
Dughh...
Bugghhh...
Krreeekk...
Suara gaduh berasal dari kelas Sheyna, sudah banyak murid yang berkumpul untuk menjadi penonton.
"Br*ng**k... "
Dugghhh...
Perkelahian antar sahabat itu terus berlangsung, dan semakin mengundang banyak perhatian.
"Alvaro Stopp!!! " Teriak Sheyna mencoba melerai, namun tidak di hiraukan.
Duggghhh...
"Gue pikir Lo gak bakal nyakitin Sensen, itu sebabnya gue diem, tapi ternyata Lo lebih br*ng**k dari gue! "
Buggghhh...
Alvaro terus memukuli Iqbal hingga Iqbal terpojok di sudut kelas, namun Iqbal tidak membalas, dia hanya menyeringai seakan menikmati wajah kesal Alvaro.
Ya mereka adalah Alvaro dan Iqbal, foto Iqbal yang memeluk Henny di rumah sakitlah yang menjadi pemicu keributan tersebut. Entah berasal darimana foto tersebut namun itu mampu menyulut emosi Alvaro.
Alvaro merasa tidak Terima karena Iqbal mempermainkan Sheyna.
"Alvaro stop!!! Ini gak seperti yang kalian pikirkan " teriak Sheyna dengan suara bergetar.
Ia khawatir dengan kondisi Iqbal yang sudah babak belur, sedang murid lain tidak ada yang mau melerai seakan menikmati pertengkaran tersebut, para guru pun tidak ada yang bisa melerai mereka karena sedang melakukan rapat ujian kenaikan kelas, lebih tepatnya tidak ada yang melapor.
"Al stop...!!! " Rania berusaha ikut melerai.
"Gak usah ikut campur! " Bentak Alvaro mendorong Rania hingga terjatuh ke lantai.
Sheyna yang melihat Rania terjatuh berniat membantu Rania namun tangannya di tepis oleh Rania.
Plakkk...
"Semua ini gara gara Lo! " Rania menampar Sheyna cukup keras hingga menimbulkan suara yang membuat murid murid semakin tertarik, bahkan ada beberapa yang merekam vidio mereka bertikai.
Sheyna memegangi pipinya yang terasa panas dan perih, ia menatap tidak percaya ke arah Rania.
"Ran... "
" Semua ini gara gara Lo! Kalau aja Lo gak selingkuh sama Iqbal semua ini gak akan terjadi!! " Potong Rania dengan suara yang mulai bergetar.
"Ran... semua ini gak seperti yang kalian pikirkan, kalian salah paham " teriak Sheyna.
"Stop berdalih gue lihat dengan mata kepala gue sendiri" Rania menjambak Sheyna, ia meluapkan semua kekesalannya beberapa hari ini.
"Ssshhhh... terserah Lo mau percaya apa gak, tapi ini salah paham,gue sama Iqbal cuma..."
"Aaawwwsssss.... " Sheyna kembali merintih karena Rania semakin kuat menarik rambutnya.
"Rania Lo apa apaan lepas! " Sentak Billa mencoba melerai.
"Gak usah ikut campur, dia rasain sekarang gak seberapa dengan sakit yang gue dan Alvaro rasain " ucap Rania sambil meneteskan air mata.
Billa dan Sheyna ikut meneteskan air mata, dengan pasrah Sheyna menerima rambutnya di jambak oleh Rania.
Plaaakkkk....
Rania tidak tahan melihat Sheyna yang hanya pasrah, ia melepaskan jambakannya dan kembali menampar Sheyna hingga terjatuh ke lantai.
"Rania!!! " teriak Billa, teriakan Billa mampu mengalihkan perhatian Alvaro dan Iqbal.
"Sensen... " Alvaro dan Iqbal pun mendekati Sheyna.
"Jauhin tangan Lo dari Sensen... " Ucap Iqbal mengintimidasi Alvaro, namun Alvaro tidak memperdulikannya.
"Lo yang harusnya menjauh semua ini gara gara Lo! " Sarkas Alvaro mendorong bahu Iqbal.
"Lo gak tahu apa apa tentang Sensen! "
Bugghhh...
Iqbal kembali menyulut emosi Alvaro.
"Gue pacarnya! gue yang lebih tahu dia! "
Buggghhh...
Kali ini Iqbal membalas pukulan Alvaro.
"Pacar Lo bilang?! Gak ada pacar yang gak percaya sama pacar sendiri! "
Buggghhh...
"Diem B*ng**t" Dan terjadilah baku hantam lagi di antara mereka.
"Puas Lo! Puas Lo ngeliat mereka kayak gini! " Sentak Rania sambil menunjuk wajah Sheyna.
"Ini bukan salah gue!!! kalian salah paham!!! " teriak Sheyna mampu mengalihkan perhatian Iqbal dan Alvaro.
"Aaarrggghhhh... " Teriak Rania berniat menampar Sheyna kembali namun ia urungkan ketika melihat Sheyna memejamkan matanya.
Sheyna tidak merasakan perih di pipinya, ia memberanikan diri membuka matanya dan menatap Rania.
"Ran...Lo boleh marah sama gue, tapi gue sama Iqbal bener bener gak ada hubungan apa apa, kalian salah paham ... " Sheyna berusaha untuk menjelaskan kembali kepada Rania dengan suara yang bergetar, sedang Billa berusaha menahan tubuh Rania yang mulai meluruh ke lantai.
"Ran... sudah, kasihan Sensen hikkksss" mohon Billa yang mulai terisak.
"Kenapa semuanya harus kacau kayak gini! Kenapa?! " lirih Rania dengan air mata yang mengalir.
"Maafin gue ini semua salah gue " Sheyna memeluk Rania dengan rasa pening di kepalanya, Rania tidak menolak pelukkan Sheyna.
Jujur dia juga merindukan sosok Sheyna, tapi hati dan logikanya selalu bertentangan,amarah menguasainya.
"Harusnya gue cerita semuanya ke kalian" Sheyna mempererat pelukkannya.
Iqbal dan Alvaro yang teralihkan dengan drama para gadis ikut meneteskan air matanya. Dalam hati mereka juga merasa sedih dengan pertengkaran yang terjadi.
"Maafin gue juga hikksss... " Ucap Billa terisak dan ikut ber pelukkan.
"Huaaaa.... terhura gue, boleh ikutan gak " ucap Iqbal dengan bobroknya sambil merentangkan tangan berniat ikut berpelukan namun Alvaro menarik kerah belakang seragam Iqbal seperti kucing.
"Lo bisa gak, gak ngerusak suasana " Sarkas Alvaro dengan wajah babak belur membuat Iqbal memanyunkan bibirnya.
"Woooiiii.... gak lanjut berantem nya!!! " Teriak salah satu murid.
"Berisik!!! " Sentak Billa.
"Huuuu.... " sorak semua murid yang mulai bubar.
Mereka pun berbaikan, Sheyna sudah menjelaskan semua tentang hubungannya dan Iqbal. Rania dan Alvaro sangat menyesal setelah mengetahui semuanya.Sekarang mereka duduk di rooftop menikmati semilir angin sambil mengobati luka Alvaro dan Iqbal.
Jam pelajaran belum kunjung di mulai jadilah mereka mengambil kesempatan untuk berbincang satu sama lain.
"Gue bilang juga apa, pada keras kepala sih " Omel Billa pada Rania dan Alvaro.
"Sudah sekarang kan semuanya udah jelas, jadi kita baikan ya " ucap Sheyna.
"Aaaa... maafin gue ya " Rania kembali memeluk Sheyna begitupun Billa.
"Sorry ya broo " Alvaro meminta maaf kepada Iqbal.
"Maaf maaf,muka gue nih " tunjuk Iqbal pada wajahnya yang sudah babak belur.
"Lagian Lo sih, bukannya ngejelasin malah mancing emosi gue " Alvaro merangkul Iqbal.
"Abis muka Lo lucu kalau lagi emosi " timpal Iqbal meledek.
"Sialan " Alvaro mendorong tubuh Iqbal lalu mereka tertawa bersama.
Mereka pun bercanda dan tertawa lagi seperti biasanya, seakan lupa dengan masalah yang baru saja terjadi.
"Oh ya btw kok foto Lo sama Henny pelukkan bisa ke sebar? " Tanya Billa.
"Hmm... Lo sama Henny pacaran? " tanya Rania malu malu.
Sheyna dan Iqbal saling tatap, Sheyna mengode agar Iqbal tidak salah bicara dan menyebabkan salah paham lagi, namun lain dengan Iqbal yang menyunggingkan senyumnya.
"Hmmm...kenapa? "
"Lo cemburu? " goda Iqbal sambil menoel dagu Rania.
"Apa sih Bal, gak " Elak Rania namun wajahnya sudah bersemu merah.
"Alah bilang aja ia, satu sekolah udah tahu kalau Lo suka gue kan" Iqbal menaik turunkan alisnya.
Sebenarnya Iqbal sudah tahu sejak SMP kalau Rania menyukainya namun, Iqbal tidak memiliki keberanian untuk menyatakan cintanya terlebih dia takut akan merusak persahabatan mereka seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Jujur aja udah " ledek Billa, Sheyna dan Alvaro bersamaan.
"Aaa.. apa sih kalian! " Rania berniat beranjak dari duduknya karena malu, namun tangannya langsung di tarik oleh Iqbal.
"Ran... " panggil Iqbal membuat Rania semakin salah tingkah.
Sedang Sheyna, Alvaro dan Billa tersenyum dan saling melempar tatap.
Sebenarnya Alvaro tahu kalau Iqbal juga menyukai Rania tapi selama ini dia hanya diam karena kedua orang tersebut memaksa dirinya untuk menutup mulut rapat rapat, terlebih karena masalah kemarin membuat Alvaro lupa dengan kenyataan tersebut.
"Bakal ada yang jadian nih " ucap Alvaro membuat Sheyna dan Billa terkejut.
"Udah langsung kelarin hari ini " Teriak Alvaro lagi membuat pipi Rania semakin merah.
Billa langsung mengeluarkan lipstik dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Iqbal.
"Pengganti bunga" Billa mengedipkan sebelah matanya, Sheyna sudah siap dengan ponselnya untuk mendokumentasikan momen ini.
Iqbal berusaha mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Rania.
"Rania..." Panggil Iqbal lagi, Rania meneguk salivanya, perasaannya campur aduk, jantungnya tidak berhenti berdisko.
"Maukah kau menjadi pacar ku" Ucap Iqbal dengan intonasi yang sangat cepat membuat Rania yang belum siap tidak mendengar ucapan Iqbal dengan jelas.
"Apa? " tanya Rania.
"Aaa itu anu maukah aku pakaikan lipstik untuk mu?" ulang Iqbal dengan kalimat yang berbeda, sontak Sheyna, Billa dan Alvaro menepuk jidat mereka berbarengan.
"Apa sih Bal, gak lucu tahu " Rania langsung menghempaskan tangan Iqbal dan berlari meninggalkan mereka.
"B*go...! " teriak Sheyna, Billa dan Alvaro berbarengan.
"Gue grogi nyet, gak bisa gue " Ucap Iqbal yang mendapat toyoran dari Alvaro.
"Lo laki apa bencong sih, gitu aja grogi" kesal Alvaro.
"Tau nih pasti sekarang Rania malu banget, ayo Sen" ucap Billa mengajak Sheyna untuk mengejar Rania.
"Dasar B*go! "
"Yee maaf " jawab Iqbal menyesal.