Breath Of Love

Breath Of Love
45 . Kegilaan Apa Lagi



Hana berhenti saat matanya melihat sesuatu yang berkilau, diambilnya benda itu.


"cincin????"


Hana mengetuk pintu rumah


"tok...tok..."


"ehh non Hana, mari non masuk"


"iya bik terimakasih"


"saki dimana bik?"


"den saki ada dikamarnya non, sepertinya den saki lagi sedih banget non"


"yasudah Hana naik ya bik"


Hana menaiki anak tangga menuju kamar saki, saat sampai di depan pintu Hana memutar handle pintu " syukurlah pintunya gak dikunci" gumam Hana


Namun sang pemilik kamar tak ada disana, Hana mendudukkan pantatnya ke ranjang, saat terdengar bunyi gemiricik air dari shower, ternyata sang pemilik kamar sedang mandi.


Hana menemukan ide konyol, Hana membuka satu persatu pakaiannya lalu masuk kedalam tempat dimana saki berada, saat tangan lembut Hana memeluk tubuh saki dari belakang.


saki terperanjat mendapati tangan wanita tengah meraba dadanya bidangnya. Saki tahu pemilik tangan itu siapa lagi kalau bukan Hana tak ada wanita gila selain Hana.


"shiiittt, siapa yang ijinin loe masuk?"


"aku sendiri"


"lepasin" dengan kasar saki menghempaskan tangan Hana


"ambilin gw handuk sekarang"bentak saki


Hana mengambil handuk sesuai perintah saki, memberikannya pada saki. dengan serampangan saki memakai handuk ditubuhnya. Lalu berjalan meninggalkan Hana tanpa sedikitpun melirik Hana.


Hana merasa sangat jengkel karena tak dapat perhatian oleh saki, dia sudah rela memberikan seluruhnya kepada Saki tapi hal itu tak membuat saki menyentuhnya.


"pake baju loe" saki melempar dengan kasar baju milik Hana


Saki pun sudah memakai baju saat Hana keluar, mukanya merah padam, membuat Hana yang melihatnya gemetaran


"biar apa loe kayak gitu, denger ya Hana meskipun loe telanjang didepan gw, gw gak akan pernah nyentuh loe, tubuh loe gak bikin gw tertarik"


tak ada balasan dari saki, ia memutar balik tubuh Hana, sekarang posisi Hana berada di bawah saki, saki mencekik leher Hana.


"kalo mau jadi lon** jangan sama gw, gw gak tertarik sama tubuh loe, ngerti?"


saki melangkah meninggalkan kamarnya meninggalkan Hana, ia berjalan dengan santai mengambil kunci mobil dan pergi entah kemana.


sekuat apapun saki melupakan kejadian kemarin, wajah Vera selalu membayanginya wajah perempuan yang bisa membuat saki jatuh hati....lamunannya bunyar ketika didepannya orang yang tiba-tiba melintas dengan kuat saki menginjak pedal rem mobilnya.


"hampir aja" saki mengelus dadanya, lalu keluar dari mobilnya untuk melihat orang yang hampir dirinya tabrak.


"mbak gak apa-apa?"


gadis itu menoleh, ia mengenali pemilik suara itu.


"Vera??? loe gak apa-apa?sini gw bantu"


"gak apa-apa pak cuma keseleo aja"


saki memapah Vera untuk masuk ke mobilnya, setelah membantu Vera saki memandangi wajah Vera sesaat, ternyata kondisi Vera sama seperti dirinya saat ini sama-sama berantakan.


"gw bawa loe kerumah sakit"


"gak usah pak, aku gak apa-apa"


"tapi kaki loe luka, gw gak mau loe kenapa-kenapa"


"GW BILANG GW GAK APA-APA". bentak Vera


"shitttt" saki terbawa emosi memukul stir mobilnya.


saki melirik gadis disebelahnya, dilihatnya Vera menangis


"sorry"


dipeluknya tubuh Vera, gadis yang selama ini ia cintai ada dipelukannya. Namun sekarang rasanya seperti campur aduk.


"jangan nangis" saki mengusap air mata dipipi Vera dengan lembut


"cup" Vera memberikan balasan kecupan dipipi saki.