
Beberapa hari berada di rumah sakit membuat Sheyna merasa cukup tenang, kondisinya juga sudah membaik, dan sudah di perbolehkan pulang ke rumah.
Libur sekolah akan berakhir, dan itu artinya ia akan kembali ke sekolah dan bertemu dengan Alvaro.
Sheyna tidak membenci Alvaro, hanya saja ia merasa kecewa karena Alvaro telah membohonginya.
Selama di rumah sakit Sheyna mencoba mengintrofeksi dirinya. Alvaro pantas mendapatkan kebahagiaan, selain cantik wanita yang bernama Inggit itu juga terlihat ramah.
Berbeda dengan dirinya yang penyakitan, jika suatu saat Alvaro mengetahui tentang penyakitnya mungkin Alvaro akan menjauhinya.
Dan Sheyna sudah mengambil keputusan, ketika mereka bertemu nanti Sheyna akan memutuskan Alvaro.
Sheyna melirik ponselnya yang tergeletak di atas nakas, ia teringat sudah beberapa hari ia mematikan ponselnya.
Diambilnya ponsel tersebut, lalu dinyalakan. Hanya butuh beberapa menit ponselnya terus berdenting menandakan banyak notifikasi yang masuk, sekira di rasa sudah berhenti barulah Sheyna membuka notifikasi tersebut satu per satu.
Banyak pesan, dan panggilan tak terjawab, yang paling mendominasi adalah nama Alvaro. Sheyna membaca pesan yang Alvaro kirimkan, banyak kata kata penyesalan, dan permintaan maaf.
Di pesannya Alvaro mencoba untuk menjelaskan kejadian malam itu, tapi enta mengapa Sheyna merasa bahwa Alvaro bersungguh sungguh. Namun Sheyna tidak akan memaafkan Alvaro semudah itu, anggap saja ini pembelajaran untuk Alvaro yang playboy akut.
Sheyna membalas pesan dari Alvaro,Iqbal dan Rania, dengan kalimat yang sama " Maaf ya teman teman, kemarin tiba tiba gue di ajakin liburan kerumah nenek dan di sana gak ada sinyal, dan ini baru pulang, sampai bertemu di sekolah besok guyss "
Sheyna hanya membalas seperti itu lalu ia kembali mematikan ponselnya, dan memilih untuk mengambil salah satu koleksi novelnya dan membacanya.
...***...
Keesokan harinya Sheyna sudah siap dengan seragamnya, ia mengambil tasnya dan tak lupa mencabut ponselnya yang tengah di charger, lalu keluar kamar menuju meja makan.
"Pagi mama dan mbak ku yang cantik " sapa Sheyna ketika tiba di ruang makan, lalu mencium pipi Nani dan mbak Siti bergantian.
"Diiihh...tumben cium cium" protes mbak Siti.
"Gimana keadaannya ? " tanya Nani sambil mengelus pucuk kepala Sheyna sayang.
"Seperti yang mama lihat Nana sehat wal afiat hari ini" ujar Sheyna bersemangat.
Nani yang melihat Sheyna sudah mulai ceria ikut tersenyum, ia benar benar berterimakasih kepada Alvaro dkk karena telah mengembalikan Nana nya yang dulu.
"Gini dong ceria, kan mama bahagia lihatnya " Nani memeluk Sheyna, Sheyna hanya tersenyum dan membalas pelukkan Nani.
"Aaa mau ikutan " teriak mbak Siti ikut berpelukkan.
Mereka berpelukkan cukup lama, hingga Sheyna merasa sedikit sesak karena di himpit dua orang wanita yang sangat ia cintai.
"Eghem...ma..mbak sesak " Sontak Nani dan Mbak Siti langsung melepaskan pelukkannya.
"Ti..ambil obat Nana " perintah Nani panik. Sheyna langsung mencegah Siti membuat mereka bingung.
"Eeehh gak ma, Nana gak kumat cuma kalian meluknya ke kencengan " ujar Sheyna tersenyum kuda.
"Ya ampun sayang, maafin kita ya " Nani mengelus pucuk kepala Sheyna.
"Ya sudah ayo kita sarapan nanti telat " ujar Nani, merekapun makan dengan khidmat.
***
Setibanya di sekolah, Sheyna langsung menuju mading untuk melihat pembagian kelasnya. Karena di sekolahnya ini untuk kelas X semester 2 akan di atur sesuai dengan nilai Murid.
Sheyna melihat namanya berada di X IPA 1, Sheyna langsung menuju kelas tersebut dengan ragu karena ia akan bertemu orang orang baru lagi. Tapi di dalam hati Sheyna berharap ia bisa satu kelas dengan Rania.
Saat akan masuk ke ambang pintu ia di kejutkan dengan keberadaan Alvaro, namun secepat mungkin ia bersikap biasa saja.
"Doorrr..." Rania mengejutkan Sheyna dari belakang.
"Astaga Rania, apaan deh kaget nih " protes Sheyna sambil mengelus dadanya.
Rania hanya terkekeh "Kita satu kelas dongg" teriak Rania heboh.
"Waaaahhh seneng banget bisa satu kelas sama Lo " ujar Sheyna tak kalah heboh sambil melompat lompat seperti anak kecil.
"Eeeiitttsss bukan hanya Lo berdua ya, Gue sama Alvaro juga kalee " ujar seseorang dari balik badan Rania membuat Sheyna menghentikan aksi hebohnya.
"Oohh, terserah deh yang penting kita satu kelas, duduk berdua ya " Sheyna menarik tangan Rania untuk duduk di bangku nomor dua deretan pintu.
Niat hati menghindari Alvaro yang duduk di bangku tengah, dengan santainya Iqbal menarik tangan Alvaro untuk duduk di belakang Sheyna dan Rania.
"Di sini aja kita broo, biar gampang dapat contekan " ujar Iqbal menepuk bahu Alvaro.
Sheyna hanya menatap Alvaro sekilas lalu kembali menghadap depan dan Alvaro hanya diam sejak tadi.
Sheyna masih marah pafa Alvaro, terlebih Alvaro tidak berusaha meminta maaf dan menjelaskan secara langsung kepadanya.
Namun tanpa Sheyna duga tiba tiba Alvaro beranjak dan menarik tangan Sheyna, bukan hanya Sheyna yang terkejut tapi Iqbal dan Rania juga.
"Woiii mau kemana ?" teriak Rania.
Masih ada waktu 30 menit sebelum upacara awal semester di mulai.
"Al lepas sakit " lirih Sheyna tapi Alvaro terus menariknya hingga tiba di sebuah bangku.
"Duduk " titah Alvaro. Sheyna yang melihat Alvaro marah membuatnya merasa takut, terlebih tangannya benar benar sakit.
Alvaro menariknya terlalu kuat hingga membuat kulit putih Sheyna memerah karena cengkraman tangan Alvaro. Hening beberapa saat Sheyna terlalu takut untuk berucap.
"Mau ngapain Al, sebentar lagi upacara di mulai" akhirnya Sheyna memberanikan diri, tiba tiba Alvaro duduk di samping Sheyna.
"Sen gue minta maaf yang waktu itu, gue gak bermaksud nyelingkuhin Lo, tapi gue beneran suka sama Lo " Ujar Alvaro.
Sheyna tersenyum, lalu memegang tangan Alvaro.
"Al gue gak marah sama Lo, tapi jujut gue sedikit tersakiti, gue perpikiran sebaiknya kita udahan, karena gue gak mau salah satu dari kita tersakiti, lalu saling menjauh"
"Tapi Sen.." tampak dari matanya Alvaro tersakiti oleh keputusan Sheyna, namun Sheyna juga bingung dengan keputusannya.
Di satu sisi dia ingin Alvaro terus mempertahankannya dan di sisi lain dia takut Alvaro akan menyakitinya lagi.
"Al..." seakan tahu apa yang akan Sheyna ucapkan Alvaro langsung mengintrupsinya.
"No...sen No...tolong kasih aku waktu untuk buktiin ke kamu kalau aku benar benar sayang sama kamu " Alvaro merubah panggilan mereka dengan aku kamu, sambil menatap mata Sheyna penuh harap.
"Sen kejadian malam itu hanya salah faham, oke aku akui Inggit memang mantan aku dan aku mutusin dia sehari setelah jadian sama kamu, tapi malam itu dia minta aku untuk jadi pacar dia karena dia udah terlanjur bilang sama temen temennya kalau kami pacaran,dan dia ngancam aku bakal pindah ke sekolah kita dan terus ngejar aku kalau aku gak menuhin permintaan dia, dan dia gak akan pindah sekolah kalau aku nurutin permintaa dia malam itu, cuma itu sen" Jelas Alvaro menggenggam tangan Sheyna.
Sheyna tampak berpikir, yang di katakan Alvaro masuk akal, tapi Sheyna tidak membenarkan tindakan Alvaro.
"Sen...please kita jangan putus ya, aku beneran sayang sama kamu " tutur Alvaro lagi, Sheyna menghela nafas.
"Oke gue kasih kesempatan " jawab Sheyna, entahlah Sheyna dengan mudahnya memaafkan Alvaro,katakanlah ia terlalu bucin, tapi jujur Sheyna sebenarnya memang masih ingin mempertahankan hubungan mereka.
"Terimakasih Sensen" Alvaro menatap Sheyna, dan beralih melirik tangan Sheyna yang memerah.
" Maaf, aku terlalu kenceng ya narik kamu tadi " Alvaro memegangi tangan Sheyna yang memerah.
Mendengar panggilan aku kamu yang keluar dari mulut Alvaro membuat hati Sheyna tergelitik.
" Eee...gak apa apa kok Al, udah gak sakit" bohong Sheyna.
"Pasti sakit " Alvaro menatap Sheyna dengan perasaan bersalah.
"Enggak Al, udah yuk balik ke kelas topi g...aku di dalam kelas " Sheyna juga mencoba mengganti panggilan mereka, dan karena sedikit salting Sheyna langsung beranjak meninggalkan Alvaro.
Diam diam Alvaro tersenyum melihat tingkah Sheyna, menurutnya Sheyna lucu ketika Salting. Tanpa menunggu lagi Alvaro menyusul Sheyna dan mensejajarkan langkah mereka.
***
Setelah upacara pembukaan semester selesai semua murid kembali kekelas masing masing. Jam pertama masih kosong karena guru masih mengadakan rapat, Sheyna dkk asik bercanda bersama.
Rania dan Iqbal belum mengetahui status Sheyna dan Alvaro, dan mereka akan tetap merahasiakan status mereka.
Tokk...tok...
Ibu Fitri wali kelas lama Sheyna sebelumnya mengetuk pintu.
"Anak anak harap duduk di bangku kalian masing masing sebentar" ujar Ibu Siti memasuki kelas dengan membawa seorang gadis.
"Ffiiiwiiit...bawa bidadari dari mana bu " goda Ardi teman kelasnya.
"Ssstttt...berisik kamu Ardi " tegur ibu Fitri.
"Anak anak ini teman baru kalian, silahkan perkenalkan diri kamu nak " Ibu Fitri mempersilahkan.
"Haiii semuanya kenalin nama gue Salsabilla,kalian bisa panggil gue Billa" ujar gadis yang bernama Billa tersebut.
"Haiii Billa salam kenal " ujar mereka kompak.
Setelah selesai memperkenalkan diri, Billa di persilahkan duduk di depan Rania dan Sheyna, barulah ibu Fitri kembali ke kantor guru.
"Haii...gue Rania, ini sahabat gue Sensen" Rania mengulurkan tangan memperkenalkan diri mereka.
"Haii gue Billa, senang kenal kalian " merekapun saling berjabat tangan.
Sheyna langsung menoleh ke arah belakangnya, sejak tadi Iqbal dan Alvaro menatap intens ke arah Billa, nampaknya mereka terpesona.
Ya jelas mereka terpesona bagaimana tidak, Billa memiliki body golds, wajah cantik di tambah seragamnya yang press body.
"Eghemmm jaga mata jaga mata " peringat Sheyna menatap tajam Iqbal dan Alvaro namun tatapannya lebih menusuk ke Alvaro.
"Eee...Haii gue Iqbal dan Ini Alvaro " Iqbal memperkenalkan diri mereka juga namun Alvaro hanya tersenyum canggung, tidak berani berjabat tangan karena tatapan mengintimidasi dari Sheyna.