
" Tuh liat ternyata Sheyna cantik juga ya "
" Iya, baru nyadar gue "
" Iya apa lagi sekarang dia temenan sama Gengnya Alvaro "
" Salah gue jauhin dia dulu "
" Jadi ngiri "
Sekelompok gadis tengah berkumpul dan tanpa sengaja melihat Sheyna dkk berjalan menuju kelas mereka dengan saling bercanda.
Terkadang memang sifat manusia bisa berubah terkadang mencela lalu bisa berubah menjadi memuji. Beberapa bulan menghabiskan waktu di celah, di asingkan, dan di rendahkan, sekarang Sheyna kembali bangkit. Ia kembali menjadi pribadinya yang periang, yang di sukai banyak orang.
" Apaan sih Lo pada biasa aja kali, dia lagi caper aja, entar ketahuan aslinya gimana "
" Tahu, kalian gak aneh apa dia yang awalnya nutup diri jadi berubah banget gitu "
Ya walaupun beberapa orang sudah merubah penilaiannya namun tetap saja masih ada yang suka julid. Ya siapa lagi kalau bukan Fenty and the geng.
" Sensen ntar istirahat tunggu kita ya kalau Lo keluar duluan " ucap Rania ketika tiba di depan kelas Sheyna, Sheyna hanya mengacungkan jempol seolah berkata ' OK'.
Sheyna memasuki kelasnya, tampa perduli dengan tatapan Fenty yang tidak menyenangkan. Sheyna terus berjalan menuju bangkunya dengan senyum yang tidak pudar.
" Bahagia banget, elah " komentar Henny.
Semenjak mendapat tugas dari Rania, Henny memutuskan untuk menjadi teman sebangku Sheyna, dan Sheyna dengan senang hati menerimanya.
" Hehehh biasa aja Hen " Elak Sheyna malu malu.
" Lo di jemput lagi sama Alvaro" tebak Henny membuat Sheyna blushing.
" Tau aja Lo, udah aa malu gue "
" Keliatan dari gelagat Lo Sen, tapi gue perhatiin udah hampir seminggu ini Lo bareng dia mulu ya, jangan jangan.... " Henny menatap Sheyna curiga.
" Apaan sih Hen, gak... gak ada... " Sheyna tahu arah pembicaraan Henny.
Henny tahu kalau Sheyna diam diam menyukai Alvaro, Sheyna sering bercerita tentang Alvaro kepada Henny. Ya hanya Henny yang tahu masalah perasaannya.
" Cieee.... "
Kriiing...
Bel tanda masuk menyelamatkan Sheyna dari ledekan Henny.
" Selamat Lo " Sheyna hanya terkekeh lalu mengeluarkan buku pelajarannya.
...***...
Bel Istirahat berbunyi Sheyna belum pergi ke kantin karena ia masih menunggu kelas Rania dkk keluar.
" Lo nungguin mereka? gak sama gue aja? " Henny menawarkan diri.
" Gak makasih Hen, tadi Rania minta di tungguin " jelas Sheyna.
" Oh ya udah gue duluan ya " Ucap Henny melambaikan tangan kepada Sheyna, Sheyna hanya membalas dengan senyuman.
Sheyna dan Henny memang dekat namun mereka jarang bersama karena Sheyna lebih banyak menghabiskan waktu bersama Rania dkk, dan Henny memaklumi itu toh dia juga punya banyak teman di kelasnya.
" Ikut gue!!! " Fenty menarik tangan Sheyna paksa.
" Apaan sih Fen, lepas " Sheyna mencoba melepaskan diri.
" Cepetan guys kelas sebelah udah mau keluar " ucap teman Fenty yang bernama Ica.
" Lepasin gue "
Plakkk....
Fenty menampar pipi kanan Sheyna cukup kencang membuat Sheyna merasa sedikit pening.
" Ikut gue " dengan pasrah Sheyna hanya menurut, tubuhnya terasa lemas.
Rania dkk baru saja keluar dari kelasnya, kelas mereka memang sering istirahat paling lama karena guru mereka terlalu bersemangat untuk mengajar.
" Ran,kita duluan ya biar kebagian tempat duduk " ucap Alvaro yang di angguki oleh Rania.
Setelah membereskan barang barangnya, Rania menuju kelas Sheyna. Dengan Santai dia memasuki kelas Sheyna.
" Sensen... " panggil Rania, namun Rania tidak melihat Sheyna di bangkunya.
" Udah ke kantin bareng Henny kali ya " spekulasi Rania lalu keluar kelas menuju kantin dan mencari keberadaan Henny.
Saat menemukan keberadaan Henny, Rania menterutkan keningnya karena Sheyna tidak bersama Henny.
" Samperin aja kali ya, siapa tahu Sensen lagi mesen makanan kan " Rania masih berpositit thinking.
" Hen " panggil Rania pada Henny yang sedang ngobrol dengan teman temannya.
" Eeh Ran,Loh Sheyna mana? " tanya Henny heran karena tadi Sheyna bilang ia menunggu Rania.
" Loh bukan bareng Lo? " tanya Rania memastikan, Henny menggeleng pertanda tidak.
Rania menggebrak meja, membuat semua yang berada di kantin memperhatikannya.
" Sabar Ran, coba gue telpon deh " bujuk Henny mulai takut.
" Gak beres nih... Fenty dkk mana? " tanya Rania lagi, Henny hanya menggeleng.
Brakkk...
Lagi lagi Rania menggebrak meja menbuat Henny tambah ketakutan. Namun beruntungnya setelah itu Rania langsung pergi begitu saja.
" Rania kenapa Hen? " tanya Iqbal yang baru saja mengambil pesanannya.
" Sheyna hilang, tadi gue coba telpon gak di angkat juga " jelas Henny.
" Pantes... Eehh... Al... Mau kemana? " teriak Iqbal saat tiba tiba Alvari ikut berlari mengejar Rania.
Henny merasa aneh dengan Iqbal, dua orang temannya sedang khawatir dengan Sheyna sedangkan dia malah santai menyantap makanannya.
" Lo tak ikut nyari Sheyna? " tanya Henny.
" Bentar, gue laper memberantas kejahatan butuh energi " ucap Iqbal santai.
Entah apa yang ada di otak Iqbal membuat Henny geleng geleng kepala.
" Nih semua buat kalian, pahlawan harus beraksi " Ucap Iqbal setelah makan beberapa suap lalu menyerahkan tiga mangkok bakso yang tersisa kepada Henny.
" Eeehh... Bal... " teriak Henny ingin protes tapi Iqbal sudah ke buru pergi.
Di sisi lain Rania langsung menuju belakang sekolah,karena biasanya Fenty suka membully di sana.
" Lo liat Fenty dkk? " tanya Rania pada seorang gadis yang berpapasan dengannya.
" Eeehhh... gak... gak... lihat " ucap gadis tersebut takut takut.
" Di mana mereka! " bentak Rania, melihat gelagatnya Rania yakin murid tersebut pasti melihat Fenty dkk.
" Beneran g... gue gak tahu " ucapnya masih tidak mau memberi tahu.
" Ran... Toilet belakang " teriak Alvaro tiba tiba.
" Lo milih diem, dan ingat gue gak akan bantuin Lo kalau Fenty dkk bully Lo! " ancam Rania kesal karena gadis tersebut tidak ingin memberi tahunya.
Dengan tergesa gesa Rania menyusul Alvaro yang sudah berlari duluan.
" Lo yakin mereka di dalam? " tanya Rania saat mereka berada di depan toilet yang sudah lama tidak di pakai.
" Iya tadi ada yang ngasih tau gue, dia lihat Fenty bawa Sheyna ke arah sini " jelas Alvaro, Rania hanya mengangguk.
Alvaro dan Rania langsung memasuki toilet tersebut, namun mereka merasa aneh tidak ada tanda tanda keberadaan Sheyna maupun Fenty dkk.
" Sial... gue di tipu " kesal Alvaro.
Sementara Iqbal menuju toilet wanita, entah mengapa dia memiliki Filing di sana.
" Gue udah peringatin Lo, dan Lo harus dapat pelajaran "
Bruuggghhhh...
" Awsss... berani Lo ya "
" Aaaaa.... gue gak takut sama Lo ! "
Bugghhh...
Kreekkk...
Plakk...
Iqbal mendengar suara gaduh dari dalam membuat Iqbal semakin yakin Sheyna berada di dalam.
Drrrrtttt....
" Aaa sial gue mau jadi pahlawan ada aja hambatan " protes Iqbal saat melihat Alvaro menelponnya.
" Hmm... Toilet perempuan " ucap Iqbal singkat padat dan Jelas, dan langsung memutuskan panggilan sepihak.
" Ok siap Bal "
Braaakkk....
Iqbal berhasil mendobrak pintu toilet yang terkunci, namun dia terkejut saat melihat keadaan di dalam toilet.
" Ewow... " ucap Iqbal terkejut.
" Iqbal... " sapa Sheyna.
" Udah selesai? " tanya Iqbal.
" Udah ayo " ucap Sheyna lalu berdiri meninggalkan Fenty dkk yang masih terduduk di depan wastafel dengan wajah kesal.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...