BASRI

BASRI
Penjelasan



Bel pulang sekolah sudah berbunyi, murid murid mulai berhamburan keluar kelas. Billa mengejar Sheyna yang sudah keluar bersama Iqbal dan Rania.


" Sensen... " panggil Billa.


Sheyna, Rania, dan Iqbal pun menghentikan langkahnya.


" Mau ngapain sih dia " ucap Rania sewot.


" Huss gak boleh gitu Ran, walaupun bagaimana pun Billa sahabat kita " Sheyna menepuk bahu Rania, Rania memutar bola matanya malas.


" Sen boleh ngomong sebentar " ucap Billa saat berhadapan dengan Sheyna.


Sheyna melirik kedua sahabatnya, dan berkata " Kalian berdua duluan aja ya, entar gue nyusul "


" Tapi Sen... " Iqbal akan protes namun, Sheyna memberi kode untuk menuruti ucapannya.


Akhirnya Rania dan Iqbal pun meninggalkan Sheyna dan Billa. Sheyna dan Billa pun duduk di bangku taman sekolah.


" Sen... kalau gue punya salah sama kalian gue minta maaf ya " Ucap Billa dengan wajah bersalahnya.


Sheyna hanya diam, tapi dalam hati dirinya membatin " Kenapa Billa tiba tiba minta maaf, apa dia sudah menyadari semuanya? "


" Sen gue gak tahu kenapa kalian ngejauhin gue sama Alvaro, kalau kalian diem aja gue gak akan tahu letak kesalahan gue dimana Sen " Billa menggenggam tangan Sheyna.


Sheyna yang melihat Billa yang merasa bersalah menjadi Iba.


" Bil, Lo gak salah kok " jawab Sheyna akhirnya.


" Sen tolong kasih tau gue apa salah gue, gue gak mau kalian jauhin gue Sen, Lo tahu gue gak punya temen selain kalian, plisss maafin gue Sen " Billa mulai meneteskan air matanya, membuat Sheyna ikut merasakan kesedihan yang Billa rasakan.


Andai Sheyna menjadi Billa, mungkin dia juga akan merasa sedih seperti Billa saat ini, atau mungkin akan lebih sedih dari ini.


" Sebelumnya gue mau tanya, Lo sama Alvaro ada hubungan apa Bil? " tanya Sheyna, mencoba mencari tahu kebenarannya.


" Jangan bilang kalian ngejauhin gue karena gue deket sama Alvaro? " tanya Billa menghapus air matanya.


Sheyna mengedikkan bahunya, lalu Billa tersenyum dan kembali memegang tangan Sheyna.


" Sen, gue sahabat Lo gue gak akan nyakitin sahabat gue sendiri terutama Lo yang selama ini udah baik banget sama gue Sen "


Sheyna merasa bingung dengan penuturan Billa kali ini, jika dia tidak berniat menyakiti dirinya lalu mengapa akhir-akhir ini Billa sangat dekat dengan Alvaro, bahkan Alvaro membawa Billa ke acara pertunangan ayahnya.


" Tapi Bill... "


" Sen Lo gak perlu mikir macem macem, gue sama Alvaro gak ada apa apa, gue tahu kalian pernah pacaran, So gue gak mungkin merebut Alvaro dari Lo " Billa tersenyum kepada Sheyna.


Sheyna yang masih merasa bingung hanya memaksakan senyumnya.


" Oh iya gue mau ngasih tau Lo kalau entar malam jam 07.00 Alvaro mau ketemu sama Lo di taman komplek rumah Lo, untuk menjelaskan semuanya, gue harap Lo dan Alvaro bisa balikan lagi Sen " Billa memeluk Sheyna.


" Dan semoga setelah Alvaro jelasin semuanya, Lo gak marah lagi sama gue Sen " sambung Billa, Sheyna membalas pelukkan Billa.


" Woiii Sensen cepetan elah " Teriak Iqbal kesal dari ujung koridor.


" Bill gue harus pulang sekarang, tolong sampaikan ke Alvaro gue pasti dateng " Sheyna tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan Billa sendirian.


" Gimana? " tanya Alvaro langsung menghampiri Billa.


Ternyata sejak tadi Alvaro bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari tempat mereka mengobrol.


" Dugaan gue bener, Sheyna salah paham dengan kedekatan kita, dan Lo harus jelasin semuanya ke dia entar malam " jelas Billa pada Alvaro.


" Aaa... thank's sepupu tiri gue yang baik " Alvaro memeluk Billa erat.


" Al... apaan Lo jangan sampai ada yang liat dan Sheyna jadi salah paham lagi " tegur Billa, Alvaro langsung melepaskan pelukkan nya.


" Iya iya deh bawel, ayo pulang " mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang.


...***...


Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 Sheyna sudah siap dengan celana jeans dan hoodie biru langit kesayangannya.


Sheyna menuruni tangga berniat berpamitan dengan Nani. Sheyna sudah mencari Nani kemana mana namun tetap tidak ketemu, akhirnya ia bertanya kepada Siti.


" Mbak... mama kemana? " tanya Sheyna pada Siti yang sedang membereskan sisa makan malam mereka.


" Oh tadi Ibu pergi sama om Nevan ke supermarket belanja bulanan " jelas Siti, Sheyna hanya mengangguk.


" Iqbal mana mbak? " tanya Sheyna berbisik.


" Tahu, di kamar kali "


" Mbak, Nana mau keluar sebentar, mbak jangan bilang Iqbal ya " Sheyna meminta bantuan Siti.


Seperti yang kalian tahu, Iqbal sangat posesif terhadap Sheyna, Iqbal selalu membuntuti Sheyna kemanapun dia pergi,bahkan jika Sheyna ingin keluar harus mendapatkan izin dari Iqbal, menyebalkan bukan.


" Sssttt... Iya mbak udah janjian di taman, diem diem aja ya " Siti tersenyum dan mengacungkan jempolnya.


Beruntungnya Siti selalu berada di pihaknya, setidaknya dia masih bisa kabur kaburan dari Iqbal.


" Jangan pulang terlalu malam ya " peringat Siti, Sheyna mengangguk lalu ia berjalan keluar rumah melalui pintu belakang agar tidak ketahuan oleh Iqbal.


Sheyna menghela nafasnya saat berhasil keluar dari rumahnya. Sheyna langsung berlari menuju taman komplek karena ia yakin Alvaro pasti sudah menunggunya.


Benar saja saat Sheyna tiba di taman Alvaro sudah menunggunya di sebuah bangku. Alvaro yang menyadari kehadiran Sheyna langsung berdiri dari duduknya.


" Eee... Haiii... " Sapa Sheyna canggung.


" Haiii... Sensen " Sapa Alvaro balik.


Sheyna duduk di samping Alvaro, tiba-tiba suasana menjadi awkward. Tidak ada yang membuka suara, karena sibuk dengan pikiran masing masing.


" Sen... "


" Al... " Ucap mereka berbarengan.


" Eee... Lo duluan aja Sen " ucap Alvaro.


" Eee.. gak... Lo aja yang duluan Al " ucap Sheyna.


" Ladies first " ucap Alvaro lagi mempersilahkan Sheyna.


Sheyna tersenyum canggung, Sheyna melihat jam di pergelangan tangannya, sudah 15 menit mereka saling diam tadi.


Sheyna harus cepat bertanya kepada Alvaro, karena ia takut Iqbal akan berkeliling mencarinya.


" Eee... Al sebenarnya Lo sama Billa ada hubungan apa? " tanya Sheyna akhirnya.


Alvaro tersenyum lalu menjawab " Gue sama Billa gak ada hubungan apa apa Sen, cuma kebetulan aja dia bakal jadi sepupu tiri gue, karena Ayah gue bakal nikahin tantenya Billa " jelas Alvaro sambil menatap langit.


" Ohhh... gitu " Sheyna hanya mengangguk.


Wajar saja Alvaro dan Billa datang bersama saat acara pertunangan ayahnya.


" Eee...Sen... " panggil Alvaro.


" I... iya Al "


" Gue minta maaf ya, karena udah buat Lo salah paham "


" Iya Al, gue juga minta maaf, karena udah salah paham" Sheyna tersenyum.


" Sen... gue mau nanya boleh? " ucap Alvaro dengan raut seriusnya.


" Boleh mau nanya apa Al? " tanya Sheyna menatap mata Alvaro.


" Eee... itu gue perhatiin Lo makin dekat sama Iqbal, kalian pacaran?"


" Aaaa... itu...gue sama Iqbal gak ada hubungan apa apa, kita tuh..." Sheyna berniat menjawab pertanyaan Alvaro dan menjelaskan tentang hubungannya dan Iqbal, tapi tiba tiba seseorang memanggil namanya.


" Nana..." Teriak Mbak Siti berlari dengan terburu buru menuju Sheyna.


" Mbak, ngapain disini? " tanya Sheyna.


" Hallo mbak, long time no see " Alvaro menyapa Siti.


" Haii Al " balas Siti, lalu langsung membisikkan sesuatu kepada Sheyna.


" Gawat... Iqbal ngamuk karena dia tahu Nana gak ada di kamar " Sheyna langsung terkejut mendengar penuturan Siti.


" Gawat " Gumam Sheyna, namun masih bisa di dengar Alvaro.


" Kenapa Sen? " tanya Alvaro penasaran.


" Sorry Al, gue harus pulang sekarang " ucap Sheyna panik.


" Udah ayo... " Siti menarik tangan Sheyna.


" Sorry Al " teriak Sheyna sebelum meninggalkan Alvaro yang masih kebingungan.


" Sen kesempatan yang waktu itu masih ada? " teriak Alvaro sebelum Sheyna benar benar pergi.


" Iya masih Al " teriak Sheyna dengan senyumannya.


Mendengar jawaban Sheyna, Alvaro langsung melompat kegirangan, tanpa memperdulikan orang orang yang sekarang sedang menertawakan ke konyolannya.


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...