Breath Of Love

Breath Of Love
54. Digadaikan



Vera dipaksa berdandan dan mengenakan baju yang terbuka, Vera berusaha keras menolak dan berontak. Berkali-kali Vera mencoba untuk kabur tapi selalu tertangkap anak buah dari Pak Sams. Vera mencuri obrolan Pak Sams dengan seseorang yang telfon pak Sams . Ternyata pak Sams adalah seorang mucikari.


“Mbak Vera ya? Gak usah takut nama eke Dinda aeke dapat tugas dari om sams buat make up mba Vera”


“Aku gak mau mbak”


“eke ngerti kok perasaan mbak Vera”


“Tolongin aku mbak , bantu aku keluar dari sini”


“Mbak Vera aeke disini sama seperti mbak Vera, eke gak punya kuasa apa-apa mbak. Begini saja mbak Vera saya make up dulu ya nanti mbak Vera tulis nomor temen atau siapapun yang bisa bantu mbak Vera”


Ada sedikit harapan yang untuk vera keluar dari tempat ini,selesai di make up vera memberikan nomor Saki kepada Dinda karena hanya nomor Saki yang Vera hafal. Vera berharap Saki mau membantunya.


“Sudah ya om, tugas eke udah cantik kan?”


“Bagus”


“Eke permisi dulu ya om”


“Cntik sekali…gak sia-sia Milka menggadaikan anaknya”


“Maksud om apa? Om kenal mamah saya?”


“Apa kamu tidak tahu?”


“Mamahmu berhutang sama om, dan mamahmu gak mampu buat bayar hutang-hutangnya, mamahmu menjaminkan dirimu pada om”


“Mamah?”


“Ok Vera hasilkan banyak uang untuk om”


“Enggak om, lepasin. Lepasin Vera”


Tenaga Vera yang tak seberapa tak mampu melawan tenaga bodyguard om sams yang berbadan kekar.Vera dibawa kedalam mobil, Vera berharap mbak Dinda benar-benar mau menolongnya.


Vera dibawa kesebuah rumah yang dijaga sana-sini, taka da celah lagi untuk Vera kabur. Vera pasrah dengan semua yang sudah terjadi dalam hidupnya.


Saki menerima pesan yang dikirim mbak Dinda, menginformasikan dimana Vera berada sekarang. Saki dan Aldi segera menuju ketempat Vera berda sedangkan Johan dan Sintia menghbungi pihak kepolisian.


“Saki loe ati-ati orang yang kita hadapi bukan orang sembarangan” Pesan Johan


“Oke gw tahu”


“Loe tunggu gw sama Sintia, gw tau siapa sams loe jangan gegabah kalo loe mau Vera selamat”


Saki dan Aldi pergi duluan ketempat Vera berada, sesampainya didepan rumah yang diinfokan Dinda , Saki dan Aldi memntau rumah itu dari kejauhan. Rumah itu dijaga ketat oleh anak buah sams, mereka pun dilengkapi senjata. Saki dan Aldi tidak mungkin menerobos masuk yang ada mereka berdua hanya seperti orang bodoh yang mengantarkan nyawa mereka cuma-cuma.


Hampir 30 menit Saki dan Aldi menunggu Johan dan Sintia yang akan datang bersama polisi, namun mereka tak kunjung tiba. Saat mobil hitam datang dan masuk kedalam rumah itu. Saki dan Aldi mulai panik, mereka sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Vera dalam bahaya, akhirnya Saki dan Aldi menyusun rencana untuk menyusup masuk kerumah itu. Aldi mencoba mengecoh penjaga yang ada didepan, dan Saki mencuri kesempatan untuk menyusup masuk.



Vera dipaksa masuk kesebuah ruangan, disana sudah ada seorang pria. Tak hanya itu, Vera dipaksa untuk melayani pria tersebut dan om sams sudah meminta anak buahnya untuk merekam setiap adegan yang dilakukan Vera dan pria tersebut. Vera memberontak, berteriak dan menjerit namun ruangan itu ruang kedap suara. Pria itu menarik tubuh Vera dengan paksa, merobek pakaian Vera. Tubuh Vera terekspose, pria itu menciumi tubuh Vera membuat Vera memekik menangis tak henti-hentinya. Namun tangisan Vera tak digubris oleh mereka yang seolah menikmati ketakutan Vera.



Saki yang mencari-cari dimana Vera berada mendengar suara tembakan, Saki terhenyak teringat akan Aldi namun untuk kembali ketempat Aldi sama beresikonya. Saki berjalan mengendap saat suara deheman dari seseorang membuatnya kaget, saki ketehuan.