Breath Of Love

Breath Of Love
16. Hari-Hari Setelah Menikah



Makin hari perutku semakin menunjukkan kebuncitannya, aku jarang mengalami moring sickness hanya kadang-kadang saja beruntung karena bayiku tidak rewel. Meskipun aku dan Marvel sudah menikah kami seperti orang asing, Marvel memang setiap hari pulang kerumah tapi hanya sekedar untuk mampir dengan membawa wanita-wanita yang entah ia dapat dari mana. Pernah suatu malam ketika Marvel pulang dalam keadaan mabuk dan membawa seorang perempuan sexy aku marah dan mrngusir perempuan itu tapi Marvel malah menampar pipiku, sejak kejadian itu aku biarkan ia melakukan itu setiap malam. Sebenarnya aku lelah melihat tingkahnya tapi apa boleh buat, aku tak punya kuasa apa-apa.


Hingga suatu hari hal buruk terjadi.


" Tokkk...tokkk.tokkkk".


"Iya sebentar".


Sebenarnya Marvel melarangku membukakan pintu untuk siapapun yang datang kerumah ini, tapi hari itu mbok Niti tidak datang kerumah karena anaknya sedang sakit jadi terpaksa aku membukakan pintu.


"Kleggg".


"Degggg, Milka???".


"Hahhhh Bianka???".


"Ngapain kamu disini?".


"Emmmhhh...emmmhh".


"Marvel mana?".


"Ma-Marvel....".


"Ahhh lama minggir".


"Velll....Marvellll".


Sembari memanggil-manggil Marvel Milka naik kelantai atas menuju kamar Marvel. Aku mengikuti Milka kearah kamar Marvel. Entah apa yang harua aku lakukan. Milka masuk kedalam kamar Marvel dan sepertinya Milka memang sudah terbiasa dengan rumah ini. Aku mencoba mengintip mereka berdua, hhhhhhh betapa terkejutnya aku melihat Milka dan Marvel saling bercumbu. Tiba-tiba saja hatiku terasa sakit aku berlari kekamar dan menangis entah apa yang membuatku menangis, bukankah sudah biasa Marvel melakukan hal itu selama ini dengan wanita-wanita yang ia bawa setiap malam, tapi kenapa ketika aku melihat Milka dan Marvel hatiku begitu hancur.


***


"Biankaaaa".


Terdengar suara teriakan Marvel dari luar.


"Bianka kamu budeg ya sampai gak bisa mendengar suaraku. Bianka keluar".


Aku buru-buru menyeka air mataku dan membuka pintu kamarku.


"Ada apa Vel?".


"Aku laper, bikinin aku dan Milka sarapan sekarang....Cepettt".


Begitu kasarnya Marvel menarik tanganku dan mendorong tubuhku kearah dapur, Milka yang melihat perlakuan Marvel kepadaku hanya tersenyum sinis seolah-olah dia menikmati melihat sikap Marvel terhadapku.


Aku menyiapkan sarapan untuk Marvel dan Milka, lagi-lagi dengan sengaja Milka bersikap manja kepada Marvel, seolah ingin membuatku cemburu. Aku mempercepat langkahku meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarku.


***


"Bianka".


"Siapa yang ijinin kamu masuk kekamarku?".


"Hahahaha.... aku Milka dan aku bebas mau ngapain aja dirumah ini".


"Gak nyangka ya gadis berparas lugu polos kayak kamu ternyata cuma seorang gadis murahan".


"Jaga ya mulutmu, aku bukan wanita seperti itu".


"Wowww wowww woww, terus wanita apa yang hamil dengan laki-laki yang menyewa kamu terus dinikah secara sirih".


"Apa bedanya aku dan kamu?".


"Maksud kamu?".


"Kamu datang kerumah pria yang sudah beristri dan menggodanya, apa itu bukan wanita murahan namanya".


"Plakkkkk.....jaga mulut kamu".


"Kamu pikir kamu suci? kamu gak berhak menjudge aku".


"Berani ya kamu.....".


"Kalian ngapain sihhhh....".


"Marvel Bianka ngata-ngatain aku".


"Bianka, bisa gak sih sehari aja kamu gak bikin ulah".


"Marvel, bukan aku yang mulai duluan".


"Ahhhh berisik kamu".(Sembari mendorongku kekasur dan pergi keluar dari kamarku).


Harusnya aku Vel yang benci sama kamu harusnya aku Vel yang marah bukan kamu.


***


Jam menunjukkan pukul 07:00 malam karena kelelahan menangis aku jadi tertidur dan aku mendengar ketukan pintu yang sangat keras. Aku segera bergegas turun dan membuka pintu karena aku tau itu pasti Marvel.


"Toooookkkkk tokkkk tokkkk"


"Iya iya ".


"Lama banget sih".


"Seperti biasanya Marvel pulang dengan keadaan mabuk tapi kali ini ia pulang sendirian tanpa ditemani perempuan. Kondisinya memang tidak separah biasanya.


"Vel, aku siapin air hangat ya".


"Hmmmmmm".


"Aku naik kelantai atas menuju kekamar Marvel untuk menyiapkan air hangat untuknya, bagaimanapun Marvel adalah suamiku kata bu Lastri aku harus tetap bersikap baik padanya".


Tiba-tiba tangan Marvel menarikku dan memelukku, apa yang ingin Marvel lakukan? Marvel menjatuhkan tubuhku keatas kasur, aku mulai panik.


"Marvel lepasin aku, lepasin aku vel".


Marvel mengunci tubuhku dengan tubuhnya sehingga aku tidak bisa bergerak. Marvel mulai melepas pakaian yang ia kenakan. Aku takut Marvel melakukannya lagi, aku tidak ingin kejadian itu kembali terjadi. Karena pengaruh alkohol Marvel tidak bisa mengendalikan dirinya aku berusaha keras melepaskan tubuhku darinya ,tapi tubuh Marvel begitu kuat menahan tubuhku dan Marvel melakukannya lagi padaku.