
Tahun telah berganti, lembaran baru akan terbuka, tinta tinta kehidupan akan terukir. Cerita baru akan di mulai, Sheyna menarik nafas panjang, ia berharap di tahun ini kehidupannya akan lebih baik.
Ia berharap ada keajaiban, penyakitnya bisa hilang, dan bisa hidup lebih lama.
" Whoouhooo... Gue happy banget " Teriak Rania sambil merangkul Sheyna membuat Sheyna tersadar dari lamunannya.
" Sensen... Lo kenapa ? " Rania memperhatikan Sheyna yang tampak murung dan pucat.
" Lo sakit?Lo gak seneng?Lo kenapa? " mendengar penuturan Rania, Sheyna langsung merubah raut wajahnya menjadi ceria.
" Apaan sih Ran, gue seneng banget, ini perayaan terbaik, Lo tenang aja, gue baik baik aja " Sheyna tersenyum lebar sambil memeluk Rania.
" Tapi Lo... "
" Gue baik baik aja, tadi cuma keingat papa aja " ucap Sheyna berusaha meyakinkan Rania.
Rania mengangguk, dan merekapun saling berpelukkan.
" Eeeh Ran gue ke toilet dulu ya " pamit Sheyna.
" Mau gue temenin? " Rania menawarkan diri.
" Gak usah, gue bisa sendiri kok " lagi lagi Sheyna tersenyum.
Rania hanya bisa menurut, tak berselang lama Iqbal datang membawa jagung bakar yang mereka bakar tadi.
" Alvaro mana? " tanya Rania sambil menerima jagungnya.
" Tau katanya ke toilet " Iqbal memakan jagungnya.
" Oh Sensen mana? " tanya Iqbal ketika menyadari tidak ada Sheyna di sana.
" Toilet " jawab Rania seadanya.
Di sisi lain Alvaro yang baru keluar dari toilet umum, tidak sengaja melihat Sheyna yang juga baru keluar dari toilet.
Sejak tadi hati Alvaro bergejolak, entahlah Sheyna sangat menarik menurut Alvaro. Hatinya selalu bergejolak ketika melihat Sheyna.
Alvaro sadar dia menyukai Sheyna, sejak pertama mereka bertemu. Tapi Alvaro belum memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya, terlebih sekarang dia memiliki kekasih yang mereka tidak tahu, tapi ia juga menyayangi Sheyna.
" Eeehh... Al " sapa Sheyna saat melihat Alvaro yang termenung di depan toilet.
" Eeehh... Sensen Lo di sini juga " basa basi Alvaro, jujur ia gugup ketika bersama Sheyna tapi ia berusaha bersikap biasa saja.
" Iya" jawab Sheyna.
Merekapun berjalan beriringan, Alvaro benar benar tidak bisa lagi menahan gejolak di hatinya, dia akan menyatakan perasaannya.
" E.. hh Sensen... " Sheyna menoleh.
" Ikut gue yuk... " Alvaro menggenggam tangan Sheyna dan menuju sisi lain pantai.
Jantung Sheyna tidak berhenti berdetak kencang, bagaimana tidak pria yang ia sukai selalu memperlakukan dirinya dengan baik.
Selain itu sekarang mereka berada di tempat yang cukup sepi, hanya ada beberapa orang berlalu lalang. Tempat yang cukup gelap di bandingkan tempat mereka tadi.
" Al... kita ngapain disini? " tanya Sheyna memberanikan diri.
Alvaro hanya diam terus berjalan menuju sebuah karang besar yang berada di tepi pantai.
" Duduk sini " Alvaro meminta Sheyna untuk duduk di sebelah nya.
Sheyna hanya menurut, jantungnya terus berdetak cepat, namun entah mengapa ia merasakan sesuatu yang menggelitik di hatinya.
" Tenang ya " ucap Alvaro tiba tiba sambil menengadahkan kepalanya menghadap langit.
" Indah " ucap Sheyna ikut menengadahkan kepalanya.
Alvaro menolehkan kepalanya ke arah Sheyna, sambil tersenyum memperhatikan wajah cantik Sheyna.
Sheyna yang sadar di tatap Alvaro, langsung mendudukkan tubuhnya menghadap pantai.
" Kenapa? " tanya Alvaro.
" E.. eeh gak, Lo yang ngapain natap gue gitu " ucap Sheyna salah tingkah.
Melihat Sheyna yang salah tingkah, semakin membuat Alvaro menyukainya.
" Sensen... menurut Lo gue orangnya gimana? " tanya Alvaro, membuat Sheyna menatap bingung Alvaro.
Alvaro lagi lagi tersenyum, membuat Sheyna semakin salah tingkah, bibirnya keluh tak tahu harus berkata apa.
" Sen gue suka Lo " Sheyna Speechless.
' Ya Tuhan apa lagi ini, pliss jangan buat gue baper Alvaro ' batin Sheyna.
" Gue serius Sen " Alvaro menggenggam tangan Sheyna, membuat Sheyna susah payah meneguk salivahnya.
" Bwahahhahha...candaan Lo gak lucu Al " Sheyna tertawa hambar sambil memukul bahu Alvaro pelan.
" Sen gue serius " lagi lagi Sheyna terdiam.
" Sensen, gue serius, gue gak latihan nebak cewek, gue beneran suka sama Lo, gue suka sama Lo dari pertama gue nolongin Lo, gue cinta sama Lo Sen " Sheyna menatap mata Alvaro mencari kebohongan, namun hanya ketulusan yang tampak dimatanya.
Sheyna tersenyum " Al...gue gak mau main main sama cinta... "
" Gue gak main main Sen, gue serius " Sheyna menarik nafas panjang.
" Al... gebetan Lo banyak, kenapa harus gue? " lagi lagi Sheyna tersenyum.
" Karena Lo beda Sen "
" Maksud Lo beda? gue aneh? " Alvaro gelagapan mendengar ucapan Sheyna.
" Eee... hh gak gitu maksud gue Sen, Lo... " belum sempat Alvaro menyelesaikan ucapannya Sheyna beranjak membuat Alvaro semakin panik.
" Sen... " panggil Alvaro.
Sheyna membalikkan badannya,dengan raut wajah datar.
" Gue tahu maksud Lo" Alvaro semakin takut, Sheyna marah kepadanya, namun tiba tiba Sheyna tersenyum membuat Alvaro bingung.
" Gue juga suka Lo Al " teriak Sheyna, lalu berlari menjauhi Alvaro karena malu.
Alvaro yang mendengar pernyataan Sheyna seketika melompat kegirangan.
" Sensen jadi gue di Terima?" teriak Alvaro memastikan, dari ke jauhan Sheyna mengangguk.
Alvaro benar benar bahagia, baru kali ini ia merasa sebahagia ini setelah menyatakan perasaan pada wanita. Alvaro berlari mengejar Sheyna. Dan terjadilah kejar kejaran di antara mereka.
" Akhirnya dapat " Alvaro berhasil menangkap Sheyna,Alvaro langsung memeluk Sheyna.
" Gak akan gue lepas lagi " ucap Alvaro. Sheyna membalas pelukan Alvaro.
Ia tahu ini mungkin sementara, tapi Sheyna hanya ingin bahagia sebelum ia pergi, dan ia selalu bahagia saat bersama Alvaro.
" Ee... eehh... Al balik ke Rania yuk, dia udah nelpon terus nih " ucap Sheyna ketika ponselnya terus berdering.
Alvaro melepaskan pelukannya dengan raut kesalnya.
" Ganggu aja si Rania, gak tahu apa gue masih pengen berduaan " kesal Alvaro memajukan bibirnya, membuat Sheyna menahan tawa.
Ini kali pertama Sheyna melihat Alvaro merajuk, ternyata sangat lucu.
" Udah yuk, udah dingin juga " ucap Sheyna berjalan duluan.
" Kode di peluk lagi " Alvaro tersenyum jahil.
" Apaan sih Al, genit " Sheyna memukul bahu Alvaro, Alvaro hanya tersenyum.
Mereka berjalan kembali ke tempat mereka tadi dengan tangan yang saling terpaut. Terpancar aura kebahagiaan dari wajah mereka.
" Dari mana Lo? gue cariin di toilet gak ada, gue khawatir banget tahu, Lo gak kenapa kenapa kan? Ya ampun Sensen gue Lo bener bener buat gue khawatir tau gak..." omel Rania bak orang tua yang memarahi anaknya, ketika Sheyna dan Alvaro tiba di sana.
Sheyna hanya tersenyum, dia benar benar bersyukur memiliki sahabat seperti Rania.
" Duh... berisik banget elah, Sensen gak apa apa kali, dia sama gue tadi " jelas Alvaro.
" Kalian berduaan? ngapain? " Iqbal menatap curiga Sheyna dan Alvaro.
" Eee... h gak tadi kita cuma keliling doang "
Alvaro dan Sheyna sepakat untuk Backstreet, dengan alasan agar Fans Alvaro tidak membully Sheyna terutama Fenty dkk.
" Terserah deh, yang penting udah balik, gue ngantuk balik ke penginapan yuk " ajak Rania menarik tangan Sheyna.
" Eeehhh... beresin ini dulu " protes Iqbal.
" Kalian aja yang beresin, gue sama Sensen mau istirahat bye... "
Sheyna menatap Alvaro seakan berkata 'maaf ya' Alvaro membalas dengan senyuman seakan menjawab ' Iya gak apa apa' .
Lalu Sheyna dan Rania pergi menuju penginapan, sedangkan Alvaro dan Iqbal membereskan bekas bakar bakar tadi.
" Al... Lo gak nembak Sheyna kan? " tebak Iqbal membuat Alvaro salah tingkah.
" Ee... ee gak..tadi kita cuma keliling doang " bohong Alvaro.
" Bagus deh, gue tau Lo pacaran sama Inggit, Inggit DM gue tadi "
" Ngapain dia DM Lo? " tanya Alvaro.
" Ya nanyain Lo pe'a masa nanya gue "
" Rania tahu? "
" Kayaknya gak deh " Alvaro menghela nafas.
Alvaro harus cepat cepat mengakhiri hubungannya dengan Inggit sebelum, Rania tahu dan ketahuan Sheyna. Alvaro tidak ingin kehilangan Sheyna, dia benar benar menyukai Sheyna.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...