BASRI

BASRI
Sahabat



Setelah beberapa hari mengundur janji mereka untuk berkunjung ke rumah Billa, hari ini akhirnya mereka bisa menepati janji mereka.


Sepulang sekolah Sheyna dan Rania langsung menaiki mobil Billa menuju rumahnya. Jika kalian bertanya kemana Alvaro dan Iqbal hari ini ada jadwal eskul Futsal, dan jelas mereka akan menolak ajakan mereka.


Mobil Billa melaju menjauhi sekolah mereka. Rumah billa cukup jauh dari sekolah.


" Selamat datang di gerbang Istana gue " ucap Billa saat mobil Billa memasuki pekarangan rumahnya.


Hal yang pertama kali Sheyna dan Rania lihat adalah susunan mobil mobil besar pengangkut barang berjejer di sisi kiri dan kanan gerbang rumah Billa.


Tampak sebuah tempat yang cukup besar di sisi kanan yang mirip seperti gudang besar dan beberapa mobil yang keluar masuk dari sana.


Butuh waktu kurang lebih 5 menit untuk mereka tiba di rumah utama.


" Sudah sampai " ucap Billa setelah tiba dan turun dari mobilnya.


Sheyna dan Rania cukup di buat terpesona dengan rumah Billa. Rumahnya memang mirip istana, rumah megah berwarna putih gading, dengan aksen aksen mewah sebagai pelengkap.


Jika di bandingkan dengan rumah Sheyna besarnya bisa tiga kali lipat rumah Sheyna, halamannya yang luas serta di tumbuhi bunga bunga yang indah.


" Asli ini istana " gumam Rania membuat Billa tersenyum.


" Kayak di film princess" sambung Sheyna, katakanlah mereka norak.


" Gue bakal buat kalian jadi princessnya hari ini " Billa membuka pintunya.


Saat pintu terbuka mereka telah di sambut beberapa maid yang tersenyum ke arah mereka lalu mengambil alih tas mereka.


" Waahhh.... Princess mama sudah pulang " ucap seorang wanita paruh baya memeluk Billa.


Sheyna dan Rania masih di buat terpesona dengan rumah Billa yang sangat besar dan mewah.


" Ma Billa bawa teman yang sering Billa ceritain " ucap Billa memperkenalkan Sheyna dan Billa.


" Oh jadi kalian, yang mana Sheyna? yang mana Rania? " tanya mama Billa bersemangat.


" Haii tante saya Sheyna " Sheyna mencium punggung tangan mama Billa.


" Saya Rania tante " Rania melakukan hal yang sama.


" Panggil saya mama ya, jangan tante teman Billa adalah anak saya juga " ucap Mama Billa, Sheyna dan Rania hanya mengangguk.


" Yuk kalian pasti laper, mama sudah masak buat kalian ayo " ajak mama Billa. Mereka pun mengikuti mama Billa menuju ruang makan.


" Bill rumah Lo gede banget " bisik Rania yang masih bisa di dengar oleh Sheyna dan Billa.


" Iya Bill, mama Lo juga baik banget " bisik Sheyna juga.


" Hehehh udah kalian santai aja anggap ini rumah kalian ayo " jawab Billa terkekeh.


Di atas meja makan sudah banyak berbagai jenis makanan mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.


" Makanan sebanyak ini kayak ada acara makan keluarga besar " bisik Rania pada Sheyna, Sheyna menepuk bahu Rania.


" Ssttt jangan ngomong gitu entar mamanya denger " peringat Sheyna untuk menghargai hidangan mama Billa.


Tapi yang di katakan Rania memang benar, makanan di atas meja sangat banyak.


" Ayo nak di makan " mama Billa mempersilahkan.


Mereka pun makan dengan khidmat, Sheyna dan Rania masih merasa sedikit canggung dengan keluarga Billa, tapi Mama Billa pandai membuat orang nyaman hingga mereka tidak merasa canggung lagi.


Mereka sedang asik bercerita tentang bagaimana mereka di sekolah. Tampak Mama Billa senang mendengar keakraban mereka.


" Mama seneng dengernya, kalian bisa berteman dengan baik, mama harap kalian bisa terus berteman baik dengan Billa ya, kalian teman pertama yang Billa kenalkan ke mama, selama ini Billa gak punya teman sebaik kalian, dan di lihat dari kepribadian kalian wajar jika Billa menjadikan kalian teman baiknya " ucap Mama Billa sampai meneteskan air mata.


" Mama " Billa memeluk mamanya penuh sayang.


Sheyna dan Billa di buat bingung dengan keadaan saat ini.


" Mama baik baik aja " ucapnya sambil tersenyum.


" Hehehhh maaf ya mama melow " tambahnya.


Sheyna merasa ada sesuatu yang terjadi pada Billa sampai sampai mamanya berkata demikian sambil meneteskan air matanya.


" Sudah kalian naik gih, mama mau keluar ada urusan, have fun ya " pamit mama Billa sambil mencium pipi mereka bertiga satu persatu.


" Hati hati ya ma " ucap mereka kompak.


Setelah mama Billa pergi mereka pun pergi menuju kamar Billa yang berada di lantai 3. Tapi tenang mereka tidak menaiki anak tangga melainkan eskalator.


Sultan banget kan sih Billa, ya tidak heran karena orang tuanya adalah pengusaha ekspor impor yang sukses.


Saat tiba di kamar Billa lagi lagi mereka di buat takjub, kamar Billa sangat besar. Billa mengajak mereka untuk berkeliling kamarnya.


Di dalam kamar Billa terbagi menjadi empat ruangan, di sisi kiri merupakan kamar mandi, di sebelahnya ada sebuah ruangan yang di lengkapi dengan alat alat kecantikan layaknya salon. Dan di bagian sebelah kanan merupakan ruangan ganti dengan lemari besar yang berisi berbagai macam pakaian serta aksesoris dan sepatunya, dan ruangan tempat mereka berdiri sekarang tempat khusus tidur dan belajarnya.


" Gila gila ini kamar apa mall " teriak Rania heboh sambil melihat koleksi pakaian Billa.


" Bill, ini beneran kamar Lo " ucap Sheyna sudah tidak bisa berkata kata.


Lagi lagi Billa hanya tersenyum,dan mengajak mereka ke ruang yang penuh alat kecantikan tadi.


" Duduk deh entar gue ceritain " ucap Billa, mereka pun menurut.


Tak berselang lama beberapa maid menghampiri mereka sambil membawa alat alat mani pedi. Sambil menikmati perawatan Billa mulai bercerita.


" Dari kecil gue udah punya segalanya, hidup penuh kemewahan, apa yang gue mau selalu tersedia. Tapi ada beberapa hal yang gak bisa gue dapatin, gue gak punya temen dan keluarga gue berantakan " Billa menarik nafas panjang.


" Benar kata orang kehidupan itu gak ada yang sempurna, dari kecil gak ada yang mau temenan sama gue karena gue anak orang kaya, sekalinya gue punya temen begonya gue di porotin habis habisan, sebulan gue bisa ngabisin uang kurang lebih 300 juta cuma buat menuhin keinginan temen temen gue, sampai akhirnya gue sadar kalau mereka bukan teman yang baik buat gue, dan saat itu papa gue ketahuan punya istri lagi, karena itu tadi mama gue nangis karena dia pasti ingat kejadian itu " Billa mencoba tetap tersenyum walau matanya sudah berkaca kaca.


Sheyna dan Rania mengelus pundak Billa mencoba menenangkan.


" Tapi semenjak gue kenal kalian, gue liat kalian beda, contohnya saat di kantin biasanya seorang teman akan minta traktir ke sesama teman tapi kalian beda kalian malah bertengkar karena saling ingin mentraktir yang berujung kalian bayar masing masing " Billa terkekeh.


" Gak semua orang itu sama Bill " ucap Sheyna tersenyum.


" Semua orang punya sisi masing masing " tambah Rania.


" Sebelum gue kenal Rania dan yang lain, gue juga gak punya temen " cerita Sheyna membuat Billa menatap heran.


" Aaa gak percaya gue, secara murid di sekolah kita banyak yang suka sama Lo " ucap Billa tidak percaya.


" Ran ceritain " dengan senang hati Rania menceritakan bagaimana dulu sebelum mengenal mereka Sheyna selalu menyendiri dan menutup diri, bahkan sering di bully oleh Fenty dkk.


" Mereka bertiga penyelamatan gue Bill " ucap Sheyna menatap mata Billa dalam.


" Sekarang Lo udah gak sendiri Bill, ada kita Lo temen kita SAHABAT kita " tambah Rania dengan menekan kan kata sahabat.


" Hahhahhh sahabat ya " Billa tertawa seakan tak percaya dengan ucapan Rania. Karena ini kali pertama ia mendengar seseorang berkata demikian kepadanya.


Sheyna berdiri dan kebetulan mereka sudah selesai.


" Bill, Lo mungkin gak percaya tapi kita temenan sama Lo tulus bukan karena Lo anak orang kaya " Ucap Sheyna memegang tangan Billa.


" Bill sebelum Lo bawa kita ke sini, kita gak tahu kalau Lo anak orang kaya,tapi kita tetap deket kan? kita temenan sama Lo tulus Bill " tambah Rania menatap mata Billa mencoba meyakinkan Billa.


" Thank's ya guys, gue bener gak salah nilai kalian, kalian memang orang baik " Billa memeluk Sheyna dan Rania.


" Sahabat! " ucap Billa sambil mengulurkan kelingkingnya.


" Sahabat!!! " teriak mereka sambil menautkan jari kelingking mereka.


Ada sebuah kelegaan di dalam hati Billa, setidaknya sekarang dia tidak akan kesepian lagi.Tampak dari wajah Billa dia sangat bahagia saat ini. Bahkan Maid yang melihat kejadian itu ikut merasakan kebahagiaan yang Billa rasakan.


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...