
" Sensen!!!! " Teriak Iqbal dari depan kamar Sheyna sambil menggedor pintu.
" Cepetan lama banget dandannya kayak mau ketemu presiden! " teriak Iqbal kesal.
Jelas ia merasa kesal, sudah tiga kali dia naik turun tangga karena di suruh Nevan untuk memanggil Sheyna.
Lain halnya dengan Sheyna yang memang sengaja mengerjai Iqbal. Sebenarnya dia sudah siap sejak Iqbal menggedor pintunya pertama kali, tapi entah di rasuki setan mana ide untuk mengerjai Iqbal timbul.
" Syukurin gue kerjain, emang Lo mulu yang bisa ngerjain orang " ucap Sheyna pelan sambil terkekeh di balik pintu.
" Ma... Pa Sensen belum kelar nih, tinggalin aja ya " teriak Iqbal, membuat Sheyna gelagapan dan langsung membuka pintunya.
" Apa sih Bal, orang gue udah siap dari tadi Lo nya aja yang gak sabaran " ucap Sheyna sambil menahan tawa.
" Wah... Lo ngerjain gue " Iqbal menatap Sheyna sinis.
Sheyna langsung mengangkat gaunnya bersiap untuk lari.
" Rasain, emang enak di kerjain bleee " Sheyna mencibir Iqbal lalu berlari menuruni tangga.
Nevan yang melihat Sheyna berlari menuruni tangga dengan gaunnya jadi khawatir Sheyna terjatuh.
" Nana jangan lari nanti jatuh " teriak Nevan.
" Iqbal ngejar Nana nih Pa" teriak Sheyna.
" Arsen Stop!!! " Seketika Iqbal langsung berhenti saat mendengar intruksi dari Nevan.
Jika ia melanggar bisa bisa uang jajannya di potong. Sheyna yang melihat Iqbal berhenti kembali mengejek Iqbal dengan memeletkan lidahnya.
Iqbal yang kesal dengan Sheyna hanya bisa misu misu sendiri. Sheyna pun dengan tenang turun dan menghampiri Nevan.
" Nana ngapain lari larian di tangga, nanti kecapekan ingat kondisi kamu " ucap Nevan mengelus surai hitam Sheyna.
" Iqbal tuh " adu Sheyna.
" Kamu juga Arsen, kamu kan tahu kondisi Sheyna bukannya di larang lari larian malah kamu yang ngejar dia gimana sih, katanya mau jadi kakak yang baik " omel Nevan, Sheyna memasang senyum mengejek kepada Iqbal membuat Iqbal semakin kesal.
" Iya deh iya Arsen salah, maaf " ucap Iqbal pasrah dengan wajah yang di buat sedih.
" Arsen kan gak sengaja, lagian Nana ngapain dandan lama banget gak kasihan Arsen bolak balik naik tangga" ucap Nani sambil mengusap kepala Iqbal.
Sekarang giliran Iqbal yang memeletkan lidahnya pada Sheyna, membuat Sheyna cemberut. Sehingga terjadilah aksi salah salahan di antara mereka. Siti yang melihat hal itu menggelengkan kepalanya.
" Definisi keluarga harmonis kayak gini kali ya " batin Siti langsung menghampiri mereka.
" Egheemm... Jadi berangkat gak, atau mau sekalian Siti jadi wasit debatnya " Sela Siti membuat semuanya terdiam, merekapun saling tatap tatapan dan tertawa bersama sebelum akhirnya berangkat ke sebuah acara.
...***...
Di sebuah hotel mewah, yang di dekorasi sedemikian rupa, lampu lampu dan bunga bunga nan elok menambah kesan mewah pada hotel tersebut.
Para tamu undangan berdandan apik, yang pria menggunakan tuksedo yang tampak mahal dan para wanita menggunakan gaun yang di desain begitu cantik dan tampak mahal.
Sheyna dan keluarganya baru saja tiba di hotel tersebut, dengan anggun dan elegant mereka berjalan memasuki hotel tersebut.
" Pah ada acara apaan sih? " tanya Iqbal penasaran karena sejak tadi Nevan tidak memberitahu kemana mereka akan pergi.
" Loh emang Alvaro gak bilang ke kalian kalau Ayahnya mau bertunangan malam ini? " tanya Nevan balik.
Nevan tidak memberitahu mereka karena ia berpikir jika Alvaro sudah memberitahu mereka, karena setahu Nevan Iqbal dan Sheyna bersahabat dengan Alvaro.
" Om Alfian? " ucap Iqbal terkejut.
" Iya " jawab Nevan seadanya sambil melangkah masuk.
" Kenapa Alvaro gak cerita kalau Ayahnya mau tunangan? Aah mungkin dia terlalu sibuk jadi lupa ngasih tahu " batin Sheyna.
Sheyna berusaha untuk berpikir positif, tapi melihat sikap Alvaro yang cuek kepada nya saat di sekolah, bisa saja Alvaro memang tidak berniat memberitahu nya.
" Iya iya tapi kenapa Alvaro tiba tiba cuek? apa dia marah? tapikan yang seharusnya marah itukan gue? " batin Sheyna lagi.
" Na jangan melamun entar kesandung malu baru tahu rasa " Tegur Siti yang sejak tadi memperhatikan Sheyna melamun.
" Eeehh... iya mbak maaf " jawab Sheyna.
" Nana kenapa? sakit sayang? " tanya Nani khawatir.
" Gak ma, Nana baik baik aja " jawab Sheyna.
Sheyna melihat sekeliling mencoba mencari keberadaan Alvaro tapi dia tidak menemukannya. Dengan kecewa Sheyna kembali melangkahkan kakinya mengikuti Nevan.
" Alfian... " panggil Nevan, dan yang di panggil pun menoleh.
" Wedeh... selamat broo, lancar sampai ke pelaminan " Nevan memberi ucapan selamat sambil berpelukan ala pria.
Sedikit informasi Alfian dan Nevan juga sudah berteman cukup lama, dan kebetulan mereka juga berprofesi sebagai dokter spesialis kanker.
" Thank you broo, siapa ini pasukan baru? " tanya Alfian.
" Halo Om, ini pasukan lama " sapa Iqbal sambil mencium punggung tangan Alfian.
" Aaa kalau kamu bosan Om liat kamu kemana mana selalu sama Alvaro " ucap Alfian sambil terkekeh.
" Kenalin, ini Nani calon istri ku, ini Sheyna dan Siti anaknya " Nevan memperkenalkan, dan merekapun saling memberi selamat kepada Alfian.
"Sheyna? kayaknya namanya gak asing deh " ucap Alfian sedikit mengingat dimana dia pernah mendengar nama tersebut.
" Iya Om, Sheyna ini sahabat kita juga, dan dekat sama Alvaro " timpal Iqbal mencoba Alfian mengingat.
" Aaa iya Alvaro pernah cerita "
" Mana tunangan kamu? " tanya Nevan.
" Di sana " tunjuk Alfian pada wanita cantik yang mengenakan gaun softpink yang sedang di geromboli wanita wanita cantik lainnya.
Mereka pun tampak mengobrol, Sheyna, Siti dan Iqbal yang mulai bosan memilih berkeliling sambil menikmati hidangan disana.
Iqbal mengambil semua hidangan tanpa rasa malu, ia dia tidak merasa malu tapi Sheyna dan Siti yang merasa malu yang melihat tingkah Iqbal yang seperti tidak makan sebulan.
" Uhuk... uhuk... " Iqbal tersedak.
" Rasain, mangkanya makan tuh pelan pelan, heran gue kayak orang gak makan sebulan Lo " kesal Sheyna sambil menepuk nepuk tengkuk Iqbal.
" Laper gue,lupa makan tadi " timpal Iqbal cengengesan.
" Bilang aja Lo sengaja gak makan biar bisa makan banyak di sini " ledek Siti membuat Sheyna tertawa.
" Hahahh bener tuh mbak "
" Jangan ngadi ngadi ya gue gak senorak itu "
" Eleh ngeles aja kayak bajaj " Sheyna dan mbak Siti terus meledek Iqbal.
Mereka pun tertawa puas saat melihat wajah Iqbal yang berubah cemberut. Kapan lagi mereka bisa puas mengerjai Iqbal yang super jahil itu.
Saat mereka aksik bercanda tiba tiba semua undangan jadi hening membuat Sheyna, Siti dan Iqbal ikut terdiam. Mereka pikir acara akan segera di mulai, namun sekian detik bisik bisik dari para undangan membuat Sheyna sedikit penasaran.
" Itu anaknya pak Alfian, ganteng banget cewek di sampingnya juga cantik "
" Good couple "
" Serasi banget "
Karena penasaran Sheyna berjalan mendekati objek pembicaraan. Siti dan Iqbal yang melihat Sheyna melangkah saling bertatapan.
" Lo kenapa diam aja ikutin sana " Siti mendorong Iqbal.
" Mbak aja, mbak kan cewek " timpal Iqbal.
" Lo mau adik Lo sedih lagi, gih sono temenin " Akhirnya Iqbal pun menurut dan mengikuti Sheyna dari belakang.
Sheyna semakin dekat, jantungnya semakin sesak mendengar komentar komentar para undangan. Sheyna penasaran siapa gadis yang di maksud para undangan.
Seketika Sheyna berhenti saat berhasil melihat sosok Alvaro dan gadis tersebut. Penampilan mereka benar benar menawan, namun lagi lagi dada Sheyna di buat sesak saat menyadari siapa yang berada di samping Alvaro, di tambah senyum mengembang dari kedua remaja tersebut.
Sheyna menengadahkan kepalanya berusaha menahan agar air matanya tidak terjatuh. Iqbal yang melihat itu mengepalkan tangannya. Ingin rasanya ia menghajar Alvaro hingga Alvaro sadar telah menyakiti Sheyna.
Iqbal memeluk Sheyna, dan berkata " It's okay, Lo baik baik aja, ada gue, kita pergi sekarang ya " Iqbal menghapus air mata Sheyna dan menggandeng tangan Sheyna mengajaknya untuk pergi dari sana.
Namun tanpa mereka sadari Alvaro melihat saat Iqbal menggandeng tangan Sheyna dan mengajaknya pergi raut wajahnya jadi berubah.
" Jadi kalian memang udah sedekat itu yah " batin Alvaro sambil tersenyum miris.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...