu???”


“iya vera, semoga kamu betah ya kerja disini”


“terimakasih ya bu”


Vera senang karena bisa langsung bekerja hari itu juga, vera mengganti pakaiannya dan menyimpan semua barangnya di lokernya. Kini vera siap untuk memulai profesi barunya, dengan semua peralatan pembersi dan trolli vera menuju kamar yang akan menjadi tugas kamarnya.


Vera berdiri didepan pintu cukup lama, memandangi pintu kamar ekspresinya seperti orang yang kebingungan.


“teh, sedang apa?”


Vera kaget saat seseorang menepuk bahunya


“kaget ya, hehehe maaf ya kalau saya bikin kaget, tetehnya ngapain berdiri di depan pintu”


Vera nyengir sembari menggaruk tengkuk lehernya yang sebenarnya tidak gatal


“tetehnya kariyawan baru ya disini?”


Vera mengangguk


“mana atuh kuncinya”


Vera memberikan kunci kamar yang tadi diberikan receptionist kepadanya,neneng membuka pintu kamar.


“saya tahu, tetehnya pasti masih bingung kan?”


Vera mengangguk sembari tersenyum, neneng menunjukkan semua yang harus vera lakukan dengan detail, vera memperhatikan neneng dan mempraktikkan sesuai intruksi neneng. Hampir satu jam, akhirnya mereka selesai membereskan kamar tersebut.


“ahhh …akhirnya kelar juga” neneng menghela nafas


“terimakasih ya, udah mau ngajarin aku”


“gak apa-apa kita kan rekan kerja, kalau kamu butuh bantuan, pertanyaan dan segala macam itu kamu bisa tanya ke saya senior kamu”


“baik kak” vera menunduk canggung


“hahahaha” neneng tertawa melihat vera yang menunduk kepada dirinya


Vera menunjukkan wajah bingung melihat neneng tertawa


“tidak usah berlebihan gitu, atuh. Pak manggil kakak segala, panggil saya neneng” neneng mengulurkan tangannya


“vera” vera membalas uluran tangan neneng


“yasudah aku mau lanjutin kerjaan aku dulu, nanti kita ketemu dikantin jam istirahat”


“iya”


Neneng pergi dan melambaikan tangan kepada vera.


Jam makan siang, vera menuju kekantin disana sudah ada neneng dan yang lain sedang makan bersama.


“vera, sini” panggil neneng


Vera menghampri neneng yang sedang makan bekal yang dia bawa dari rumah, ini hai pertama vera bekerja, dia tidak tahu kalau hari ini dia langsung bekerja , jadi vera gak bawa bekal dari rumah.


“nih” vera memberikan nasi bungkus ke vera


“aku tahu kamu gak bawa bekel, kan?”


“terimakasih ya” vera menerima nasi bungkus pemberian neneng dan bergabung bersama yang lain.


Walaupun hanya makan nasi bungkus tapi rasanya nikmat sekali karena mereka memakannya bersama, vera bisa tertawa lepas dengan teman-teman barunya terutama neneng yang tingkahnya sangat lucu.