BASRI

BASRI
Perhatian



" Sshhh.... " Sheyna meringis ketika Rania membersihkan lukanya.


" Sakit?! Udah tahu gak bisa berantem sok sokan berantem, lagian mereka suka banget nyari masalah sama Lo... bla bla bla " Rania terus mengomel sejak dari UKS sekolah tadi sampai sekarang mereka sudah pulang ke rumah Sheyna.


" Ran gue gak apa apa kali aa, Lo ngomel mulu kayak nenek nenek " Sheyna berusaha untuk membujuk Rania berhenti mengomelinya.


Rania mendelikkan matanya tidak Terima di katai nenek nenek.


" Apa Lo bilang? coba ulangin! " Sheyna meneguk Salivanya, Rania benar benar menakutkan.


" Hehehhe, laper gak? makan yuk " Sheyna beranjak berusaha mengalihkan perhatian.


" Lo gak usah ngalihin perhatian deh, tapi kok Lo bisa ngalahin mereka sih secara kan... " Rania mengangkat bahunya.


Ya Sheyna mengerti maksud ucapan Rania yang menggantung, dia tidak sekuat Rania, tapi setidaknya dia masih memiliki otak yang bisa ia gunakan untuk melawan bukan.


" Jadi tadi tuh gini....


Flashback On


"Gue udah peringatin Lo, dan Lo harus dapat pelajaran " Fenty menjambak rambut Sheyna.


Kepalanya yang pening membuat Sheyna semakin tidak berdaya tapi dia tidak akan membiarkan mereka tanpa membalas sedikitpun. Karena mereka sudah benar benar keterlaluan.


Bruuggghhhh...


Entah mendapatkan tenaga dari mana Sheyna mendorong tubuh Fenty hingga terbentur ke wastafel.


" Awsss... berani Lo ya " Ringis Fenty dengan raut sangat marah.


Sheyna sadar dia tidak akan menang jika harus melawan mereka dengan tenaga, secara mereka bertiga jika Fenty sendiripun Sheyna tidak mungkin bisa melawannya dengan kondisinya sekarang.


Namun tiba tiba ia tidak sengaja melihat pembersih lantai di dekatnya, dengan cepat Sheyna menghidupkan keran air dan langsung menyemprotkan pembersih lantai ke lantai tempat Fenty dkk berdiri.


" Aaaaa.... gue gak takut sama Lo ! " Sheyna berteriak.


" G*bl*k... pegangin dia ! " perintah Fenty.


Namun baru saja mereka akan menangkap Sheyna, Sheyna menyiramkan air kepada mereka sehingga membuat lantai menjadi licin.


" Woooooo... " Ica yang berusaha menyeimbangkan tubuh tidak sengaja menarik rok Celin.


Kreekkk...


" A*n***g rok gue!!! " teriak Celin histeris sebelum mereka berakhir di lantai.


Buggghhhh....


Plakk...


Lagi lagi Fenty berhasil menampar Sheyna cukup kuat, tubuhnya yang lemah jadi terhuyung ke kiri tangannya mengenai pinggiran pintu toilet.


Namun Sheyna tidak mau kalah kali ini, Sheyna berusaha mengumpulkan sisah tenaganya, dan kembali mendorong Fenty,karena lantai yang licin dengan mudah Sheyna mendorong tubuh Fenty hingga kembali membentur Wastafel di belakangnya.


Brrraaakkk...


Pintu toilet terbuka, Sheyna berusaha berdiri dan mendapati Iqbal dengan muka cengo menatap seisi toilet.


" Ewoow... "


" Iqbal "


" Udah selesai "


Sheyna mengangguk.


" Udah Ayo " Dengan perlahan Sheyna melewati Fenty dkk yang menahan marah, malu, dan sakit sekaligus.


Flashback Off


" Apa! Nana berantem? ! " teriak mbak Siti mengagetkan kedua remaja tersebut.


" Mana yang sakit, ada yang luka? " Mbak Siti heboh sendiri sambil memeriksa tubuh Sheyna satu persatu.


" Iiiihhh mbak Nana baik baik aja " ucap Sheyna santai.


" Baik aja gimana, ini berdarah, nanti ppmmmmmfffttt... " Sheyna tahu arah pembicaraan mbak Siti, sebelum dia keceplosan Sheyna langsung membekap mulut mbak Siti dan memberi kode untuk tidak mengatakannya.


Rania menatap curiga ketika melihat Sheyna memberikan kode kepada Mbak Siti.


" Udah mbak, Nana bakal baik baik aja kok, ya kan Ran cuma luka kecil " Rania hanya mengangguk saja.


" Ya udah makan gih sana, mbak udah masak " ucap mbak Siti.


Mata Rania langsung berbinar mendengar mbak Siti memasak.


" Ayo Sensen jangan malu malu anggap rumah sendiri " Rania berdiri menuju dapur dengan tidak tahu dirinya.


" Udah, rumah kita serasa rumah dia mbak " lalu mereka tertawa bersama sambil menyusul Rania yang sudah duluan makan di meja makan.


Jika kalian menanyakan dimana Alvaro dan Iqbal, tentu saja mereka masih di sekolah, Sheyna dan Rania sengaja meminta izin pulang lebih dulu, niatnya mereka juga akan ikut membolos tapi Sheyna tidak memperbolehkan mereka bolos.


...***...


Malam hari, tidak ada yang spesial di malam malam Sheyna . Dia hanya akan menghabiskan waktu malam dengan belajar dan beristirahat.


Membosankan? ya sangat membosankan. Tapi apa daya hanya itu yang bisa ia lakukan. Pacar tak punya, teman juga sibuk belajar, skroll sosmed mantanpun tak punya.


Sheyna melihat jam menunjukkan pukul 21.05, Sheyna membereskan buku bukunya dan menyiapkan pelajaran untuk besok, dan membaringkan tubuhnya di kasur.


Tok... tok... tokk..


" Masuk " Sheyna mempersilahkan.


" Belum tidur dek? " tanya mbak Siti.


" Baru mau tidur mbak "


" Ya udah Istirahat, itu luka kamu beneran gak apa apa? " tampak mbak Siti sangat mengkhawatirkan Sheyna.


Sheyna tersenyum " Nana baik baik aja mbak, tadi juga udah minum obat kok " Sheyna berusaha menenangkan.


" Ya udah Istirahat, kalau ada apa apa panggil mbak ya, Mama Nani hari ini gak pulang katanya ada urusan mendadak " jelas mbak Siti.


" Iya mbak, mbak juga Istirahat gih "


Mbak Siti menyelimuti tubuh Sheyna sebelum ia kembali ke kamarnya,Sheyna hanya tersenyum miris.


Melihat orang orang di sekitarnya begitu mengkhawatirkan dirinya terkadang membuat hatinya terasa teriris.


Pertanyaan pertanyaan bermunculan di otaknya, pertanyaan Bagaimana jika ia pegi kelak, apakah mereka akan bersedih? Sheyna tidak ingin mereka bersedih karenanya.


Air matanya mengalir karena sakit di hatinya yang tak bisa ia ungkapkan.


Namun tiba tiba ponselnya berdering menyadarkan Sheyna bahwa dia tidak boleh bersedih, karena jika dia terus bersedih kondisinya akan semakin memburuk.


Alvaro (1 pesan)


Mama💕 (1 pesan)


Seketika Sheyna tersenyum ketika melihat notifikasi di ponselnya.


Mama 💕


Nana, malam ini sama mbak Siti ya,mama gak bisa pulang, Istirahat yang cukup, jangan lupa minum obat, jangan tidur malam malam


Love you 😘


Sheyna tersenyum melihat pesan sang Mama, Sheyna tahu Mamanya sedang berjuang di sana untuk membiayai pengobatannya, jadi dia akan berjuang juga untuk sembuh.


^^^Me^^^


^^^Mama juga jaga kesehatan 🤗^^^


^^^Love you more 😘😘^^^


Sheyna beralih ke pesan Alvaro, Alvaro bukan orang yang suka berkirim pesan seperti banyak laki laki di luaran sana. Semenjak mereka bertam ini pesan kelima yang ia Terima.


Alvaro


Gimana keadaan Lo?


Baik baik aja kan?


Besok sekolah kan?


Baru saja Sheyna berniat membalas pesannya, tapi tiba tiba Alvaro kembali mengeiriminya pesan yang berhasil membuat Sheyna senyum senyum sendiri.


Alvaro


Gak usah di balas, sekarang Lo istirahat udah malem, besok gue jemput, gue mau mastiin Lo baik baik aja


Goodnight ❤


Tanda hati di akhir pesan, entah itu di sengaja atau Alvaro salah emoticon, tapi itu berhasil membuat hati Sheyna sedikit berbunga.


Sheyna tahu banyak gadis yang mendekati Alvaro, Sheyna juga tidak berharap banyak dia bisa bersahabat dan bisa mengukir banyak kenangan bersama Alvaro saja itu sudah cukup baginya.


Sheyna meletakkan kembali ponselnya, dan kembali ke niat awalnya yang ingin beristirahat. Perasaannya sudah cukup tenang jadi dia bisa tidur dengan nyenyak.


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...