
"kita mau kemana,pak?" tanya Vera
"entahlah, aku juga tidak tahu"
saki mengendarai mobilnya sudah jauh sekali tanpa disadari mobilnya kehabisan bahan bakar,
"sial..."gerutu saki
"kenapa pak?"
"bensinnya abis"
"terus gimana dong, lagian pak saki sih gak jelas banget, bentar saya telfon pak Johan buat minta tolong"
beberapa kali Vera mencoba menghubungi Johan namun tak bisa terhubung , karena ponselnya tidak ada sinyal. Vera keluar dari mobil mencoba mencari sinyal namun tetap tidak ada sinyal, karena kesal Vera kembali lagi kedalam mobil.
Vera memanyunkan bibirnya karena kesal, bisa-bisanya mereka tersesat di tempat sepelosok ini bahkan sinyal aja tidak ada, gerutu Vera tak henti-hentinya. Saki yang memperhatikan wajah kesal Vera , semakin lama semakin menggemaskan, apalagi bibir nya yang sengaja dimanyun-manyunin membuat saki semakin gemas. saki mendekatkan wajahnya ke wajah Vera dan cup sebuah kecupan mendarat di bibir Vera.
Vera kaget, sampai-sampai tersedak salavinanya sendiri. saki terkekeh melihat tingkah Vera.
Dikantor Johan tengah sibuk mengurus proyek baru tanpa saki dan Vera, setelah semua meeting dengan kliennya selesai Johan berniat ingin pulang untuk melihat sahabatnya saki karena sejak tadi panggilan Johan tak ada satupun yang dijawab oleh saki.
"Johan" Hana datang memanggil
"Hana loe ngapain kesini??? kalo loe nyari saki doi loe gak ada disini"
"gw tau kok"
"maksud loe?"
"gw tadi kerumah ketemu saki tapi gw malah ditinggal pergi"
"pergi???"
"gw ditinggal dikamarnya, BT banget gw"
"hah abis ngapain kalian, skidipapap hahahah"
"ya kali Jo, gw telanjang didepan saki aja dia gak nyentuh gw sama sekali"
"wkwkwkwk" Johan tertawa terbahak-bahak
"loe telanjang didepan saki"
"iya, ishhh loe mah malah ngetawain gw"
"coba loe telanjang didepan gw pasti udah gw hhhh" ledek Johan
"terus sekarang doi kemana??? gw telfon dari tadi gak diangkat"
"mana gw tahu, oiya Jo gw pernah liat saki lagi ciuman sama tuh sekertaris nya yang cantiknya gak seberapa itu"
"ohiya???"
"iya diruang kerja saki"
"terus???"
"gw tampar lah cewek itu, apa jangan-jangan saki suka sama tu cewek?"
Johan hanya diam, mencoba mengambil kesimpulan dari apa yang Hana katakan. Vera memang memberitahu kepada Johan soal hubungannya dengan saki yang sedang tidak baik, namun Vera belum memberi tahu ke Johan kalau sebenarnya Meraka kakak beradik.
Saki dan Vera berjalan menyusuri pemukiman warga berharap ada warga yang berbaik hati yang mau mengijinkan mereka untuk menginap semalam. saat sampai disalah satu rumah milik pak gimon, saki diijinkan untuk tinggal namun tidak dengan Vera karena pak gimon hanya memiliki satu kamar kosong dirumahnya.
"pak tapi dia ini istri saya, dan saya kesini memang untuk berbulan madu"
mata Vera membola mendengar pengakuan saki, terlebih sedari tadi saki terus merangkul pinggang Vera, yang membuat jantung Vera makin tak karuan.
"tapi mas dan mba ini tidak membawa bukti, identitas diri pun tidak saya tidak ingin nantinya saya kena marah sama pak RT dan warga"
"pak saya mohon pak ijinkan kami tinggal semalam saja kasihan istri saya sudah kelelahan pak,tolong pak"
Vera menahan tawanya, baru kali ini ia melihat bosnya yang super galak memohon seperti ini.
setelah berfikir panjang akhirnya pak gimon memberi ijin mereka untuk menginap karena tak tega melihat mereka dan hari sudah malam.
"baiklah saya ijinkan kalian menginap tapi hanya malam ini lho ya"
"terimakasih banyak pak"
pak gimon mengantar mereka berdua kesebuah kamar yang ukurannya tidak besar ya hanya ada sebuah ranjang kapuk dan lemari.
"ini kamarnya, maaf jika kondisinya seperti ini"
"tidak apa-apa pak, ini sudah lebih dari cukup" sahut Vera
"yasudah kalau begitu, selamat beristirahat"
"terimakasih pak"
saki masih memandangi kamar tersebut, tak pernah terfikir jika dirinya harus tidur dikamar yang sempit, yang kasurnya masih terbuat dari kapuk. Berbeda dengan yang ada difikiran Vera apa iya mereka berdua harus tidur satu ranjang. Takut jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Lama mereka berdua hening, Vera memilih untuk membaringkan tubuhnya diatas kasur, sedangkan saki masih duduk ditepian kasur disisi lain, melamun. Sesaat melihat melihat Vera yang tidak nyaman dengan tidurnya karena gigitan nyamuk, saki mendekati Vera merengkuh tubuh Vera kedalam pelukannya, disibakkan rambut Vera yang menutupi wajahnya, memberikan kecupan lembut di kening Vera sebelum saki ikut terlelap.