Breath Of Love

Breath Of Love
24. Depresi



Author Pov


Karena ingatan-ingatan masalalunya membuat goncangan hebat di hati dan pikiran Bianka hingga mengganggu psikisnya. Bianka tak lagi bisa mengontrol emosinya, hingga terkadang ia tak segan melukai suster yang hendak memeriksanya. Hingga akhirnya dokter Nadira memutuskan untuk memindahkan Bianka ke rumah sakit jiwa itupun dengan persetujuan bu Tania dan pak Burhan. Dokter Nadira sebelumnya telah menelfon bu Tania dan memberitahukan kondisi Bianka saat ini, dengan berat hati bu Tania dan pak Burhan menyetujui saran dari dokter Nadira jika memang itu yang terbaik untuk Bianka.


Selama berada di rumah sakit jiwa, keadaan Bianka tetap dokter Nadira yang mengawasi karena kebetulan salah satu dokter yang berada di rumah sakit jiwa tersebut adalah teman dari dokter Nadira yaitu dokter Bani.


Dalam pertemuannya dokter Nadira menanyakan dengan detail penyakit yang dialami Bianka. Dokter Bani menjelaskan bahwa Bianka mengalami PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stress pascatrauma.


PTSD dialami oleh orang yang menyaksikan ataupun mengalami suatu kejadian traumatis, misalnya kecelakaan, peperangan, pelecehan seksual, bencana alam ataupun kekerasan.Beberapa gejala PTSD mirip dengan depresi yang biasanya ditandai dengan sedih yang berkepanjangan dan berlebihan, rasa kurang berenergi dan kehilangan minat melakukan hal yang biasanya disukai. Orang dengan PTSD sering mengingat kejadian yang membuat trauma tersebut hingga menyebabkan perubahan perilaku dan emosi yang bisa mengganggu aktivitasnya. Biasanya juga disertai sulit tidur, mimpi buruk, gangguan selera makan, dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain. Orang dengan PTSD juga biasanya mengelak menceritakan hal yang membuatnya trauma pada orang lain, juga menghindari tempat, orang, ataupun aktivitas yang memicunya mengingat kejadian tersebut.


"Lalu bagaimana dok, apakah Bianka masih bisa disembuhkan?".


"Dokter Nadira tidak usah khawatir, Untuk mengetahui secara pasti apakah Bianka mengalami depresi maupun PTSD atau tidak, Saya akan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis jiwa (psikiater). Psikiater dapat membantu Bianka mengurangi ataupun mengatasi gejala yang Bianka rasakan, baik dengan obat-obatan maupun psikoterapi".


"Baik dok, saya akan menyampaikan informasi yang dokter berikan kepada pihak keluarga Bianka. Saya rasa cukup dok, saya masih ada pasien siang nanti. Terimakasih banyak dok atas bantuamnya".


"Sama-sama dokter Nadira".


Selepas Bianka dibawa ke rumah sakit jiwa, emosinya sedikit lebih terkontrol Bianka tidak lagi nengamuk dan melukai orang-orang disekitarnya. Walaupun sesekali ketika ingatan akan orang-orang dimasa lalunya terlintas dipikirannya ia akan berteriak ketakutan.


Mimpi buruk pun sering dialami Bianka di malam hari. Sehingga tak ayal membuatnya berteriak dan menangis histeris.


***


Awalnya Bianka berteriak ketakutan, hingga akhirnya dokter memberikan Bianka obat penenang, pas dirasa Bianka sudah sadar dan tengan dokter Manda dokter ahli jiwa mulai melalukan pemeriksaan terhadap Bianka. Tetapi Bianka hanya diam tak merespon sentuhan maupun ucapan dokter Manda. Sehingga dokter Manda memutuskan menggunakan metode hipnotis, agar pasien lebih relax dan nyaman. Dokter Manda mengarahkan Bianka untuk mengingat masalalu yang dirasa sangat dan paling berpengaruh terhadap psikisnya. Dan kata yang diucapkan Bianka adalah AYAH .... Bianka terus menerus berteriak ayah..ayahhh..ayahhh maafin Bianka yah Jangan tinggalin Bianka ..Bianka sayang ayah. Diiringi dengan isak tangis Binka yang semakin menjadi. Hingga akhirnya dokter Manda membangunkan Bianka dan mengakhiri terapi Bianka hari ini.


"Dari hasil terapi Bianka saya menarik kesimpulan jika Bianka pernah mengalami kejadian bersama ayahnya sehingga ayahnya meninggalkan Bianka. Karena Bianka sangat sulit untuk diajak berkomunikasi kita membutuhkan orang terdekat Bianka yang bisa dimintai informasi akan Bianka dimasa lalu".


"Jadi maksud dokter anggota keluarga Bianka?".


"Bisa, ataupun orang-orang terdekatnya. Sahabat atau suami bukankah dokter Nadira bilang Bianka habis melahirkan".


"Emmmm baik dokter Manda saya akan coba untuk bicara dengan keluarga Bianka. Saya pamit dulu dokter Bani dokter Manda. Terimakasih banyak atas bantuannya. Permisi".


"Sama-sama, dok".


***


Dokter Nadira menghubungi bu Tania dan pak Burhan memberikan semua informasi yang ia dapat tanpa tertinggal sedikit pun. Bu Tania dan pak Burhan sangat bingung, karena Bianka sangat jarang bercerita dengan bu Tania mengenai masalalunya malah hampur tidak pernah. Bu Tania menceritakan ke dokter Nadira pertemuannya pertama kali dengan Bianka, jadi memang benar-benar bu Tania tidak mengetahui asal-usul dan anggota keluarga Bianka.